Laporan Eka Satria, Pekanbaru
AKHIRNYA pilgubri 2013 harus diselesaikan dua putaran. Sesuai hasil rekapitulasi perhitungan suara di tingkat provinsi, Ahad (15/9) di Hotel Aryaduta, memastikan pasangan Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman dan pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat head to head untuk memenangi pilgubri kali ini.
Sesuai jadwal tahapan Pilgubri 2013, Ahad 15 September 2013 adalah Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan dan Penetapan Perhitungan suara Pilgubri di tingkat provinsi yang menghadirkan seluruh KPU kabupaten dan kota.
Pleno dihadiri Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono dan sejumlah Bupati. Hadir juga sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri, termasuk pengamat asing diantaranya dari Timur Tengah, Afrika dan Amerika Serikat.
Sayang, meski dalam undangan acara dimulai pukul 09.30 WIB, namun akhirnya molor hingga setengah jam menunggu sejumlah pejabat diantaranya Wakil gubernur Mambang Mit. Sementara undangan dari sejumlah pengamat asing justru datang tepat waktu.
Perhitungan Tingkat Kabupaten Kota
Dalam perhitungan yang sudah dilakukan di tingkat Kabupaten dan Kota pada 13-14 September dengan suara sah tercatat 2.376.839 pemilih, hasil sementara diketahui pasangan calon nomor urut 2 Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman (Aman) unggul dengan 685.291 suara (28,83 persen).
Lumbung suara pasangan Aman berdasarkan rekapitulasi 12 KPU kabupaten dan kota, terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis (80.461 suara), Rokan Hilir (278.933) suara, Pelalawan (41.003 suara), Siak (47.574) suara dan Dumai (30.818 suara).
Di posisi kedua pasangan Herman Abdullah -Agus Widayat (HA) sukses dengan hasil 546.714 suara (23,00 persen). Suara pasangan HA banyak diperoleh dari Kota Pekanbaru (148.825 suara), Kampar (153.380 suara) dan Kuansing (57.659 suara).
Pasangan Achmad-Masrul Kasmy (Beramal) meraih 492.665 suara (20,73 persen). dimana suara terbesar didapat dari Kabupaten Rokan Hulu (167.152) suara dan Kepulauan Meranti (30.849 suara).
Sedangkan pasangan Lukman Edy-Suryadi Khusaini (Lurus) meraih 333.621 suara (14,04 persen). Sumbangan suara terbesar bagi pasangan Lurus diperoleh dari Kabupaten Indragiri Hilir dengan 116.987 suara. Sementara pasangan nomor urut 5, Jon Erizal-Mambang Mit (JE-MM) meraih 318.548 suara (13,40 persen). JE-MM menangguk suara terbesar dari Kabupaten Indragiri Hulu dengan 41.092 suara.
Protes Pasangan Beramal
Insiden kecil sempat terjadi saat gembok kotak rekapitulasi Kabupaten Kuansing tidak bisa dibuka secara normal. Akhirnya setelah dibongkar paksa gembok bisa dibuka. Kejadian ini cukup menggelikan bagi semua peserta pleno dan undangan.
"Begitulah cara kami mempertahankan agar hasil rekap menjadi aman," kilah perwakilan KPU Kuansing disambut tepuk tangan hadirin.
Sempat terjadi protes dari saksi pasangan nomor urut 4 yang mempersoalkan selisih perhitungan suara sah dan berbagai kejanggalan formulir surat-menyurat. Namun protes tersebut diminta pimpinan sidang untuk dikemukakan setelah pembacaan rekapitulasi seluruh kabupaten kota selesai.
Namun pada saat dibuka sesi koreksi, tim dari pasangan nomor urut 4 menyatakan menolak jika Pleno KPU langsung menetapkan hasil rekapitulasi. Sejumlah kejanggalan dan pelanggaran dijadikan alasan penolakan. Sejumlah kejanggalan diungkap seperti total jumlah suara sah dan suara tidak sah ternyata berbeda dari jumlah surat suara yang terpakai. Jumlahnya menurut mereka sampai ribuan. Tim pasangan nomor 4 meminta penetapan ditunda.
Karena pimpinan pleno, Asmuni Hasmy yang juga Ketua Pokja Pemilukada tak mau meladeni lebih jauh protes mereka, tim pasangan nomor 4 akhirnya menyatakan walk out dari sidang Pleno KPU.
Ketidaklancaran tahapan pilgubri juga terungkap dengan fakta tidak semua saksi di sejumlah kabupaten kota menandatangani rekapitulasi perhitungan suara. Misalnya di Kabupaten Siak, beberapa saksi tidak membubuhkan tanda tangannya.
Arab Puji Pilgubri
Salah seorang perwakilan pengamat dari Timur tengah secara khusus memuji penyelenggaraan pilgubri. Menurut mereka pengalaman mengamati langsung pesta demokrasi merupakan pengalaman berharga bagi pengembangan demokrasi di kawasan timur tengah.
"Menakjubkan, dan kami telah menangguk ilmu dan pengalaman berati untuk dipraktekkan di negara kami masing-masing," tutur pengamat asal Yordania yang diberi kesempatan menyampaikan tanggapannya..
