-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Ekor Harimau Dekati Pemukiman Warga

| Januari 01, 2013 WIB
INHIL -- Ketiadaan hutan yang menjadi rumah bagi satwa liar ternyata berdampak pada
ketidaknyamanan bagi penduduk sekitar. KOndisi demikian terjadi di Desa Tanjung Pasir, Kecamatam Tanah Merah, Indragiri Hilir dimana dua ekor harimau mendekati pemukiman warga, Sabtu (29/12) lalu.



Seperti diceritakan Mulawarman, salaha seorang warga Tanjung Pasir kepada Kilas Riau Ahad (30/12), kemunculan hewan buas tersebut diketahuia berada di seputar areal milik PT Sambu Sawmill Sakti yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Bahkan dua hari sebelumnya warga juga mendengar suara auman harimau tak jauha dari pemukiman warga. Mendengar suara harimau tersebut, ratusan warga berusaha melihat lebih dekat keberadaaan sang harimau.

"Kami berusaha melihat sang harimau, namun kehadiran warga ternyata tidak membuat harimau itu takiut dan lari. Baru setelah beberapa lama harimau tersebut kembali menghilang, ungkap Mulawarman.

Meskipun belum dirasakan ancaman dan gangguan berarti dari kemunculannya, namun warga Tanajung Pasir tetap cemas bila di lain waktu sang harimau kembali mendekati pemukiman warga.

"Kami berharap pihak berwenang dapat mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja menimpa kami di sini. Apalagi di sekitar sini memang sudah tidak ada lagi hutan lebat," tambah Mulawarman.

Kondisi alam di Desa Tanjung Pasir saat ini tidak memungkinkan harimau dan satwa liar laiinya mendapatkan tempat hidup karena hutan sudah berubah menjadi areal perkebunan sejak beberapa atahuna terakhir.

Tak pelak, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau diharapkan dapat melakukan tindakan pengawasan keberadaan satwa liar yang dilindungi tersebut, sekaligus memberi rasa aman bagi warga masyarakat. *3