Laporan Eka Satria, Pekanbaru
PEKANBARU, Sentanapers -- GERAI Alfamart di Jalan Sepakat 2, Bukit Barisan, Tenayan Raya, Rabu (18/12/2013) dini hari dibobol rampok diduga berjumlah 6 orang, Satu mesin ATM BRI yang berada di dalam gerai dibongkar dan uang sejumlah Rp240 juta serta brankas berisi Rp14 juta pun digasak.
Kejadian yang diperkirakan sekitar pukul 03.00 dini hari tersebut bermula saat dua karyawan Alfamart, Febrino (23) dan M Yusuf 25) yang tengah tertidur pulas tiba-tiba dikejutkan oleh suara hardikan keras beberapa orang yang masuk ke mess di lantai 2 di mana mereka biasa beristirahat.
Seperti diceritakan Febrino, dia dan temannya M Yusuf langsung terkejut saat terbangun dan melihat todongan senjata tajam berupa golok dan senjata api jenis pistol telah tertodong tepat di wajah keduanya.
"Masing-masing kami ditodong dua orang, dan dua-duanya menodongkan pistol dan golok," tutur Febrino yang terlihat masih pucat pasi akibat ketakutan yang masih tersisa.
Begitu keduanya di bawah todongan, pelaku langsung mengikat Febrino dan M Yusuf. Kedua tangan dan kaki diikat dengan sejenis kabel seperti kabel setrikaan. Tak cukup mengikat kaki dan tangan, pelaku juga berupaya membungkan kedua karyawan tersebut dengan me-lakban mulut dan mata mereka. Usai membereskan kedua karyawan tersebut, keempat pelaku kembali turun ke bawah.
Menurut cerita Febrino, ia lamat-lamat mendengar suara bising pemotong besi dari arah bawah, yang kemudian diketahui para pelaku membongkar paksa sebuah mesin ATM yang diduga menggunakan alat gerinda dan las. Alat yang sama juga digunakan untuk membuka rolling door gerai Alfamart tersebut.
PEKANBARU, Sentanapers -- GERAI Alfamart di Jalan Sepakat 2, Bukit Barisan, Tenayan Raya, Rabu (18/12/2013) dini hari dibobol rampok diduga berjumlah 6 orang, Satu mesin ATM BRI yang berada di dalam gerai dibongkar dan uang sejumlah Rp240 juta serta brankas berisi Rp14 juta pun digasak.
Kejadian yang diperkirakan sekitar pukul 03.00 dini hari tersebut bermula saat dua karyawan Alfamart, Febrino (23) dan M Yusuf 25) yang tengah tertidur pulas tiba-tiba dikejutkan oleh suara hardikan keras beberapa orang yang masuk ke mess di lantai 2 di mana mereka biasa beristirahat.
Seperti diceritakan Febrino, dia dan temannya M Yusuf langsung terkejut saat terbangun dan melihat todongan senjata tajam berupa golok dan senjata api jenis pistol telah tertodong tepat di wajah keduanya.
"Masing-masing kami ditodong dua orang, dan dua-duanya menodongkan pistol dan golok," tutur Febrino yang terlihat masih pucat pasi akibat ketakutan yang masih tersisa.
Begitu keduanya di bawah todongan, pelaku langsung mengikat Febrino dan M Yusuf. Kedua tangan dan kaki diikat dengan sejenis kabel seperti kabel setrikaan. Tak cukup mengikat kaki dan tangan, pelaku juga berupaya membungkan kedua karyawan tersebut dengan me-lakban mulut dan mata mereka. Usai membereskan kedua karyawan tersebut, keempat pelaku kembali turun ke bawah.
Menurut cerita Febrino, ia lamat-lamat mendengar suara bising pemotong besi dari arah bawah, yang kemudian diketahui para pelaku membongkar paksa sebuah mesin ATM yang diduga menggunakan alat gerinda dan las. Alat yang sama juga digunakan untuk membuka rolling door gerai Alfamart tersebut.
Dari bentuk pemotongan besi penutup tempat penyimpanan uang ATM, pelaku terlihat sudah paham bagaimana menyelesaikan "pekerjaan" mereka dengan cepat. Hanya beberapa sisi penting saja digerinda dan dilas. Pelaku menggunakan gerinda terutama pada bagian lingkaran kunci.
Menurut pihak penyelidik kepolisian di TKP, diperkirakan uangnya berjumlah jutaan. Namun menurut A Firwan, karyawan PT Swadharma Sarana Informatika, vendor BRI yang biasa mengisikan ATM, jumlah uang uang diperkirakan ada sebesar Rp240 juta.
Karyawan Teledor, Brankas pun Tandas
Rupanya para pelaku yang sudah merasa aman berada di dalam, mencoba menyusuri seluruh ruangan di lantai 2. Pelaku akhirnya masuk ke ruang yang biasa dijadikan kantor. Di sini, pelaku menemukan ada kunci yang terselip diantara file. Mereka coba mencocokkan kunci pada lemari kecil di sudur ruangan berukuran 3 x 3 meter persegi tersebut. Besar kemungkinan pelaku penasaran dengan lemari yang terlihat tak begitu mencolok sebagai tempat penyimpanan uang itu. Rupanya pelaku "mujur" setelah kunci dicobakan di lemari, pintu lemari terbuka. Tak pelak, pelaku menyikat uang sejumlah Rp14 juta lebih hasil transaksi satu hari toko Alfamart.
