PENGARUH suasana Natal dan Tahun Baru terhadap lonjakan harga tak berbeda jauh dengan suasana lebaran di sejumlah pasar. Di akhir tahun saat perayaan natal dan tahun baru sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Pekanbaru juga mengalami kenaikan. Kenaikan Kepokmas tersebut terpantau di sejumlah pasar yang ada di Pekanbaru.
Di Pasar Agus Salim dan Pasar Dupa misalnya, Selasa (31/12) harga ayam potong yang biasanya masih bisa dibawa pulang seharga Rp 16.000 per kilo, naik menjadi Rp 23.000 per kilo. Kendati kenaikannya cukup tinggi namun minat masyarakat untuk membeli ayam potong terlihat tak menyusut.
Beberapa item lain yang juga mengalami kenaikan misalnya beras kualitas baik mengalami kenaikan dari Rp 10.000 perkilo menjadi Rp 12.000. Untuk beberapa jenis beras lain ada yang mengalami kenaikan Rp Rp 1000 namun ada juga yang tetap dengan harga lama. Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditi tomat dimana saat ini harga sudah mencapai Rp 13.000, padahal sebelumnya masih Rp 8000.
Sementara itu cabe merah, komoditi yang berasal dari Medan Sumatera Utara ikut terdongkrak naik oleh suasana natal dan tahun baru. Jika harga sebelumnya masih berkisar antara Rp 38.000 hingga Rp 40.000, sekarang dijual dengan harga Rp 53.000 perkilo. Mengalami kenaikan sekitar Rp 15.000 dibandingkan pekan lalu. Kenaikan tersebut menurut beberapa pedagang diduga karena beberapa agen dari Sumut mengurangi aktifitas pengiriman komoditi karena perayaan natal dan tahun baru. Ditambah pula letusan Gunung Sinabung ikut berdampak terhadap produksi cabe. Para pedagang memperkirakan hingga sepekan ke depan kenaikan masih terjadi.
Kondisi pasar kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan harga pada sejumlah komoditi tersebut menurut pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru sudah diprediksi. Secara hukum pasar memang saat ini terjadi situasi dimana meningkatnya permintaan sementara persediaan berkurang.
Seperti disampaikan Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Asdalius, Disperindag tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi tidak terjadi kelangkaan.
"Walaupun kenaikan cukup signifikan, namun kenaikan masih dikategorikan hal biasa sebab sudah menjadi kebiasaan pada musim liburan harga di Pekanbaru mengalami kenaikan," katanya saat dikonfirmasi.***
Di Pasar Agus Salim dan Pasar Dupa misalnya, Selasa (31/12) harga ayam potong yang biasanya masih bisa dibawa pulang seharga Rp 16.000 per kilo, naik menjadi Rp 23.000 per kilo. Kendati kenaikannya cukup tinggi namun minat masyarakat untuk membeli ayam potong terlihat tak menyusut.
Beberapa item lain yang juga mengalami kenaikan misalnya beras kualitas baik mengalami kenaikan dari Rp 10.000 perkilo menjadi Rp 12.000. Untuk beberapa jenis beras lain ada yang mengalami kenaikan Rp Rp 1000 namun ada juga yang tetap dengan harga lama. Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditi tomat dimana saat ini harga sudah mencapai Rp 13.000, padahal sebelumnya masih Rp 8000.
Sementara itu cabe merah, komoditi yang berasal dari Medan Sumatera Utara ikut terdongkrak naik oleh suasana natal dan tahun baru. Jika harga sebelumnya masih berkisar antara Rp 38.000 hingga Rp 40.000, sekarang dijual dengan harga Rp 53.000 perkilo. Mengalami kenaikan sekitar Rp 15.000 dibandingkan pekan lalu. Kenaikan tersebut menurut beberapa pedagang diduga karena beberapa agen dari Sumut mengurangi aktifitas pengiriman komoditi karena perayaan natal dan tahun baru. Ditambah pula letusan Gunung Sinabung ikut berdampak terhadap produksi cabe. Para pedagang memperkirakan hingga sepekan ke depan kenaikan masih terjadi.
Kondisi pasar kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan harga pada sejumlah komoditi tersebut menurut pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru sudah diprediksi. Secara hukum pasar memang saat ini terjadi situasi dimana meningkatnya permintaan sementara persediaan berkurang.
Seperti disampaikan Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Asdalius, Disperindag tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi tidak terjadi kelangkaan.
"Walaupun kenaikan cukup signifikan, namun kenaikan masih dikategorikan hal biasa sebab sudah menjadi kebiasaan pada musim liburan harga di Pekanbaru mengalami kenaikan," katanya saat dikonfirmasi.***
