-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasar Induk Pekanbaru Bisa Kontrol Distribusi Sembako

| Agustus 24, 2013 WIB
KEHADIRAN Pasar Induk yang representativ sudah sangat mendesak dibangun oleh Pemko Pekanbaru. Desakan tersebut bukan saja datang dari kalangan pedagang dan pihak-pihak yang selama ini beraktifitas di Pasar Cik Puan tapi juga kalangan DPRD Kota Pekanbaru.

Kawasan depan Pasar Cik Puan selama ini dijadikan sentra bongkar muat dan distrubisi komoditas hasil pertanian dan banyak dikeluhkan warga.

Selain karena bukan peruntukannya, aktifitas bongkar muat yang selaliu berlangsung dini hari itu juga berdampak pada kebersihan wajah kota. 

Ketua Persatuan pedagang Pasar Cik Puan, H. Imran Sadin membenarkan kondisi areal di depan Pasar Cik Puan sering terlihat kotor oleh sampah sisa aktifitas pedagang sayur dini hari. 

Banyak pedagang yang mengeluhkan aktifitas bongkar muat menyebabkan ruas jalan di depan Pasar Cik Puan jadi semrawut. Mewakili para pedagang Pasar Cik Puan, ia berharap Pemko Pekanbaru segera merealisasikan dibangunnya Pasar Induk.

"Sebaiknya mereka diberikan tempat untuk aktifitas bongkar muat, jangan di sini," kata H. Imran Sadin.

Sejauh ini sudah terdengar rencana Pemko Pekanbaru untuk membangun sebuah Pasar Induk di Jalan Teropong, Kecamatan Tampan setelah rencana semula di kawasan Terminal Bandaraya Payung Sekaki dibatalkan. 

Seperti dirilis Bappeda Kota pekanbaru, alasan perubahan lokasi itu memperhitungkan tingkat pertumbuhan penduduk di kawasan Bandar Raya Payung Sekaki yang cukup tinggi.

Untuk itu pembangunan ini dipindahkan di kawasan yang tidak padat penduduk. Alasan lainnya adalah menghindari dampak pada kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Rencananya, Pasar Induk tersebut kelak bakal difungsikan sebagai sentra aktifitas bongkar muat, distribusi hasil pertanian dan aktifitas perdagangan. Semua kendaraan yang mengangkut barang dari luar diwajibkan masuk dan melakukan proses bongkat muat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal Ali Akbar mengamini harapan para pedagang untuk segera diwujudkannya pasar induk di Pekanbaru.

"Pasar Induk yang diprogramkan oleh Walikota pada prinsipnya disetujui, tentunya dengan konsep yang terarah dan terencana dengan baik. Dewan sangat mendukung pembangunan pasar induk ini," katanya. 

Namun untuk mendukung keberadaan pasar induk, Nofrizal menginginkan penanganan yang komprehensif. Karena itu, katanya, DPRD akan mengusulkan Perda Pasar Induk nantinya juga dikaitkan dengan pengaturan pedagang kaki lima (PKL)

Dengan kehadiran pasar induk, berarti dapat dilakukan kontrol dan pengumpulan informasi distribusi komoditas oleh pemerintah. Semua bahan pokok bisa dikontrol peredarannya karena harus terlebih dahulu masuk ke pasar induk baru disalurkan ke pedagang. Pasar Induk diharapkan mampu memberikan data kebutuhan konsumen, di wilayah cakupannya dari segi jumlah, kualitas dan harga.

Apabila jaringan Pasar Induk sudah memadai, maka data kebutuhan dari Pasar Induk akan bisa digunakan sebagai input pasar-pasar penunjang baik dalam hal menyesuaikan jumlah serta kualitas yang dibutuhkan pasar .

Mengenai lahan, Asisten II Kota Pekanbaru Dorman Djohan, memastikan sudah ada sekitar 3 hektare lahan yang sudah dibebaskan.

"Yang pasti tentu dibuat detail engineering design nya atau DED, kemudian nanti baru tahap pembangunan." ujar Dorman. ***