Laporan Eka Satria, Pekanbaru
MUSIBAH kebakaran besar yang menghanguskan ratusan lapak pedagang Pasar Senggol, Panam tidak hanya meninggalkan abu, namun menyisakan tanda tanya pada sebagaian orang. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Bahkan ada tuduhan beberapa pihak yang mencoba menangguk keuntungan di air keruh.
Demikian pandangan beberapa pedagang yang ditemui Pekanbaru MX paska kebakaran di Pasar Senggol, Panam. Pedagang yang tak mau disebutkan namanya tersebut membeberkan beberapa indikasi seperti persaingan dengan tempat perbelanjaan lain bisa saja jadi pemicu. Dikatakannya, harga jual barang-barang seperti pakaian dan aksesoris lainnya di Pasar Senggol cenderung lebih miring. Hal itu menyebabkan banyak kalangan masyarakat bawah dan menengah memilih berbelanja ke Pasar Senggol, seperti halnya dulu ke Pasar Jongkok yang terkenal karena harga miring.
Namun pihak kepolisian sektor (Polsek) Tampan sampai kini masih belum menyimpulkan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kapolsek Tampan, Kompol Suparman ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kesimpulan belum bisa diambil mengingat peristiwanya berlangsung sangat cepat. Namun ia tak menampik adanya kemungkinan unsur kesengajaan.
"Ya, nanti akan kita telusuri ke arah sana, Kalau memang ada indikasi," ujar Suparman melalui telepon selularnya.
Nasdem Adu Cepat dengan Pemko
Dari cerita pedagang Pasar Senggol kepada Pekanbaru MX, empat jam setelah kebakaran datang bantuan Garda Pemuda Nasdem yang langsung membantu membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Tak menunggu lama, malam harinya terbentuk Nasdem Peduli Pasar Senggol yang dimotori oleh Ketua DPW Riau Partai Nasdem, IR H J iskandar Hosen M Hum.
Yang cukup mencengangkan, DPW Nasdem langsung memasukkan sejumlah 500 batang kayu ubar untuk pembuatan tenda. Melalui organisasi sayapnya Liga Mahasiswa Nasdem, bantuan terus diberikan berupa pembersihan lokasi dan penataan lapak-lapak. Aksi tersebut mengalahkan reaksi pihak Pemko Pekanbaru yang dinilai lamban yang baru akan membantu pembuatan tenda dan terpal dengan menggandeng BRI.
“Dengan aksi cepat Garda Pemuda Nasdem kita harapkan dalam dua hari pedagang sudah bisa memfungsikan kembali lapak yang kita dirikan, “ ungkap Hedra Bonjo, PLt Komandan Barisan Reaksi Cepat Garda Pemuda Nasdem (GPND). Menurut Hendra, apa yang dilakukan pihaknya merupakan langkah taktis membantu pedagang.
Rabu (31/7) bantuan dari Nasdem Riau kembali didatangkan ke Pasar Senggol berupa 300 batang kayu karena masih ada pedagang yang belum mendapatkan kayu untuk mendirikan tenda darurat.
“Alhamdulillah pada Rabu malam sejumlah pedagang sudah bisa berjualan kembali di Pasar Sengggol. Kedepannya, GPND berharap agar Pemko bisa melaksanakan fungsinya dengan benar membantu para pedagang pasar dan kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Hendra Bonjo.
Kepedulian Nasdem diakui Hendra karena menyadari bahwa secara psikologis para pedagang yang hanya mengharapkan untuk bisa bertahan hidup perlu dibantu.
“Karena soal perut dan nafkah keluarga, bagi pedagang jika disuruh berperang melawan perut, Tuhan pun akan dilawannya,” simpul Hendra.
Sementara itu , Pemko sendiri sudah mendapatkan komitmen Kepala Kantor Wilayah BRI Riau-Kepri, H I Made Supratika untuk membantu melakukan rehabilitasi Pasar Senggol. Namun pihak BRI tidak menjamin rehabilitasi dilakukan sendiri tapi bekerja sama dengan Pemko.
"Untuk tanggap darurat ini kita siap membantu yaitu dengan memberikan 14 roll terpal bagi 250-an lapak yang terbakar habis," kata Made Selasa lalu. Menurut Made bila dana corporate social responsibility (CSR) memang memungkinkan, maka keseluruhan lapak yang terbakar akan dibangun BRI. Tapi bila tidak, akan dibangun bersama dengan Pemko. Itupun katanya akan direalisasikan usai lebaran nanti. ***
MUSIBAH kebakaran besar yang menghanguskan ratusan lapak pedagang Pasar Senggol, Panam tidak hanya meninggalkan abu, namun menyisakan tanda tanya pada sebagaian orang. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Bahkan ada tuduhan beberapa pihak yang mencoba menangguk keuntungan di air keruh.
