-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kampanye Cagubri di Pasar: Jangan Kacang Lupa Kulit

| September 02, 2013 WIB
PEKANBARU – Magnet pedagang pasar sebagai lumbung suara masih tetap menarik Calon Gubernur dan Calo Wakil Gubernur Riau. Sampai hari ke 6 masa kampanye, sejumlah pasar tradisional dan pasar kaki lima sudah dikunjungi oleh kelima pasangan calon. Pedagang terlihat cukup antusias menyambut blusukan yang dilakukan para calon pemimpin Riau tersebut.

Calon Gubernur Riau nomor urut 4, Achmad, melakukan Kampanye terbuka di pasar Sail, Kecamatan Sail, Rabu (21/8). Di pasar yang perkembangannya kurang menggembirakan tersebut, Acmad menyempatkan berbelanja beberapa barang dan membagi-bagikanya kepada masyarakat.

"Sebelum ke Pasar Sail, Kita sudah megunjungi pasar Arengka, dan pasar Tagor," kata Tim Pemenangan Achmad-Masrul, Agus di sela-sela rombongan mendampingi Achmad di Pasar Sail.

Berkesempatan bertemu langsung calon Gubernur, para pedagang tak menyia-nyiaakan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka. Keluhan yang paling mengemuka adalah menyangkut sarana dan prasarana pasar Sail yang mulai tua.

Sebelumnya di hari pertama kampanye Senin (19/8) pasangan Achmad, Masrul Kasmy menyusuri Pasar Limapuluh di jalan Sultan Syarif Kasim. Di pasar tersebut, kembali keluhan pedagang tentang kondisi bangunan fisik pasar yang sudah tak layak agar segera diperbaiki oleh pemerintah.

Tak hanya pasar tradisional, pasar senggol yang notabene dihuni oleh pedagang kaki lima tak ketinggalan dari perhatian Cagubri. Jon Erizal, yang terkenal dengan kode jari tangan kirinya itu Jumat (23/8) menemui pedagang pasar sengol dan MTC Giant, Panam. Di Pasar yang mengalami musibah kebakaran menjelang lebaran lalu itu, JE spontan memberikan bantuan bahan untuk perbaikan lokasi yanga terbakar. Ia juga berjanji kelak jika dipercaya menjadi orang nomor satu Riau dirinya akan memperhatikan dan selalu memikirkan kemajuan pedagang.

Kuatnya magnet pedagang dan pasar tradisional sebagai arena sosialisasi dan kampanye juga terlihata daria keputusan Cagubri Lukman Edi (LE) yanga lebih memilih mengunjungi pedagag Pasar Baru Pangkalan Kerinci ketimbang berkampanye di lapangan terbuka, Rabu 21/8) lalu. Padahal KPU Pelalawan telah menyiapkan lokasi kampaye di lapangan bola kaki Pangkalan Kerinci Kota.

Pasangan Cagubri dan Cawagubri Herman Abdullah - Agus Widayat (HA) di hari ke lima juga memilih blusukan menemui pedagang pasar. Kamis (22/8) lalu Pasar Jaya Mukti, Kota Dumai menjadi tujuan kampanye dialogis mantan Wali Kota Pekanbaru tersebut. Di sini, Herman ditodong dengan berbagai pertanyaaan terkait persoalan pasar tradisional menghadapi gempuran pasar modern yang selama ini terkesan tanpa proteksi dari pemerintah.

Tak mau ketinggalan, pasangan Cagubri-Cawagubri nomor urut 2, Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman mengunjungi pedagang di Pasar Air Molek yang terbakar beberapa hari lalu dan Pasar Sri Gading Air Molek, Indragiri Hulu.

"Kampanye dengan bertemu langsung warga untuk berdialog lebih pas untuk mengetahui apa yang diinginkan pedagang. Berbeda dengan kampanye terbuka, itu hanya ada komunikasi satu arah,’’ ujar Arsyadjuliandi Rachman tentang alasannya blusukan ke pasar-pasar tradisional.

Para pedagang yang dimintai tanggapannya tentang tingginya antusias para calon masuk ke pasar-pasar berkampanye mengaku senang dikunjungi calon pemimpin tersebut. Namun mereka berharap aksi tersebut tidak hanya dilakukan saat kampanye saja.

"Kalau bisa setelah duduk jadi gubernur, sering-seringlah melihat keadaan pasar. Jangan nanti seperti kacang lupa sama kulit. Jangankan datang ke pasar, pedagang mau bertemu pejabat saja susahnya minta ampun. Contoh saja pedagang Pasar Jongkok yang tak mau ditemui Wali Kota untuk dialog, padahal dulu waktu kampanye blususkan juga ke sana (pasar jongkok)," kata salah seorang pedagang di Pasar Sail. ***