PEKANBARU, KilasRiau -- Pengaruh atas terlambatnya pengesahan APBD Kota Pekanbaru 2014 juga berimbas pada program Pemko Pekanbaru yang saat ini tengah menggesa penyiapan Pasar Induk. Sementara proses pembangunan Pasar Induk tersebut saat ini sudah memasuki tahap penyiapan administrasi untuk lelang.
Pemko sendiri merencanakan, jika pembangunannya bisa dimulai Juni mendatang, maka diperkirakan pertengahan atau di akhir tahun 2015 nanti Pasar Induk yang akan dibangun di jalan Soekarno-Hatta Ujung, Kecamatan Tampan, tersebut sudah bisa dioperasikan.
Sebelumnya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Dorman Johan berharap awal Februari APBD sudah bisa disahkan. Namun karena ada keterlambatan pengesahan APBD 2014, proses lelang dan kegiatan lainnya terkait pembangunan Pasar Induk belum bisa segera dilakukan. Pihaknya saat ini sudah menyiapkan adiministrasi untuk lelang. Persiapan ini agar saat APBD disahkan, semua kegiatan bisa dilangsungkan dengan cepat.
Dorman mengatakan, keberadaan Pasar Induk sudah sangat lama diharapkan kehadirannya. Pentingnya Pasar Induk juga untuk mengatasi kemacetan, sebab selama ini para distributor berbagai keperluan sehari-hari di Pekanbaru memanfaatkan jalan-jalan utama di dalam kota untuk mendistribusikan barang-barangnya kepada pedagang, seperti jalan Tuanku Tambusai, jalan Sudirman, Jalan Agus Salim dan Jalan Soekarno-Hatta.
“Kondisi ini tentunya sangat menganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kesemrawutan di jalan-jalan tersebut. Karena itulah, kita ingin ada sebuah pasar induk yang presentatif di Pekanbaru guna melayani kegiatan distributor dan pedagang itu,” terang Dorman Johan kepada wartawan, Kamis pekan lalu.
Aktivitas perkulakan, terutama sayur-mayur saat ini masih berlangsung di Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Arengka dan Jalan Agus Salim. Jika pasar induk sudah dibangun, Pemko Pekanbaru merencanakan aktivitas di dua lokasi tersebut akan dipindahkan. Pemko sendiri sudah memberi jaminan bagi pedagang lama untuk diprioritaskan nantinya di Pasar Induk. Terutama pedagang di Jalan Agus Salim nantinya bisa direlokasi. Karena selama ini pasar di kawasan itu membuat Jalan Agus Salim menjadi sangat semrawut dan macet.[eka satria]
Pemko sendiri merencanakan, jika pembangunannya bisa dimulai Juni mendatang, maka diperkirakan pertengahan atau di akhir tahun 2015 nanti Pasar Induk yang akan dibangun di jalan Soekarno-Hatta Ujung, Kecamatan Tampan, tersebut sudah bisa dioperasikan.
Sebelumnya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Dorman Johan berharap awal Februari APBD sudah bisa disahkan. Namun karena ada keterlambatan pengesahan APBD 2014, proses lelang dan kegiatan lainnya terkait pembangunan Pasar Induk belum bisa segera dilakukan. Pihaknya saat ini sudah menyiapkan adiministrasi untuk lelang. Persiapan ini agar saat APBD disahkan, semua kegiatan bisa dilangsungkan dengan cepat.
Dorman mengatakan, keberadaan Pasar Induk sudah sangat lama diharapkan kehadirannya. Pentingnya Pasar Induk juga untuk mengatasi kemacetan, sebab selama ini para distributor berbagai keperluan sehari-hari di Pekanbaru memanfaatkan jalan-jalan utama di dalam kota untuk mendistribusikan barang-barangnya kepada pedagang, seperti jalan Tuanku Tambusai, jalan Sudirman, Jalan Agus Salim dan Jalan Soekarno-Hatta.
“Kondisi ini tentunya sangat menganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kesemrawutan di jalan-jalan tersebut. Karena itulah, kita ingin ada sebuah pasar induk yang presentatif di Pekanbaru guna melayani kegiatan distributor dan pedagang itu,” terang Dorman Johan kepada wartawan, Kamis pekan lalu.
Aktivitas perkulakan, terutama sayur-mayur saat ini masih berlangsung di Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Arengka dan Jalan Agus Salim. Jika pasar induk sudah dibangun, Pemko Pekanbaru merencanakan aktivitas di dua lokasi tersebut akan dipindahkan. Pemko sendiri sudah memberi jaminan bagi pedagang lama untuk diprioritaskan nantinya di Pasar Induk. Terutama pedagang di Jalan Agus Salim nantinya bisa direlokasi. Karena selama ini pasar di kawasan itu membuat Jalan Agus Salim menjadi sangat semrawut dan macet.[eka satria]

