-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Drs. H. Bilhaya Athar MA, Dari Depag ke Dewan

| Juli 11, 2013 WIB
SELAIN Firdaus MT dan Yuzamri Yakub, birokrat lainnya yang tertarik masuk partai politik adalah Drs. H. Bilhaya Athar MA, kini anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru. Politisi Partai Demokrat ini adalah mantan birokrat yang pernah berdinas di Departemen Agama. Ia terakhir menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kota Pekanbaru pada 2003 lalu.

Mengapa kemudian pria kelahiran Kampar 5 july 1950 ini menjadi tertarik terjun ke dunia politik?

“Karena tertarik dengan figur SBY’’ ujarnya pendek mengemukakan alasannya. Namuan kemudian ia menjelaskan bahwa faktor SBY hanya sebagai pemicu saja. Lebih daripada itu sebenarnya suami : Hj. Rosnaningsih ini lebih tertarik untuk mengatualkan dan mewujudkan obsesi pribadinya. Diakuinya ia menyimpan visinya terhadap cita-cita memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ada semacam keyakinan di hati saya bila visi misi itu di aplikasikan secara maksimal, akan membawa bangsa dan negara ini lebih baik di bandingkan sebelumnya,” ungkapnya.

Karena itu pada pemilu 2009 lalu ia berbulat tekad maju memperebutkan kursi legislatif di DPRD Kota Pekanbaru. Melalui perahu Partai Demokrat Bilhaya akhirnya sukses duduk bersama 45 anggota dewan terpilih lainnya

Obesesi lainnya yang selalu menggelisahkannya adalah perilaku koruptif yang selama ini merasuk di kalangan penyelenggara negara dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Terutama masyarakat kecil yang kehilangan haknya lantaran perilaku korupsi pejabat.

Menurut Bilhaya, tidak boleh tidak, kekayaan negara seharusnya dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat. Sayangnya karena korupsi hanya dapat di nikmati oleh segelintir orang.

Sebagai wakil rakyat Bilhaya mengaku dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Dukungan tersebut bisa saja berupa aspirasi yang disampaikan ke dewan termasuk laporan dan pengaduan dari warga adalah hal penting.

Menurut Bilhaya jabatan sebagai wakil rakyat yang sedang dia emban sekarang adalah amanat yang berat, karena banyak masyarakat yang menaruh harapan di pundaknya.

Sesuai bidang yang sangat dipahaminya, Bilhaya concern mencermati agenda pendidikan dan keagamanaan. Ia terus berupaya dua bidang tersebut dapat membuat masyarakat lebih maju di samping meningkatnya perekonomian. Sesuai obesesinya semula bahwa kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan bila perilaku seluruh warga negara berada dalam koridor dan tatanan norma dan hukum. [eka satria]