Laporan Eka Satria, Pekanbaru.
ULAH semena-mena para gerombolan geng motor kembali membuat cemas dan takut para pedagang kaki lima yang berjualan di malam hari, termasuk pedagang kuliner, pemilik warung rokok dan minuman.
Kejadian pada Ahad (18/8) dini hari di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki seakan mengulang kejadian s
erupa beberapa bulan lalu dimana aksi geng motor marak di Kota Pekanbaru dan sering menjarah warung-warung rokok milik pedagang malam. Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB kemarin, warung milik May (40) didatangi puluhan orang yang tidak dikenal yang diduga merupakan gerombolan geng motor.
Tanpa belas kasihan, puluhan anggota geng motor yang semula hendak mengejar seseorang di sekitar warung tersebut malah melakuan penjarahan. Mereka menjarah rokok dan bensin eceran yang ada. Setelah puas merampas barang-barang milik May, kawanan geng motor yang terlihat membawa senjata tajam tersebut langsung pergi.
Aksi geng motor beranggotakan kawanan "anak nakal" ini berdampak ke pedagang kuliner khusunya berjualan pada malam hari. Akibatnya, pengunjung yang menikmati nuansa malam sambil menikmati wisata kuliner malam hari turun dratis. Pada jam-jam mendekati tengah malam atau sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari jalan-jalan seperti jalan Kaharudin Nasution, Jalan Imam Munandar atau Harapan Raya dan lainnya sepi dilewati pengendara. Banyak warga yang hendak menikmati kuliner malam menjadi takut dan memilih tidak keluar rumah.
Bahkan di jalan protokol Jalan Sudirman pun ketakutan serupa juga melanda pedagang malam. Faruk, seorang pedagang rokok dan minuman yang biasa mangkal di depan Purna MTQ mengaku sejak beberapa bulan ini ia hanya berani berjualan mulai sore usai shalat ashar hingga pukul 20.00 WIB. Selepas itu ia tak berani meneruskan. Meski dedengkot geng motor, Klewang sudah ditangkap, ia tetap ciut.
"Takut pastilah bang. Mereka kalau sudah beraksi ndak tanggung-tanggung," ungkap Faruk. Walaupun belum pernah menjadi korban geng motor, tapi Faruk tetap khawatir kejadian yang dialami warung rokok di Jalan Pemuda tersebut menimpa dirinya pula.
"Untung hanya rokok dan minuman saja yang mereka ambil, coba kalau mereka main pisau?" tuturnya.
Sejumlah pedagang di Pasar Jongkok, Panam mengaku dulu di saat maraknya aksi geng motor, kunjungan masyarakat ke sana hanya terbatas hingga pukul 21.00 hingga pukul 22.00 WIB. Belakangan sejak Klewang diciduk polisi, mereka sudah merasa agak nyaman.
"Banyak juga pedagang di sini yang takut buka sampai jam 12 malam, tapi sampai sekarang masih aman-aman saja. Kalau pengunjung memang hanya ramai sampai jam 10 malam," ujar Sandi salah seorang pedagang Pasar Jongkok.
Apa yang diutarakan Sandi tersebut memang sudah menjadi fakta kondisi malam hari Kota Pekanbaru sejak fenomena mengganasnya aksi geng motor. Imbasnya, para pedagang malam yang mayoritas berjualan makan dan minuman kehilangan pengunjung.
Ketua Ikatan Sosial Pedagang Pasar Pekanbaru yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru sangat menyayangkan sekali ulah geng motor ini masih menghantui para pedagang malam.
“ Pekanbaru yang dulu aman sekarang berubah menjadi seram dan menakutkan. Bisa kita lihat betapa sepinya Pekanbaru pada malam hari. Pedagang yang berjualan di malam hari, sekarang sepi karena orang takut keluar malam. Mereka pedagang mie, jagung bakar, rokok gerobak, sate, nasi goreng, dan lain-lain menjadi terganggu," ujar Zaidir.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar sebelumnya sudah menegaskan akan menjaga suasana kondusif Kota Pekanbaru terutama di malam hari. Ia meminta kepada masyarakat termasuk pedagang yang menjajakan jualannya pada malam hari untuk tidak perlu takut. Namun kejadian penjarahan warung, Ahad dini hari kemarin seakan menjadi sinyal kepada pihak kepolisian agar lebih memperketat penjagaan keamanan kota di malam hari. ***
ULAH semena-mena para gerombolan geng motor kembali membuat cemas dan takut para pedagang kaki lima yang berjualan di malam hari, termasuk pedagang kuliner, pemilik warung rokok dan minuman.
