Laporan Eka Satria, Pekanbaru
PEKANBARU -- Bahaya kabut asap akibat pembakaran lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Riau sudah meningkat ke status tanggap darurat dan sudah memakan korban. Dinas Kesehatan Riau mencatat tak kurang 19.862 orang warga di Riau kini sudah positif terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Para korban tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan Riau, Dewani kepada wartawan menyebutkan ke 19.862 korban kabut asap tersebut saat ini masih dalam tahap rawat jalan di berbagai puskesmas. Dikatakannya, semua korban tercatat menderita ISPA dan bukan pneumonia atau radang paru-paru.
Lebih rinci data Dinas Kesehatan Riau menguraikan bahwa dari 19.862 penderita ISPA tersebut, 8.123 merupakan anak-anak di bawah usia empat tahun. Mereka terkonsentrasi di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 2.290 orang dan di Kabupaten Bengkalis terdapat 1.670 anak-anak usia di bawah empat atahun penderita ISPA. Sementara di Kabupaten Rokan Hulu ada sekitar 1.232 orang dan di Kota Dumai 1.167 orang serta di Kabuapaten Pelalawan kabut asap juga memakan korban 1.136 penderita ISPA.
"Itu jumlah penderita anak-anak di bawah empat tahun. Sisanya sekitar 11.739 orang merupakan penderita ISPA berusia di atas lima tahun hingga dewasa," jelas Dewani.
Sementara itu, dari peninjauan tiga Menteri yakni Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi dan Menteri Pertanian Suswono serta juga kepala BNPB Syamsu Muarif, Jumat (21/6) diputuskan akan ditanggulangi dengan memodifikasi cuaca atau hujan buatan.
Rencananya sebanyak 5 ton garam akan didatangkan untuk membuat hujan buatan. Selain itu, tim BNPB juga mengerahkan dua unit Helikopter jenis Bolco, Pesawat Cassa dan Hercules C130 milik TNI AU. [ekas/foto:tribunnews.com]
PEKANBARU -- Bahaya kabut asap akibat pembakaran lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Riau sudah meningkat ke status tanggap darurat dan sudah memakan korban. Dinas Kesehatan Riau mencatat tak kurang 19.862 orang warga di Riau kini sudah positif terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Para korban tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
BERITA LAINNYA
Lebih rinci data Dinas Kesehatan Riau menguraikan bahwa dari 19.862 penderita ISPA tersebut, 8.123 merupakan anak-anak di bawah usia empat tahun. Mereka terkonsentrasi di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 2.290 orang dan di Kabupaten Bengkalis terdapat 1.670 anak-anak usia di bawah empat atahun penderita ISPA. Sementara di Kabupaten Rokan Hulu ada sekitar 1.232 orang dan di Kota Dumai 1.167 orang serta di Kabuapaten Pelalawan kabut asap juga memakan korban 1.136 penderita ISPA.
"Itu jumlah penderita anak-anak di bawah empat tahun. Sisanya sekitar 11.739 orang merupakan penderita ISPA berusia di atas lima tahun hingga dewasa," jelas Dewani.
Sementara itu, dari peninjauan tiga Menteri yakni Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi dan Menteri Pertanian Suswono serta juga kepala BNPB Syamsu Muarif, Jumat (21/6) diputuskan akan ditanggulangi dengan memodifikasi cuaca atau hujan buatan.
Rencananya sebanyak 5 ton garam akan didatangkan untuk membuat hujan buatan. Selain itu, tim BNPB juga mengerahkan dua unit Helikopter jenis Bolco, Pesawat Cassa dan Hercules C130 milik TNI AU. [ekas/foto:tribunnews.com]
