-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasar Bersih Masih Jadi Barang Mahal

| Maret 24, 2013 WIB
PEKANBARU -- Melihat kondisi Pasar Sail di Jalan Hang Tuah, saat ini sangat memprihatinkan. Pasar yang terbilang sudah tua tersebut tidak terawat dengan baik, bahkan cenderung dibiarkan kotor. Meskipun sudah sering dikeluhkan pedagang dan pengunjung, namun sampai sekarang belum terlihat aksi nyata dari pihak ketiga yang mengurus masalah kebersihan pasar.
Jika dilihat dari luar, pasar ini kelihatan mewah dengan gedung yang bagus. Sayangnya di dalam banyak kios dan lapak yang kosongi. Pasar Sail ini dulunya tidaklah memiliki gedung mewah seperti saat ini namun aktivitas jual beli di sana sangat tinggi. Tapi setelah memiliki gedung, justru banyak kios dan lapak yang kosong dan ini menjadi tanda tanya, apalagi para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli dan masalah kebersihan.

Padahal menurut pedagang di Pasar Sail, Wali Kota berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola. Bagaimana realisasinya sampai kini belum terlihat kinerja yang maksimal dari pengelola kebersihan.

“Yang namanya jual beli, bisnis atau pasar, yang paling utama adalah pelayanan kita pada calon pembeli. Betul, bukan? Sikap kita dan kebersihan pasar adalah hal utama. Calon pembeli harus dilayani dengan menunjukkan bahwa mereka senang dan nyaman berada di pasar,” tutur H Ediswal seorang pedagang dalam perbincangan dengan Kilas Riau.

Apa yang disampaikan H Ediswal memang ada benarnya. Seperti diingatkan Wali Kota Firdaus MT beberapa waktu lalu bahwa kebersihan pasar menjadi salah satu faktor memancing minat masyarakat datang berbelanja.

Sementara kondisi yang terjadi di sejumlah pasar milik Pemko memiliki permasalahan yang hampir sama yakni rendahnya tingkat kunjungan masyarakat. Selain faktor semakin menjamurnya pasar kaget dan kondisi transportasi umum, maka soal kebersihan pasar juga menjadi kendala sulitnya menarik minat masyarakat . Pemko sendiri belum mendapatkan hasil yang diharapkan dari kontribusi pasar tradisional. Sebagian bahkan diakui Wali Kota masih terjadi tunggakan setoran dari manajemen pasar. 6 pasar di bawaah tangguang jawab Pemko tak satupun yang memberikan nilai keuntungan dalam peningkatan PAD. Akibatnya setiap tahun Pemko Pekanbaru harus mengeluarkan subsidi sebesar Rp 3,5 miliyar untuk enam pasar tradisional milik Pemko tersebut, termasuk Pasar Sail.

Namun pihak pedagang yang dimintai tanggapannya mengenai terus meruginya pengelolaan pasar milik Pemko mengatakan, seharusnya Pemko juga berpikir keras bagaimana caranya membuat pasar mampu menarik minat masyarakat berbelanja. Selain itu Pemko juga diminta segera menertibkan pasar kaget yang menjamur saat ini.***