-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Suara PSI 'Diplester' di Skandal Jiwasraya?

| Desember 25, 2019 WIB



TheJakartaWeekly - Politisi Partai Demokrat bersuara terkait mega skandal Jiwasraya. Jansen Sitindaon dan Andi Arief, dua politisi partai SBY menyindir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tiba-tiba dinilai sengaja  `plester` mulut terkait kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya yang mengakibatkan negara merugi Rp13,7 triliun.

Andi Arief bahkan meminta Presiden Jokowi bertindak cepat dan tegas.

"Tak usah muter-muter dan berpolitik dalam selesaikan kasus jiwasrayagate. Selesaikan dengan jujur. Ada yang diduga pelaku yang ditarik jadi orang penting di staf Presiden. Menurut BPK Ada yang diduga perusahaan yang ditempatkan sahamnya oleh Jiwasraya, dan pemiliknya adalah Menteri BUMN," kata Andi Arief melalui akun Twitternya, Senin (23/12/2019).

Ia menyebut, BPK sudah menyatakan ada semacam perampokan atau bahasa kerennya tak prudent atau fraud dan lain-lain. "Tersangka jiwasraya lagi dirahasiakan," cuitnya.




Andi menyarankan sebaiknya Jokowi pidato malam ini menyatakan kapada partai koalisi untuk segera bentuk pansus. "Buka kasusnya terang benderang," tegas Andi, Rabu (25/12/2019) pagi.

Suara yang sama datang dari kolega Andi Arief, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya, Selasa (24/12/2019) menyindir Partai Solidaritas Indonesia yang bungkam soal skandal Jiwasraya.

"Mana ini suara teman-teman @psi_id yang katanya fokusnya kawal uang rakyat di kasus @Jiwasraya ini," kata Jansen.

PSI sendiri selalu mengklaim sebagai partai yang bersih dan selalu berkomitmen menyuarakan "perampokan uang raktyat" oleh oknum-oknum tertentu. Namun di kasus Jiwasraya, PSI nyaris tidak bergeming alias tidak terdengar suaranya sama sekali.

Jansen juga mengajak PSI untuk berani bersuara ihwal kasus Jiwasraya untuk bersama-sama membongkar skandal yang merugikan jutaan nasabah.

"Agar terbongkar ayo teman-teman (PSI) kita suarakan," ajaknya.

Jansen prihatin, jutaan nasabah yang menjadi korban akibat oknum yang tidak bertanggung jawab karena itu ia berharap itu dapat segera terungkap. Masalah ini kata Jansen bukan merupakan kelalaian kinerja.

"Dugaan saya sudah 'perampokan' yang sistematis," imbuhnya. 

 Menteri BUMN pun ikut diaorot Andi Arief. Erick Tohir, posisi sebagai menteri, menurut Andi harus menjadi bagian penyelesaian masalah.

"Agar kami percaya bahwa ini bisa diselesaikan, kewajiban bapak untuk segera menjelaskan soal perusahaan bapak yang terdeteksi dalam audit BPK," tuturnya. (*)


Editor: Oce Satria