Menurut penanggung jawab ruang kantor, Vivi Ayuni (23) yang malam itu terakhir pulang, menyebut bahwa kunci biasanya dibawa pulang. Namun entah kenapa kata Vivi malam itu ia tak membawa pulang kunci brankas.
"Ya, saya ceroboh, kenapa tak bawa pulang," ujar Vivi dengan nada menyesal. Jika saja kunci tak ada besar kemungkinan pelaku tak membuka lemari, karena untuk membuka ATM saja dibutuhkan waktu kira-kira 1 jam. Apalagi lemari kecil tersebut tak terlihat sebagaimana layaknya brankas.
Diperkirakan pembongkaran ATM berlangsung selama 1 jam. Selama itu pula kedua karyawan yang terikat di mess tak berani bergerak melepaskan diri. Baru setelah sekitar pukul 05.00 WIB saat tak terdengar lagi suara-suara, Febrinio dan M Yusuf berani melepas ikatan yang membelit mereka. Setelah berhasil, keduanya mencoba turun dan melihat kondisi di lantai bawah (toko).
Karena kaget dan masih trauma, keduanya belum berani melakukan tindakan apa-apa memutuskan untuk menunggu hingga pagi.
"Kami langsung telpon korwil (kordinator wilayah) kami dan melapor ke Polsek Tenayan Raya," kata Febrino.
Pilihan pelaku melakukan aksi perampokan pada dini hari diduga karena jalanan di depan Alfamart tersebut selalu lengang sejak tengah malam. Menurut warga di sana hanya sesekali saja terdengar kendaraan melintas. Itupun tidak pernah menarik perhatian warga apalagi mendatangkan kecurigaan.
Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Kukuh Yulianto, melalui Kanitserse Iptu Syafril mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami dan mengidentifikasi seluruh TKP guna mendapatkan informasi. lengkap. Disebutkan Kapolsek, jumlah pelaku. Yang diperkirakan 6 orang tersebut menggunakan mobil, dimana 4 orang bertindak sebagai eksekutor di dalam toko dan dua lainnya berjaga-jaga di dalam mobil.***
Oce Satria
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Menurut pihak penyelidik kepolisian di TKP, diperkirakan uangnya berjumlah jutaan. Namun menurut A Firwan, karyawan PT Swadharma Sarana Informatika, vendor BRI yang biasa mengisikan ATM, jumlah uang uang diperkirakan ada sebesar Rp240 juta.
Karyawan Teledor, Brankas pun Tandas
Rupanya para pelaku yang sudah merasa aman berada di dalam, mencoba menyusuri seluruh ruangan di lantai 2. Pelaku akhirnya masuk ke ruang yang biasa dijadikan kantor. Di sini, pelaku menemukan ada kunci yang terselip diantara file. Mereka coba mencocokkan kunci pada lemari kecil di sudur ruangan berukuran 3 x 3 meter persegi tersebut. Besar kemungkinan pelaku penasaran dengan lemari yang terlihat tak begitu mencolok sebagai tempat penyimpanan uang itu. Rupanya pelaku "mujur" setelah kunci dicobakan di lemari, pintu lemari terbuka. Tak pelak, pelaku menyikat uang sejumlah Rp14 juta lebih hasil transaksi satu hari toko Alfamart.
Menurut penanggung jawab ruang kantor, Vivi Ayuni (23) yang malam itu terakhir pulang, menyebut bahwa kunci biasanya dibawa pulang. Namun entah kenapa kata Vivi malam itu ia tak membawa pulang kunci brankas.
"Ya, saya ceroboh, kenapa tak bawa pulang," ujar Vivi dengan nada menyesal. Jika saja kunci tak ada besar kemungkinan pelaku tak membuka lemari, karena untuk membuka ATM saja dibutuhkan waktu kira-kira 1 jam. Apalagi lemari kecil tersebut tak terlihat sebagaimana layaknya brankas.
Diperkirakan pembongkaran ATM berlangsung selama 1 jam. Selama itu pula kedua karyawan yang terikat di mess tak berani bergerak melepaskan diri. Baru setelah sekitar pukul 05.00 WIB saat tak terdengar lagi suara-suara, Febrinio dan M Yusuf berani melepas ikatan yang membelit mereka. Setelah berhasil, keduanya mencoba turun dan melihat kondisi di lantai bawah (toko).
Karena kaget dan masih trauma, keduanya belum berani melakukan tindakan apa-apa memutuskan untuk menunggu hingga pagi.
"Kami langsung telpon korwil (kordinator wilayah) kami dan melapor ke Polsek Tenayan Raya," kata Febrino.
Pilihan pelaku melakukan aksi perampokan pada dini hari diduga karena jalanan di depan Alfamart tersebut selalu lengang sejak tengah malam. Menurut warga di sana hanya sesekali saja terdengar kendaraan melintas. Itupun tidak pernah menarik perhatian warga apalagi mendatangkan kecurigaan.
Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Kukuh Yulianto, melalui Kanitserse Iptu Syafril mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami dan mengidentifikasi seluruh TKP guna mendapatkan informasi. lengkap. Disebutkan Kapolsek, jumlah pelaku. Yang diperkirakan 6 orang tersebut menggunakan mobil, dimana 4 orang bertindak sebagai eksekutor di dalam toko dan dua lainnya berjaga-jaga di dalam mobil.***
Oce Satria
Powered by Telkomsel BlackBerry®

