-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pedagang Juga Kena Imbas Kabut Asap

| Februari 17, 2014 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

KABUT asap yang cukup tebal pada Senin (17/2) pagi tidak saja menganggu aktifitas pegawai, pekerja dan siswa yang berangkat kerja dan sekolah. Para pedagang sarapan pagi di beberapa tempat di Pekanbaru juga mengeluhkan berkurangnya pelanggan yang datang gara-gara kabut asap.

Warung sarapan pagi milik Asih di Jalan Kaharudin Nasution menuju pertigaan Jalan Soekarno-Hatta mengaku warungnya biasa buka sejak pukul 06.00 WIB dan sudah melayani banyak pelanggan. Namun karena kabut asap yang cukup tebal dan rendah, membuat orang enggan mampir dan lebih mengejar waktu agar segera sampai di tempat kerja.

“Biasanya yang mampir pegawai dan karyawan. Tapi pagi tadi jauh berkurang, mungkin karena asap ini. Saya lihat memang banyak yang pakai masker,” tutur Asih yang biasa menyediakan lontong sayur, berbagai makanan lain dan minuman.

Kabut asap dampak dari peristiwa kebakaran lahan atau hutan di Riau, tampak menebal menyelimuti udara pagi di Kota Pekanbaru. Dibanding hari-hari sebelumnya, Senin pagi ketebalan asap sangat terasa. Hal itu terlihat dari banyaknya pengendara motor yang mengenakan masker.

Di tempat lain, suasana sebagian pasar juga terlihat lesu karena masyarakat yang biasanya datang lebih pagi kali ini diperkirakan menunda aktifitas berbelanja mereka. Hanya di Pasar Pagi Arengka terlihat masih ramai seperti biasanya. Beberapa pedagang yang ditanya mengenai pengaruh kabut asap terhadap kunjungan pembeli mengatakan mayoritas di pagi hari yang berbelaja adalah pedagang pengecer di warung-warung dan pedagang makanan seperti penjual lontong, soto dan rumah makan. Sementara kalau ibu-ibu rumah tangga biasanya datang lebih siang.

“Tadi pagi memang asap tebal kali, orang-orang pakai masker. Tapi di sini tetap ramai seperti biasa,” ujar Lubis yang berjualan nenas di trotoar depan Pasar Arengka.***