PEKANBARU -- Kondisi kawasan sekitar Pasar Pagi Arengka kembali seperti semula, semrawut dan masih digunakannya badan jalan untuk berjualan oleh pedagang. Meski sebelumnya Wali Kota Firdaus MT berjanji akan melakukan penertiban usai lebaran, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilakukan penertiban.
Seperti terlihat dalam pantauan Pekanbaru MX, Senin (19/8) sejak pagi hingga siang hari ratusan pedagang sayur dan buah tumpah ruah mengisi hampir keseluruhan jalan dan trotoar di depan pasar Arengka. Padahal Pemko sudah memastikan bahwa jalan di depan Pasar Pagi Arengka seharusnya digunakan sebagai jalur lambat.
Akibat belum adanya aksi nyata pihak Pemko, saat ini kondisi di sekitar perempatan trafic light Arengka mengalami kekacauan arus lalu lintas. Apalagi di saat terjadi pemadaman listrik dimana traffic light ikut padam, kemacetan tak terhindarkan.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh banyaknya kendaraan baik roda dua maupun sepeda motor milik pedagang dan pengunjung yang parkir di bahu jalan Soekarno-Hatta.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru Dedi Gusriadi yang dimintai tanggapannya juga ikut gerah dengan kondisi yang tak kunjung tuntas di depan Pasar pagi Arengka tersebut.
"Mereka yang berjualan di median jalan harus ditindak tegas, karena akibatnya sudah terlihat, lalu lintas semrawut. Parkir liar di sana juga mesti ditertibkan," ujarnya. ia sangat menyayangkan sikap pedagang yang tak punya kesadaran untuk mematuhi aturan dan lebih suka main kucing-kucingan dengan petugas.
Wako Firdaus MT sendiri saat dimintai tanggapannya mengakui sudah mengetahui kondisi dimana median jalan sudah dialihfungsikan oleh pedagang tanpa hak, sehingga keberadaan mereka sangat menganggu arus lalau lintas, kenyamanan dan keindahan kota. ia sudah merencanakan agar pedagang yang ada di luar pasar atau saat ini berjualan di trotoar dan median jalan bisa masuk ke dalam pasar.
""Insyaallah nanti kita akan duduk bersama dengan para pedagang bagaimana agar mereka mau memahami kondisi. kita mengharapkan pengertian saudara-saudara kita di sana," kata Firdaus tentang tindakan yang akan dilakukannya. *3
Seperti terlihat dalam pantauan Pekanbaru MX, Senin (19/8) sejak pagi hingga siang hari ratusan pedagang sayur dan buah tumpah ruah mengisi hampir keseluruhan jalan dan trotoar di depan pasar Arengka. Padahal Pemko sudah memastikan bahwa jalan di depan Pasar Pagi Arengka seharusnya digunakan sebagai jalur lambat.
Akibat belum adanya aksi nyata pihak Pemko, saat ini kondisi di sekitar perempatan trafic light Arengka mengalami kekacauan arus lalu lintas. Apalagi di saat terjadi pemadaman listrik dimana traffic light ikut padam, kemacetan tak terhindarkan.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh banyaknya kendaraan baik roda dua maupun sepeda motor milik pedagang dan pengunjung yang parkir di bahu jalan Soekarno-Hatta.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru Dedi Gusriadi yang dimintai tanggapannya juga ikut gerah dengan kondisi yang tak kunjung tuntas di depan Pasar pagi Arengka tersebut.
"Mereka yang berjualan di median jalan harus ditindak tegas, karena akibatnya sudah terlihat, lalu lintas semrawut. Parkir liar di sana juga mesti ditertibkan," ujarnya. ia sangat menyayangkan sikap pedagang yang tak punya kesadaran untuk mematuhi aturan dan lebih suka main kucing-kucingan dengan petugas.
Wako Firdaus MT sendiri saat dimintai tanggapannya mengakui sudah mengetahui kondisi dimana median jalan sudah dialihfungsikan oleh pedagang tanpa hak, sehingga keberadaan mereka sangat menganggu arus lalau lintas, kenyamanan dan keindahan kota. ia sudah merencanakan agar pedagang yang ada di luar pasar atau saat ini berjualan di trotoar dan median jalan bisa masuk ke dalam pasar.
""Insyaallah nanti kita akan duduk bersama dengan para pedagang bagaimana agar mereka mau memahami kondisi. kita mengharapkan pengertian saudara-saudara kita di sana," kata Firdaus tentang tindakan yang akan dilakukannya. *3
