RAMADHAN 1434 H tahun 2013 ini adalah Ramadhan kedua bagi Firdaus MT sebagai Wali Kota Pekanbaru. Bagi mantan Kadis PU Pemprov Riau ini, semangatnya tetap sama yakni semangat mengisi bulan suci Ramadhan dengan amaliah dan silaturahmi antara dirinya sebagai pemimpin dengan warga kota. Salah satunya dengan safari Ramadhan yang merupakan agenda rutin tahunan Pemko Pekanbaru.
Bicara tentang menjalankan ibadah puasa dan kewajiban menjalankan tugas, menurut Firdaus korelasinya harus ada nilai positif. Bukan sebaliknya, puasa dijadikan alasan bermalas-malasan.
“Menjalankan puasa harus makin memacu etos kerja. Jangan justru jadi halangan bagi kita dalam bekerja, terutama PNS di lingkungan Pemko Pekanbaru. Ingat, Rasulullah dulu berperang justru di saat bulan puasa,” tutur Firdaus.
Religiusitas dalam diri Firdaus MT memang sudah terpatri sejak kecil. Karena begitulah ia dididik dalam asuhan kedua orang tuanya. Termasuk bagaimana mengisi bulan suci Ramadhan dengan amaliyah.
“Justru dalam bulan puasa ini amal dan kinerja kita harus ditingkatkan. Karena sesuai janji Allah SWT semua kebaikan akan diganjar pahala,” ujarnya.
Sikap seperti itu menurut Firdaus adalah penting dalam cita-cita mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani. Cita-cita tersebut harus didukung dengan kualitas SDM yang bermoral dan beriman serta bertaqwa selain memiliki kompetensi tinggi.
"Khatib, imam dan mubaligh bersama Pemko Pekanbaru bertanggung jawab dalam menarik minat warga untuk meramaikan masjid dalam melaksanakan ibadah sholat bersama dan kegiatan lainnya," katanya. Dalam catatan Pemko Pekanbaru, saat ini ada sekitar 900 jumlah imam, khatib dan mubaligh yang tersebar di hampir 600 masjid dan surau.
Terakhir, Wali Kota yang familiar dengan suara seraknya ini menitip pesan Ramadhan kepada seluruh warga Kota.
“Saya ucapkan selamat menjalankan puasa Ramadan 1434 H. Barangkali ada tutur kata, tegur sapa, mungkin juga kebijakan pemerintahan tidak sesuai dengan harapan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Firdaus MT. [eka satria]*3
Bicara tentang menjalankan ibadah puasa dan kewajiban menjalankan tugas, menurut Firdaus korelasinya harus ada nilai positif. Bukan sebaliknya, puasa dijadikan alasan bermalas-malasan.
“Menjalankan puasa harus makin memacu etos kerja. Jangan justru jadi halangan bagi kita dalam bekerja, terutama PNS di lingkungan Pemko Pekanbaru. Ingat, Rasulullah dulu berperang justru di saat bulan puasa,” tutur Firdaus.
Religiusitas dalam diri Firdaus MT memang sudah terpatri sejak kecil. Karena begitulah ia dididik dalam asuhan kedua orang tuanya. Termasuk bagaimana mengisi bulan suci Ramadhan dengan amaliyah.
“Justru dalam bulan puasa ini amal dan kinerja kita harus ditingkatkan. Karena sesuai janji Allah SWT semua kebaikan akan diganjar pahala,” ujarnya.
Sikap seperti itu menurut Firdaus adalah penting dalam cita-cita mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani. Cita-cita tersebut harus didukung dengan kualitas SDM yang bermoral dan beriman serta bertaqwa selain memiliki kompetensi tinggi.
"Khatib, imam dan mubaligh bersama Pemko Pekanbaru bertanggung jawab dalam menarik minat warga untuk meramaikan masjid dalam melaksanakan ibadah sholat bersama dan kegiatan lainnya," katanya. Dalam catatan Pemko Pekanbaru, saat ini ada sekitar 900 jumlah imam, khatib dan mubaligh yang tersebar di hampir 600 masjid dan surau.
Terakhir, Wali Kota yang familiar dengan suara seraknya ini menitip pesan Ramadhan kepada seluruh warga Kota.
“Saya ucapkan selamat menjalankan puasa Ramadan 1434 H. Barangkali ada tutur kata, tegur sapa, mungkin juga kebijakan pemerintahan tidak sesuai dengan harapan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Firdaus MT. [eka satria]*3