Demikian pandangan beberapa pedagang yang ditemui Pekanbaru MX paska kebakaran di Pasar Senggol, Panam. Pedagang yang tak mau disebutkan namanya tersebut membeberkan beberapa indikasi seperti persaingan dengan tempat perbelanjaan lain bisa saja jadi pemicu. Dikatakannya, harga jual barang-barang seperti pakaian dan aksesoris lainnya di Pasar Senggol cenderung lebih miring. Hal itu menyebabkan banyak kalangan masyarakat bawah dan menengah memilih berbelanja ke Pasar Senggol, seperti halnya dulu ke Pasar Jongkok yang terkenal karena harga miring.
Namun pihak kepolisian sektor (Polsek) Tampan sampai kini masih belum menyimpulkan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kapolsek Tampan, Kompol Suparman ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kesimpulan belum bisa diambil mengingat peristiwanya berlangsung sangat cepat. Namun ia tak menampik adanya kemungkinan unsur kesengajaan.
"Ya, nanti akan kita telusuri ke arah sana, Kalau memang ada indikasi," ujar Suparman melalui telepon selularnya.
Nasdem Adu Cepat dengan Pemko
Dari cerita pedagang Pasar Senggol kepada Pekanbaru MX, empat jam setelah kebakaran datang bantuan Garda Pemuda Nasdem yang langsung membantu membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Tak menunggu lama, malam harinya terbentuk Nasdem Peduli Pasar Senggol yang dimotori oleh Ketua DPW Riau Partai Nasdem, IR H J iskandar Hosen M Hum.
Yang cukup mencengangkan, DPW Nasdem langsung memasukkan sejumlah 500 batang kayu ubar untuk pembuatan tenda. Melalui organisasi sayapnya Liga Mahasiswa Nasdem, bantuan terus diberikan berupa pembersihan lokasi dan penataan lapak-lapak. Aksi tersebut mengalahkan reaksi pihak Pemko Pekanbaru yang dinilai lamban yang baru akan membantu pembuatan tenda dan terpal dengan menggandeng BRI.
“Dengan aksi cepat Garda Pemuda Nasdem kita harapkan dalam dua hari pedagang sudah bisa memfungsikan kembali lapak yang kita dirikan, “ ungkap Hedra Bonjo, PLt Komandan Barisan Reaksi Cepat Garda Pemuda Nasdem (GPND). Menurut Hendra, apa yang dilakukan pihaknya merupakan langkah taktis membantu pedagang.
Rabu (31/7) bantuan dari Nasdem Riau kembali didatangkan ke Pasar Senggol berupa 300 batang kayu karena masih ada pedagang yang belum mendapatkan kayu untuk mendirikan tenda darurat.
“Alhamdulillah pada Rabu malam sejumlah pedagang sudah bisa berjualan kembali di Pasar Sengggol. Kedepannya, GPND berharap agar Pemko bisa melaksanakan fungsinya dengan benar membantu para pedagang pasar dan kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Hendra Bonjo.
Kepedulian Nasdem diakui Hendra karena menyadari bahwa secara psikologis para pedagang yang hanya mengharapkan untuk bisa bertahan hidup perlu dibantu.
“Karena soal perut dan nafkah keluarga, bagi pedagang jika disuruh berperang melawan perut, Tuhan pun akan dilawannya,” simpul Hendra.
Sementara itu , Pemko sendiri sudah mendapatkan komitmen Kepala Kantor Wilayah BRI Riau-Kepri, H I Made Supratika untuk membantu melakukan rehabilitasi Pasar Senggol. Namun pihak BRI tidak menjamin rehabilitasi dilakukan sendiri tapi bekerja sama dengan Pemko.
"Untuk tanggap darurat ini kita siap membantu yaitu dengan memberikan 14 roll terpal bagi 250-an lapak yang terbakar habis," kata Made Selasa lalu. Menurut Made bila dana corporate social responsibility (CSR) memang memungkinkan, maka keseluruhan lapak yang terbakar akan dibangun BRI. Tapi bila tidak, akan dibangun bersama dengan Pemko. Itupun katanya akan direalisasikan usai lebaran nanti. ***
