-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jabarullah, Mengusung Idealisme dan Semangat

| Agustus 24, 2013 WIB
POLITISI Partai Persatuan Pembangunan Riau, Jabarullah ternyata memang sejak masa sekolah sudah merencanakan pilihan; terjun di dunia politik praktis. Tak salah bila kemudian ia sengaja memilih studi ilmu sosial politik di Fisipol Universitas Riau.

Ia pun kemudian bergabung dengan PPP dan aktif dalam berbagai kegiatan DPW PPP Riau. Aktifitas tersebut ia realisasikan dengan melibatkan diri sebagai pegawai sekretariat di kantor DPW PPP Riau sejak 1996. Sampai akhirnya ia masuk struktur kepengurusan partai sebagai Wakil Sekretaris DPC PPP Kota Dumai Periode1999-2006.

Keterlibatannya yang sangat intens dengan aktifitas kepartaian membuat dirinya kemudian masuk sebagai caleg Partai Persatuan Pembangunan untuk kursi DPRD Riau di daerah pemilihan Indragiri Hilir. Jabarullah sukses meraup suara dan duduk sebagai wakil rakyat. Sebelumnya ia dua kali mencalonkan diri dan gagal yakni sebagai Caleg DPRD Kota Dumai di dapil Dumai Barat pada pemilu 1999 dan Caleg DPRD Provinsi Riau di dapil Rokan Hilir dan Rokan Hulu pada pemilu 2004.

Pengalaman tersebut menjadikannya paham bahwa segala usaha dan upaya tidak semata-mata mengandalkan kemampuan diri pribadi. Ada kekuatan lain yang pasti berperan.

”Pada dasarnya kita sebagai manusia hanya tinggal menjalani apa yang telahdi gariskan Allah,” ujar pria kelahiran Bagan Siapiapi 11 November 1972 ini.

Tak berbeda dengan para politisi lain, Jabarullah juga mengusung idealisme yang tinggi dan semangat uintuk berbuat lebih maksimal untuk Riau, terlebih bagi masyarakat yang telah mempercayakan amanah baginya di Indragiri Hilir.

Untuk Riau sendiri, selama ini Jabarullah aktif menyumbangkan waktu dan pikirannya dalam posisinya sebagai legislator. Selain menyoroti berbagai kebijakan eksekutif (Pemprov Riau) ia juga tak ketinggalan menanggapi berbagai isu dan persoalan sosial masyarakat yang berkembang.

Jabar, misalnya sangat menyesalkan batalnya Riau sebagai tuan rumah iven internasional Islamic Solidarity Games (ISG) yang oleh pemerintah pusat dipindah ke Palembang. Padahal ISG adalah iven bergengsi dan Riau sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan.

"Tentu kita sangat sesalkan kebijakanya yang diambil pemerintah pusat dengan pemindahan ISG ke Palembang. Ini berarti keputusan pusat yang tidak menghargai Riau sebagai daerah yang telah banyak berkorban untuk mempersiapkan diri jadi tuan rumah ISG," kata Jabarullah tentang ISG.

“Riau memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kaya. Seharusnya kenyataan itu harus memberi kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat Riau. Hal inilah yang terus kita perjuangkan bersama-sama,” pungkasnya. [eka satria *3]