AKHIRNYA pilgubri 2013 harus diselesaikan dua putaran. Sesuai hasil rekapitulasi perhitungan suara di tingkat provinsi, Ahad (15/9) di Hotel Aryaduta, memastikan pasangan Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman dan pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat head to head untuk memenangi pilgubri kali ini.
Sesuai jadwal tahapan Pilgubri 2013, Ahad 15 September 2013 adalah Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan dan Penetapan Perhitungan suara Pilgubri di tingkat provinsi yang menghadirkan seluruh KPU kabupaten dan kota.
Pleno dihadiri Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono dan sejumlah Bupati. Hadir juga sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri, termasuk pengamat asing diantaranya dari Timur Tengah, Afrika dan Amerika Serikat.
Sayang, meski dalam undangan acara dimulai pukul 09.30 WIB, namun akhirnya molor hingga setengah jam menunggu sejumlah pejabat diantaranya Wakil gubernur Mambang Mit. Sementara undangan dari sejumlah pengamat asing justru datang tepat waktu.
Perhitungan Tingkat Kabupaten Kota
Dalam perhitungan yang sudah dilakukan di tingkat Kabupaten dan Kota pada 13-14 September dengan suara sah tercatat 2.376.839 pemilih, hasil sementara diketahui pasangan calon nomor urut 2 Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman (Aman) unggul dengan 685.291 suara (28,83 persen).
Lumbung suara pasangan Aman berdasarkan rekapitulasi 12 KPU kabupaten dan kota, terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis (80.461 suara), Rokan Hilir (278.933) suara, Pelalawan (41.003 suara), Siak (47.574) suara dan Dumai (30.818 suara).
Di posisi kedua pasangan Herman Abdullah -Agus Widayat (HA) sukses dengan hasil 546.714 suara (23,00 persen). Suara pasangan HA banyak diperoleh dari Kota Pekanbaru (148.825 suara), Kampar (153.380 suara) dan Kuansing (57.659 suara).
Pasangan Achmad-Masrul Kasmy (Beramal) meraih 492.665 suara (20,73 persen). dimana suara terbesar didapat dari Kabupaten Rokan Hulu (167.152) suara dan Kepulauan Meranti (30.849 suara).
Sedangkan pasangan Lukman Edy-Suryadi Khusaini (Lurus) meraih 333.621 suara (14,04 persen). Sumbangan suara terbesar bagi pasangan Lurus diperoleh dari Kabupaten Indragiri Hilir dengan 116.987 suara. Sementara pasangan nomor urut 5, Jon Erizal-Mambang Mit (JE-MM) meraih 318.548 suara (13,40 persen). JE-MM menangguk suara terbesar dari Kabupaten Indragiri Hulu dengan 41.092 suara.
Protes Pasangan Beramal
Insiden kecil sempat terjadi saat gembok kotak rekapitulasi Kabupaten Kuansing tidak bisa dibuka secara normal. Akhirnya setelah dibongkar paksa gembok bisa dibuka. Kejadian ini cukup menggelikan bagi semua peserta pleno dan undangan.
"Begitulah cara kami mempertahankan agar hasil rekap menjadi aman," kilah perwakilan KPU Kuansing disambut tepuk tangan hadirin.
Sempat terjadi protes dari saksi pasangan nomor urut 4 yang mempersoalkan selisih perhitungan suara sah dan berbagai kejanggalan formulir surat-menyurat. Namun protes tersebut diminta pimpinan sidang untuk dikemukakan setelah pembacaan rekapitulasi seluruh kabupaten kota selesai.
Namun pada saat dibuka sesi koreksi, tim dari pasangan nomor urut 4 menyatakan menolak jika Pleno KPU langsung menetapkan hasil rekapitulasi. Sejumlah kejanggalan dan pelanggaran dijadikan alasan penolakan. Sejumlah kejanggalan diungkap seperti total jumlah suara sah dan suara tidak sah ternyata berbeda dari jumlah surat suara yang terpakai. Jumlahnya menurut mereka sampai ribuan. Tim pasangan nomor 4 meminta penetapan ditunda.
Karena pimpinan pleno, Asmuni Hasmy yang juga Ketua Pokja Pemilukada tak mau meladeni lebih jauh protes mereka, tim pasangan nomor 4 akhirnya menyatakan walk out dari sidang Pleno KPU.
Ketidaklancaran tahapan pilgubri juga terungkap dengan fakta tidak semua saksi di sejumlah kabupaten kota menandatangani rekapitulasi perhitungan suara. Misalnya di Kabupaten Siak, beberapa saksi tidak membubuhkan tanda tangannya.
Arab Puji Pilgubri
Salah seorang perwakilan pengamat dari Timur tengah secara khusus memuji penyelenggaraan pilgubri. Menurut mereka pengalaman mengamati langsung pesta demokrasi merupakan pengalaman berharga bagi pengembangan demokrasi di kawasan timur tengah.
"Menakjubkan, dan kami telah menangguk ilmu dan pengalaman berati untuk dipraktekkan di negara kami masing-masing," tutur pengamat asal Yordania yang diberi kesempatan menyampaikan tanggapannya..

