-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasar Pagi Tembilahan Masih Terbengkalai

| Agustus 03, 2013 WIB
TEMBILAHAN -- Pasar Pagi Tembilahan atau Pasar Pagi Telaga Biru yang terletak di Jalan Baharudin Yusuf, Tembilahan Indragiri Hilir, sampai saat ini masih belum jelas nasibnya, apakah akan dituntaskan pembangunannya tahun 2013 atau menunggu hingga 2014.

Kepala Bidang Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Indragiri Hilir, Annas mengatakan kelanjutan pembangunan Pasar Pagi Tembilahan tersebut saat ini telah dimasukkan sebagai usulan dalam anggaran perubahan Pemkab Inhil.

“Kita tentunya masih tetap menunggu kesepakatan bersama apakah pasar pagi ini nanti akan lolos dalam anggaran perubahan atau tidak. Harapan kita pasar pagi ini nantinya bisa lolos dalam pembahasan anggaran dana perubahan,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Diakuinya bahwa masyarakat dan pedagang sebenarnya mengharapkan pasar tersebut bisa diselesaikan segera dan dapat dimanfaatkan awal tahun depan. Namun karena tak adanya kepastian maka masyarakat dan pedagang diminta untuk bersabar.

“Jika tidak lolos dalam anggaran perubahan ini, berarti nantinya pembangunan pasar pagi tersebut akan masuk dalam anggaran APBD Murni yang dalam arti kata akan dilaksanakan pada tahun 2014 mendatang,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebenarnya pembangunan pasar Pagi Tembilahan tersebut sudah bisa dimanfaatkan awal tahun lalu jika pihak rekanan yang mengerjakan proyek pembangunannya bisa menyelesaikan pembangunan tersebut. Tetapi karena adanya masalah internal pihak rekanan, akhirnya terbengkalai hingga kini. Masih tersisa 16 persen yang belum tuntas.

Sebelumnya pembangunan pasar tersebut telah menelan dana APBN tahun 2011 sebesar Rp2,5 miliar dan pengerjaannya tidak rampung. PT Tri Makmur, selaku kontraktor pembangunan pasar tidak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu yang ditentukan. Sehingga sisa anggaran yang berasal dari APBN terpaksa dikembalikan ke kas negara.

Walaupun tahun anggaran 2012 Pemkab kembali membiayai melalui APBD Inhil sebesar Rp500 juta tapi masih gagal diselesaikan. Kini melalui APBD Perubahan tahun ini kembali dianggarkan dana sekitar Rp 800 juta. [eka satria*3]