Kejadian pada Ahad (18/8) dini hari di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki seakan mengulang kejadian s
erupa beberapa bulan lalu dimana aksi geng motor marak di Kota Pekanbaru dan sering menjarah warung-warung rokok milik pedagang malam. Dini hari sekitar pukul 01.00 WIB kemarin, warung milik May (40) didatangi puluhan orang yang tidak dikenal yang diduga merupakan gerombolan geng motor.
Tanpa belas kasihan, puluhan anggota geng motor yang semula hendak mengejar seseorang di sekitar warung tersebut malah melakuan penjarahan. Mereka menjarah rokok dan bensin eceran yang ada. Setelah puas merampas barang-barang milik May, kawanan geng motor yang terlihat membawa senjata tajam tersebut langsung pergi.
Aksi geng motor beranggotakan kawanan "anak nakal" ini berdampak ke pedagang kuliner khusunya berjualan pada malam hari. Akibatnya, pengunjung yang menikmati nuansa malam sambil menikmati wisata kuliner malam hari turun dratis. Pada jam-jam mendekati tengah malam atau sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari jalan-jalan seperti jalan Kaharudin Nasution, Jalan Imam Munandar atau Harapan Raya dan lainnya sepi dilewati pengendara. Banyak warga yang hendak menikmati kuliner malam menjadi takut dan memilih tidak keluar rumah.
Bahkan di jalan protokol Jalan Sudirman pun ketakutan serupa juga melanda pedagang malam. Faruk, seorang pedagang rokok dan minuman yang biasa mangkal di depan Purna MTQ mengaku sejak beberapa bulan ini ia hanya berani berjualan mulai sore usai shalat ashar hingga pukul 20.00 WIB. Selepas itu ia tak berani meneruskan. Meski dedengkot geng motor, Klewang sudah ditangkap, ia tetap ciut.
"Takut pastilah bang. Mereka kalau sudah beraksi ndak tanggung-tanggung," ungkap Faruk. Walaupun belum pernah menjadi korban geng motor, tapi Faruk tetap khawatir kejadian yang dialami warung rokok di Jalan Pemuda tersebut menimpa dirinya pula.
"Untung hanya rokok dan minuman saja yang mereka ambil, coba kalau mereka main pisau?" tuturnya.
Sejumlah pedagang di Pasar Jongkok, Panam mengaku dulu di saat maraknya aksi geng motor, kunjungan masyarakat ke sana hanya terbatas hingga pukul 21.00 hingga pukul 22.00 WIB. Belakangan sejak Klewang diciduk polisi, mereka sudah merasa agak nyaman.
"Banyak juga pedagang di sini yang takut buka sampai jam 12 malam, tapi sampai sekarang masih aman-aman saja. Kalau pengunjung memang hanya ramai sampai jam 10 malam," ujar Sandi salah seorang pedagang Pasar Jongkok.
Apa yang diutarakan Sandi tersebut memang sudah menjadi fakta kondisi malam hari Kota Pekanbaru sejak fenomena mengganasnya aksi geng motor. Imbasnya, para pedagang malam yang mayoritas berjualan makan dan minuman kehilangan pengunjung.
Ketua Ikatan Sosial Pedagang Pasar Pekanbaru yang juga anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru sangat menyayangkan sekali ulah geng motor ini masih menghantui para pedagang malam.
“ Pekanbaru yang dulu aman sekarang berubah menjadi seram dan menakutkan. Bisa kita lihat betapa sepinya Pekanbaru pada malam hari. Pedagang yang berjualan di malam hari, sekarang sepi karena orang takut keluar malam. Mereka pedagang mie, jagung bakar, rokok gerobak, sate, nasi goreng, dan lain-lain menjadi terganggu," ujar Zaidir.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar sebelumnya sudah menegaskan akan menjaga suasana kondusif Kota Pekanbaru terutama di malam hari. Ia meminta kepada masyarakat termasuk pedagang yang menjajakan jualannya pada malam hari untuk tidak perlu takut. Namun kejadian penjarahan warung, Ahad dini hari kemarin seakan menjadi sinyal kepada pihak kepolisian agar lebih memperketat penjagaan keamanan kota di malam hari. ***
