-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pedagang Pakaian Profit Taking Jelang Lebaran

| Agustus 04, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

TINGGAL 3 hari lagi jelang malam takbiran Idul Fitri 1434 H, serbuan masyarakat ke pasar tradisional dan pusat perbelanjaan daan mall semakin meningkat. Perburuan mendapatkan pakaian lebaran membuat suasana pasar terlihat penuh sesak. Pedagang pun di berbagai pasar menjadikan momen kali sebagai momen keberuntungan tahunan.

Ibarat pelaku pasar saham yang melakukan profit taking atau aksi ambil untung dengan jual cepat , para pedagang pakaian dan kebutuhan lebaran lainnya juga melakukan hal yang sama. Rata-rata pedagang tak lagi mengambil untung besar tapi melakukan penjualan dengan margin keuntungan tipis namun frekwensinya tinggi.

Beberapa pasar tradisional yang terpantau Pekanbaru MX, Sabtu dan Ahad , aksi ambil untung cepat tersebut mewarnai suasana jual beli. Sejumlah item pakaian yang sebelumnya dijual dengan harga tinggi, sekarang banyak dilepas dengan mengurangi margin keuntungan.

Salah seorang pedagang pakaian anak-anak di Pasar Cik Puan, Etty, mengaku untuk sepekan sebelum lebaran dirinya melakukan penurunan harga jual dibanding hari-hari biasa. Hal tersebut dilakukannya agar omset bisa terkejar dan kemungkinan penumpukan sisa stok bisa dihindarkan.

“Kalau tak begitu, nanti resikonya barang ndak kejual, stok menumpuk. Lebih baik jual banyak walaupun untung sedikit,” kata Etty menjelaskan strategi penjualannya. Selain melakukan penjualan di kios penampungan Pasar Cik Puan yanga ditempatinya, Etty juga dibantu oleh saudaranya menjual stok di Pasar Jongkok, Jalan MS Amin, Tabek Gadang.

“Kebetulan stok banyak, jadi tak mungkin rasanya hanya mengandalkan di sini,” sambungnya.

Sementara itu di Pasar Pusat Sukaramai intensitas kunjungan masyarakat juga terlihat sangat tinggi. Serupa dengan pedagang di pasar-pasar lainnya, para pedagang pakaian terutama busana muslimah dan anak-anak juga melakukan strategi jual cepat. Misalnya gamis yang dijual di hari-hari biasa seharga Rp 300 ribu, kali ini bisa turun hingga Rp 200 ribu hingga Rp 170 ribu. Harga celana anak-anak jenis jeans untuk usia 5 tahun misalnya, dijual Rp 35 ribu, sementara di hari biasa harganya bisa mencapai Rp 60 ribu.

Tak berbeda dengan pasar tradisional, para pedagang kaki lima baik di Pasar Senggol Panam maupun di Pasar Jongkok Jalan MS Amin juga mengambil inisiatif obral barang. Demi mengejar omset , para pedagang tidak mau bertahan dengan harga jual normal.

“Sebenarnya ini biasa dilakukan tiap dekat-dekat lebaran. Karena kalau tidak begitu kita bisa nggak dapat apa-apa, percuma jual dengan harga normal tapi penjualannya satu dua saja. Yang lain obral kita juga obral,” tutur Dody, pedagang sepatu. ***