-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Atan Lasak Pimpin Dewan Kesenian Riau

| Juni 29, 2020 WIB


KILAS RIAU, Pekanbaru --Dewan Kesenian Riau (DKR), resmi dipimpin ketua umum baru, Taufik Hidayat. Pria yang akrab disapa Atan Lasak ini terpilih secara aklamasi di Musyawarah Seniman Daerah (Musenda), di Aula Dewan Kesenian Riau (DKR), Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji, Ahad (28/6/20).

Musenda ini digelar setelah Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai Ketua Umum DKR. Pria yang akab disapa Atuk ini, mundur, karena ingin DKR dipimpin orang yang bisa fokus. Ia ingin fokus di Dinas Kebudayaan.

Saat membuka Musenda DKR ini, Yoserizal Zen menilai DKR perlu mempertahankan serta meningkatkan kesenian budaya Melayu Riau. 

''Membangkitkan kesenian dan kebudayaan Riau ini, tentunya banyak hal yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan budaya Melayu ini,'' katanya.
 
Menurut Atuk, cara melestarikan budaya adalah dibutuhkan kerjasama untuk meningkatkan budaya Melayu Riau terkait cagar budaya, warisan budaya, dan pementasan kesenian budaya.

''Sesuai arahan Gubernur Riau jika ingin Melayu Riau sebagai pemangku kesenian budaya Melayu, banyak hal yang perlu dibenahi untuk itu mencapai semua itu dibutuhkan ide kreatif agar budaya tidak hilang di bumi Melayu ini,'' terangnya. 


Atan Lasak Terpilih Jadi Ketua Umum 


Setelah Musyawarah Seniman Daerah (Musenda) Provinsi Riau dipercepat. Hasilnya, Taufik Hidayat alias Atan Lasak terpilih secara Aklamasi sebagai ketua umum. 

Musenda DKR Dipercepat yang berlangsung pada Ahad (28/6/2020), di Sekretariat DKR, Bandar Serai Purna MTQ, Pekanbaru.

''Semua peserta yang punya hak suara, sebanyak 13 suara, menginginkan Taufik Hidayat. Jadi secara aklamasi Taufik Hidayat menjadi ketua umum DKR masa khimad 2020-2025,'' kata ketua panitia Musenda DKR Dipercepat Hang Kafrawi.

Setelah ditetapkan, mengawali sambutannya sebagai Ketum DKR Taufik Hidayat mengatakan, pada saat ini DKR harus bisa mengimbangi kemajuan teknologi dan menjadikan teknologi itu sebagai laman baru bagi seniman dalam berkreatifitas.

''DKR harus sudah pada fase ekspansi seni budaya yang berbasis ekonomi, dengan demikian dua hal akan bisa direngkuh yakni, indentitas diri semakin tegas dan seniman sejahtera,'' sebutnya.***