-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pedagang Kecewa ISG Batal di Riau

| Mei 20, 2013 WIB
PEKANBARU – Belum jelasnya keputusan pemerintah memindahkan penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 dari Pekanbaru ke Jakarta ditanggapi pesimis sebagian besar pedagang di Pasar Wisata, Pasar Bawah. Mereka mengaku kecewa bila ISG nantinya benar-benar batal diadakan di Pekanbaru.Imbas dengan batalnya Riau sebagai tuan rumah jelas bakal berimbas negatif terhadap sektor usaha Mikro kecil dan menengah khususnya para penjual cenderamata dan kerajinan khasRiau khususnsya di Pasar Bawah.


Salah seorang pedagang makanan khas Riau, H. Irianis Bar, pemilik Toko Sempurna Keripik mengatakan keputusan Mempora Roy Suryo tersebut sangat merugikan dirinya sebagai pedagang makanan khas Riau. Diungkapkan H Irianis bahwa jika ada iven-iven besar seperti PON ditaja di Pekanbaru rata-rata ia bisa mendapaatkan omset sekitar Rp 3 juta perhari. Sementara di hari-hari biasa hanya mencapai Rp 1 juta perhari.

“Saya tentu kecewa bila ISG batal diadakan di sini. Ini kesempatan bagi pedagang memasarkan berbagai produksi dari UKM yang ada di Riau,” ujar H Irianis.

Beberapa pedagang kaos dan pernak-pernik yang berhubungnan dengan penyelenggaraan ISG juga mengutarakan kekecewaan yang sama. Sebelumnya mereka berharap dengan adanya iven berskala internasional tersebut, omset mereka akan ikut terdongkrak dengan penjualan kaos dan cenderamata.

"Kesempatan ini hanya sekali-sekali, kalau batal tentu kami kecewa. Kan jarang-jarang ada iven dunia diadakan di Pekanbaru ini," ungkap Anna, salah seorang pedagang khusus kaos dengan ciri khas Riau dan Pekanbaru. Ia juga telah terlanjur berharap omsetnya akan meningkat saat iven besar tersebut diadakan di Pekanbaru. Beberapa kaos dengan pernak-pernik ISG 2013 sudah ia stok sejak beberapa minggu lalu. Sehari-hari Anna mampu meraih omset Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Tak hanya pedagang pasar Bawah yang kecewa, para pedagang nasi Ampera di Jalan Umbansari sekitar wisma atlet dan venue olahraga di Rumbai juga mengaku kecewa.

Salah seorang pedagang Ampera, Ajo Muktar mengatakan, berdasarkan pengalamannya berjualan pada saat penyelenggaraan PON tahun lalu, dirinya berhasil menangguk untuk sekitar 30 persen dari hari-hari biasa. Saat itu ia menghabiskan lebih kurang 30 kilogram berasa, 10 kilogram lebih banyak dari biasanya.

“Mudah-mudahan masih bisa diusahakan bagaimana caranya supaya ISG jadi diadakan di sini. Kan beritanya sudah lama
kita tahu," harap Ajo Muktar.

Saat dimintai tanggapannya terkait kesimpulan Menpora Roy Suryo yang mengatakan bahwa alasan pemindahan ISG ke Jakarta karena status tersangka Gubri Rusli Zainal, Ajo Muktar bersuara keras.

“Apa pula urusannya dengan status pak Gubernur? Apa ada undang-undang yang mengatur begitu? Tuan rumahnya kan masyarakat Riau, bukan pribadi Rusli Zainal?”

Sebelumnya, saat meninjau pengerjaan renovasi kolam renang Rumbai, Senin (13/5) Roy Suryo mengatakan status tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal menjadi persoalan utama dibatalkannya Riau sebagai tuan rumah.

"Persoalannya bukan persoalan teknis. Persoalannya nonteknis. Status tersangka Gubernur Riau itu berat, sangat berat," jelas Roy tanpa merinci lebih lanjut.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau melalui Kadinas Raja Indra Bangsawan mengemukakan fakta bahwa
sekurang-kurangnya ada sekitar 300 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM Riau yang direncanakan dikerahkan mendukung ISG.

“Mereka sudah sejak lama mempersiapkan produk yang akan mereka jual saat ISG berlangsung di Riau. Bahkan sudah ada yang memperlihatkan contoh produk hasil kegiatan mereka kepada kami dan sudah ada juga yang diproduksi massal,” ujar Raja Indra dengan nada kecewa. Ia juga prihatin dengan pemindahan ISG ke Jakarta, para pelaku UMKM binaan Diskop tersebut akan kehilangan momen untuk meraih keuntungan. Apalagi, kata Indra, produksi para UMKM tersebut nantinya akan sulit dipasarkan dengan cepat.***

From: Eka Satria Taroesmantini Pekanbaru MX by BlackBerry®