-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pedagang Kue Lebaran Pekanbaru Untung Besar

| Agustus 03, 2013 WIB
Liputan Eka Satria, Pekanbaru

SEPEKAN menjelang lebaran ini, ratusan pedagang kue kering untuk Lebaran sudah bermunculan di beberapa titik di kota Pekanbaru. Mereka menggelar dagangannya sejak pagi hingga malam. Seperti terlihat di Jl HOS Cokroaminoto dan Jl HR Soebrantas, intensitas masyarakat yang hendak berbelanja kue lebaran sudah ramai dalam beberapa hari ini.

Kemunculan pedagang kue lebaran selalu rutin sejak 10 tahun terakhir di Kota Pekanbaru. Rata-rata kue yang dijual adalah kue kering seperti kue nastar, kue putri salju, choco chips, kue semprong, kue bangkit, kue keju dan berbagai jenis kue lebaran lainnya. Hampir setiap hari para peminat datang mencari kue-kue untuk kebutuhan lebaran, baik warga kota yang berlebaran di Pekanbaru maupun warga yang hendak mudik.
Rutinitas yang sudah jadi tradisi ini menurut salah seorang pedagang kue, Nirmala di Jl HOS Cokroamanoto karena ada perubahan tren di kalangan kaum ibu dan perempuan ang tak lagi mau repot membuat kue lebaran seperti kebiasaan lama.

"Ibu-ibu sekarang maunya praktis saja. Apalagi jaman sekarang ibu-ibu banyak yang bekerja macam PNS atau jadi pedagang. Jadi tak ada waktu untuk buat kue sendiri," tutur Nirmala.

Para pedagang yang menggunakan tenda plastik sederhana, saban hari terutama sepekan terakhir Ramadan terlihat memadati bahu jalan yang biasa digunakan sebagai parkir mobil. Kehadiran mereka cukup mencolok dan mudah dikenali oleh warga yang melintas di Jalan HOS Cokroaminoto.

Rata-rata pedagang kue ini bukanlah murni pedagang yang tiap hari berprofesi sebagai pedagang kue. Namun banyak diantara mereka adalah pedagang dadakan seperti ibu-ibu rumah tangga dan mahasiswa. Sebagian dari mereka memang ada yang sehari-hari sebagai pedagang kue dan memiliki kios di pasar.

Dengan minat dan tren berbelanja kue siap saji di kalangan masyarakat serta harga kue lebaran yang relatif murah, prospek pedagang kue ini dari tahun ke tahun tetap menjanjikan. Harga kue yang dikemas dalam toples pastik dijual rata-rata antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain dijual dalam bentuk kemasan toples, pedagang juga menjual dalam bentuk kiloan.

“Saya sudah 10 tahun jual kue di sini, tiap bulan puasa. Kalau hari biasa saya buka kios di Sukaramai. Kalau menunggu di pasar saja ndak bisa, makanya ke sini cari peluang bagamana kue cepat terjual. Alhamdulilah lumayan," jawab Nirmala. Nirmala juga mengatakan rata-rata pedagang kue lebaran selalu mendapat untung besar, mengingat tiap tahun selalu padat pembeli.

Sementara itu pihak DPRD Kota Pekanbaru yang melihat fenomena tahunan dalam bisnis kue lebaran tersebut mewanti-wanti agar pedagang juga memperhatikan kebesihan dan higienitas produk kue yang dijual ke masyarakat. Seperti diingatkan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Ir Afrizal Usman, bahwa kebersihan dan higienitas produk makanan harus jadi perhatian pedagang. Ia juga minta pihak BBPOM ikujt melakukan pengawasan terhadap produk mananan seperti kue lebaran.

"Agar ada jaminan bagi konsumen bahwa apa yang dikonsumsi bersih dan sehat," saran Afrizal.***