-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bagong, Rampok Sadis Diringkus Polda Riau

| Juni 02, 2015 WIB


PEKANBARU--Pengembangan kasus perampokan sadis dengan tersangka Bagong Cs
belum usai. Beberapa pelaku yang ikut beraksi dengannya di wilayah Sumatera
masih diburu Polda Riau.

Ditreskrimum Polda Riau kembali merilis perkembangan pengungkapan kawanan
Bagong, Senin (1/6). Hasil pemeriksaan intensif yang berlangsung lebih
kurang sepekan, keempat pelaku yang ditangkap akhir Mei lalu itu ternyata
sudah 15 kali beraksi di Riau. Tujuh TKP di antaranya di Kabupaten Rohil.


Tepat Januari 2013, Bagong Cs beraksi di Ujung Tanjug. Mereka membawa
kabur uang korbannya sebanyak Rp150 juta. Berselang satu bulan, aksinya
berlanjut di Jalan Jendral Sudirman, Bagan Batu. Mereka menggasak uang
tunai Rp174 juta.

Masih di wilayah hukum Polres Rohil, Bagong Cs kembali beraksi pada
September 2013. Lokasinya di Bagan batu. Lalu, bulan November di Jalan
Manggala Jhonson, Tanah Putih.

Pada bulan yang sama, kawanan rampok ini beraksi lagi di Jalan Lintas
Riau-Sumut, Bagan Batu. Pada Januari 2014 mereka juga 'main' di Tanah Putih
dan terakhir pada Maret di Bagan Sinembah.

Di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu), tercatat Bangong Cs beraksi
satu kali. Sedangkan di Bengkalis ada tiga kali dan Siak dua kali sepanjang
tahun 2014-2015. Dua TKP berikutnya di Pelalawan.

Saat beraksi di Minas, Bagong Cs menembak seorang korbannya. Mereka
membawa kabur uang korban sebanyak Rp208 juta. Dari sinilah jejak komplotan
rampok ini terendus dan salah satu pelaku bernama Tedy berhasil ditangkap
di Asahan, Sumut.

Pengembangan berlangsung cepat. Sepekan ditangkapnya Tedy, tiga pelaku
lainnya Eka, Budi dan termasuk Bagong diringkus di tempat persembunyiannya
. Yakni, di Ujung Berung, Kota Bandung, Provinsi Jabar.

''15 TKP di Riau, pengungkapannya berawal dari kejadian di Minas. Mereka
mencegat dan menembak korban. Berkembang penyelidikan, mendapat informasi
Tedy berada di Asahan. Tiga tersangka ditangkap diujung berung,'' papar
Direktur Ditreskrimum Polda Riau Kombes Pol Arif Rahman Hakim.


5 Senpi Bagong di Jambi

Dalam penangkapan empat kawanan rampok Bagong Cs, tim Jatanras Polda
Riau hanya menemukan dua pucuk senpi. Begitu pengembangan dilakukan, Bagong
buka suara. Keberadaan lima pucuk senpi koleksinya terditeksi.

Selasa (26/5) lalu, tim Jatanras langsung bergerak menuju Provinsi Jambi,
tempat penyimpanan senpi milik Bagong. ''Lima pucuk senpi lagi ditemukan di
Sorolangun, Jambi. Disimpan di dalam tanah di sebuah pondok,'' ujarnya.


''Begitu juga empat unit sepeda motor. Satu di antaranya motor besar
merupakan kendaraan yang digunakan untuk beraksi. Unit lainnya merupakan
hasil perampokan mereka,'' kata Arif.

Mengenai peranan dari empat pelaku yang ditangkap, ternyata Bagong
merupakan pemimpin dari komplotan tersebut. Bahkan, ia juga berperan
langsung menggambar lokasi dan menargetkan calon korbannya. Sedangkan, tiga
pelaku lainnya berperan sebagai eksekutor.

''Bagong ini otaknya, dia pemimpinnya. Pemilik senpi juga dia. Selain itu
juga berperan menggambar lokasi dan menargetkan eksekusi korban,'' tambah
Arif.

Baru Setahun di Riau

Saat berkesempatan ditemui Pekanbaru MX , Bagong yang memiliki peranan
penuh dalam 15 TKP perampokan di Riau mengatakan, dirinya baru satu tahun
berada di Riau.

Begitu juga ketika ditanyakan mengenai proses hukumnya di wilayah hukum
Polres Tebing Tinggi terkait perampokan Rp540 juta uang SPBU Simpang
Rambung, Tebing Tinggi pada Januari 2014 lalu. Bagong membantah dirinya
kabur dari tahanan, ia mengaku menjalani proses hukum dan kembali bebas.

''Kurang lebih saya satu tahun berada di Riau. Saya menjalani hukuman,''
ujarnya. =MXK