PEKANBARU -- Kedatangan 50 bus tambahan untuk mengisi 5 koridor baru kedepannya akan dioperasikan dengan menggunakan sistem Bus Rapid Transit atau bus cepat dengan pembayaran sekali jalan. Penumpang hanya membayar satu tiket dan bisa meneruskan perjalanan ke koridor lain tanpa tambahan ongkos.
Menurut Dirut PD Pembangunan Pekanbaru yang mengoperasikan Transmetro tersebut, Heri Susanto, sistem tersebut selama ini sudah berjalan untuk dua koridor lama. Namun dengan penambahan lima koridor baru sistem trsebut akan diberlakukan dengan pengawasan ketat. Dengan sistem BRT seluruh perjalanan akan terkoneksi dengan tujuh koridor yang saat ini sudah ada.
“Artinya, dengan sekali membayar tiket, penumpang Transmetro bisa sepuasnya berkeliling kota Pekanbaru,” kata Heri menjawab Pekanbaru MX , Rabu (16/7)
Bagi penumpang yang hendak berpergian dari satu koridor dan menuju koridor lain bahkan selurtuh koridor, cukup hanya membayar satu tiket. Caranya, penumpang cukup berhenti di halte transit kemudian berpindah ke ke bus lain sambil tetap memegang tiket.
Untuk melancarkan program tersebut Heri Susanto mengatakan pihak sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh awak pramugara bus Transmetro.
“Jika penumpang kebingungan mengenai koridor maupun hal lainnya dapat meminta penjelasan kepada awak pramugara. Selanjutnya awak pramugara akan mengarahkan penumpang pada halte dan bus transit yang tepat sesuai tujuan penumpang,” jelasnya. Pihak PD Pembangunan juga sudah menempelkan halte-halte tertentu yang berfungsi sebagai halte transit.
Namun Heri juga mengakui sistem tersebut masih butuh sosialisasi dan pengaturan yang lebih ketat untuk menghindari kecurangan baik oleh oknum awak pramugara maupun oknum penumpang.
Dari pengalaman selama ini untuk dua koridor, ada oknum awak bus transmetro yang berbuat curang dengan tidak memberikan karcis atau tiket kepada penumpang namun saat penumpang turun baru dimintai ongkos.
Salah seorang penumpang, Erni yang tiap hari naik Transmetro jurusan Pasar Pusat - Pandau sering mengalami kejadian dimana oleh awak Transmetro penumpang yang dari Pasar Pusat tidak dimintai ongkos di awal keberangkatan sekaligus diberikan karcis, namun ditagih saat penumpang turun.
"Motifnya pasti, para penumpang dianggap sebagai penumpang transit dari Kulim. Jumlahnya lumayan banyak, antara 11 sampai 20 penumpang. Lumayan khan?" tutur Erni. Menurut Erni kondisi halte transit dan mental awak pramugara perlu dibenahi lagi.
Heri Susanto sendiri menyadari kondisi tersebut. Namun ia mengatakan beberapa oknum awak pramugara sudah ada yang dipecat berkat laporan dari masyarakat.
"Saya tidak main-main soal ini, pramugara curang akan dipecat. Makanya kepada penumpang diharapkan informasi dan kalau ada kecurangan silakan laporkan," pungkas Heri [eka satria]*3
Menurut Dirut PD Pembangunan Pekanbaru yang mengoperasikan Transmetro tersebut, Heri Susanto, sistem tersebut selama ini sudah berjalan untuk dua koridor lama. Namun dengan penambahan lima koridor baru sistem trsebut akan diberlakukan dengan pengawasan ketat. Dengan sistem BRT seluruh perjalanan akan terkoneksi dengan tujuh koridor yang saat ini sudah ada.
“Artinya, dengan sekali membayar tiket, penumpang Transmetro bisa sepuasnya berkeliling kota Pekanbaru,” kata Heri menjawab Pekanbaru MX , Rabu (16/7)
Bagi penumpang yang hendak berpergian dari satu koridor dan menuju koridor lain bahkan selurtuh koridor, cukup hanya membayar satu tiket. Caranya, penumpang cukup berhenti di halte transit kemudian berpindah ke ke bus lain sambil tetap memegang tiket.
Untuk melancarkan program tersebut Heri Susanto mengatakan pihak sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh awak pramugara bus Transmetro.
“Jika penumpang kebingungan mengenai koridor maupun hal lainnya dapat meminta penjelasan kepada awak pramugara. Selanjutnya awak pramugara akan mengarahkan penumpang pada halte dan bus transit yang tepat sesuai tujuan penumpang,” jelasnya. Pihak PD Pembangunan juga sudah menempelkan halte-halte tertentu yang berfungsi sebagai halte transit.
Namun Heri juga mengakui sistem tersebut masih butuh sosialisasi dan pengaturan yang lebih ketat untuk menghindari kecurangan baik oleh oknum awak pramugara maupun oknum penumpang.
Dari pengalaman selama ini untuk dua koridor, ada oknum awak bus transmetro yang berbuat curang dengan tidak memberikan karcis atau tiket kepada penumpang namun saat penumpang turun baru dimintai ongkos.
Salah seorang penumpang, Erni yang tiap hari naik Transmetro jurusan Pasar Pusat - Pandau sering mengalami kejadian dimana oleh awak Transmetro penumpang yang dari Pasar Pusat tidak dimintai ongkos di awal keberangkatan sekaligus diberikan karcis, namun ditagih saat penumpang turun.
"Motifnya pasti, para penumpang dianggap sebagai penumpang transit dari Kulim. Jumlahnya lumayan banyak, antara 11 sampai 20 penumpang. Lumayan khan?" tutur Erni. Menurut Erni kondisi halte transit dan mental awak pramugara perlu dibenahi lagi.
Heri Susanto sendiri menyadari kondisi tersebut. Namun ia mengatakan beberapa oknum awak pramugara sudah ada yang dipecat berkat laporan dari masyarakat.
"Saya tidak main-main soal ini, pramugara curang akan dipecat. Makanya kepada penumpang diharapkan informasi dan kalau ada kecurangan silakan laporkan," pungkas Heri [eka satria]*3
