PEKANBARU -- Data otentik serta inventarisir unsur kewilayahan seperti penamaan pulau dan administrasi kewilayahan mendesak dilakukan pendataan dan pembakuan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Mambang Mit dalam rapat Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pembakuan Nama RupaBumi unsur Alami Provinsi Riau tahun 2013 yang diikuti oleh seluruh Kepala Bagian Pemerintahan dan camat yang berada di seluruh kabupaten dan kota se Riau, Sabtu (23/3) di Kantor Gubernur Riau. Rakor tersebut didukung dengan mengahdirkan nara sumber Kepala Badan Informasi Geospasial , Dra.Ir. Ida Herliningsih dan Kepala Pengembangan Perlindungan Badan pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendagri Drs. Abdul Gafar Ruskhan, M.Hum.
Mambang mengatakan, guna mendorong dan mempercepat pelaksanaan pendataan serta inventarisir unsur kewilayahan tersebut, perlu upaya-upaya koordinasi yang intens untuk mencapai persamaan persepsi aparatur tentang teknis pelaksanaanya serta mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan.
Dia juga berharap seluruh peserta Rakor bersinergi untuk mensukseskan kegiatan tersebut sehingga tidak ada lagi kabupaten atau kota yang masih memandang program ini belum prioritas. Karena menurut Mambang, pendataan dan pembakuan nama dimaksudkan agar tidak adalagi kemungkinan beruba-rubah sehingga timbul ketidakjelasan di lapangan, misalnya mengenai perbatasan.
Mengenai perbatasan, dicontohkan masalah yang timbul dengan Pemprov Jambi, dimana muncul informasi yang menyebutkan wilayah Riau sepanjang 7 KM diklaim oleh Jambi. Sekitar 7 Km wilayah Indragiri Hulu diklaim Jambi berada dikawasannya. Permasalahan itu ditemukan di batas Desa Alim dengan posisi KM 27 yang bergeser ke KM 34 ke Sungai Santan di KM 34 Jambi.
Persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan dengan kesepakatan Pemprov Riau dengan Pemprov Jambi. Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau M Guntur mengungkapkan kesepakatan sudah dicapai kedua belah pihak dan sudah tertera hitam diatas putih hanya saja belum dibuatkan Permendagrinya.
"Sudah selesai itu hitam diatas putih. Kalau ada permasalahan lagi nanti kita akan cek langsung ke lapangan," kata Guntur saat dikonfirmasi. Pemprov, kata Guntur akan meminta tim dari Indragiri Hulu melihat langsung ke lapangan dan selanjutnya dilaporkan ke Pemprov Riau.