MENJAMURNYA outlet kuliner di berbagai tempat di Kota Pekanbaru harus dibarengi dengan kehati-hatian masyaraat sebagai calon konsumen. Masalah kehalalan produk makanan dan minuman yang dijual harus diperhatikan.
Ketua Komisi Fatwa MUI Riau Drs Abdurrahman Kaharuddin meminta masyarakat untuk tidak sembarangan berbelanja di berbagai restoran dan cafe.
“Ya, kita mengimbau kepada masyarakat, masyarakat muslim khususnya untuk tetap waspada terhadap restoran-restoran yang tidak memiliki sertifikat halal. Karena tidak ada jaminan apakah yang dikonsumsi dari menu yang disajikan itu halal,” ujar Adurrahman kepada wartawan.
“Kita tentu berharap kepada pengusaha-pengusaha makanan ataupun minuman dan juga restoran agar mereka mau diaudit dan diterbitkan sertifikat halalnya,” tambah Adurrahman.
Himbauan serupa juga dilontarkan Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Azharisman Rozie mewakili Wali Kota Firdaus MT yang meminta pengusaha restoran dan cafe memiliki sertifikata kehalalan dari MUI.
“Pemko mengimbau kepada pemilik restoran, rumah makan dan usaha kuliner lainnya untuk dapat memberikan rasa aman bagi pembeli dengan memiliki sertifikat halal. Karena di Pekanbaru ini banyak masyarakat yang beragama Islam,” kata Rozie.
Ia menegaskan, Pemko akan segera mengeluarkan surat edaran kepada para pengusaha restoran, kafe dan usaha kuliner untuk segera merespon aturan yang sudah dibuat Pemko.
Seperti dirilis MUI melalui Direktur LPPOM MUI Riau, Sofia Anita, beberapa cafe dan restoran yang belum memiliki sertifikasi kehalalan diantaranya, Solaria, J.co Donuts and Coffe, Paparons Pizza, Bread Talk, Roti Boy, Baskin Robbin, De Coffe and Tea Leaf dan Starbucks.
Bahkan khusus menegenai Solaria, MUI melalui situs resminya mengatakan karena banyaknya pertanyaan datang dari masyarakat, MUI menyatakan belum memberikan sertifikat halal kepada restoran Solaria yang banyak bertebaran di pusat perbelanjaan.
MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan dan minuman. Begitu pun mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun.
"Sehingga, MUI tidak menjamin kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran Solaria," ungkap pengumuman resmi MUI
Rilis LPPOM MUI Riau tersebut cukup membuat sebagian masyarakat terkejut karena selama ini menganggap semua cafe dan restoran sudah terjamin kehalalannya. Seperti diuatarakan Dita, seorang mahasiswi yang mengaku beberapa kali datang ke Solaria.
“Waah, nggak nyangka juga ya. Kalau tahu dari dulu pasti nggak ke sana. Tapi mudah-mudahan makanan yang dijual halal deh, kan cuma nunggu sertifikasi MUI saja,” ujar Dita.
Manajer Operasional Solaria, Dedy Nugraha, Jumat 2 Agustus 2013, mengakui bahwa restorannya memang belum mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Namun, Dedy menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengurus sertifikasi halal itu sebagai jaminan kehalalan makanan dan minuman yang disajikan di restorannya. Solaria sudah merencanakan untuk mengajukan permohonan sertifikat halal itu kepada MUI pada pertengahan Agustus 2013. "Kami pasti akan mengurusnya ke MUI," ujar Dedy kepada VIVAnews. *3
Ketua Komisi Fatwa MUI Riau Drs Abdurrahman Kaharuddin meminta masyarakat untuk tidak sembarangan berbelanja di berbagai restoran dan cafe.
“Ya, kita mengimbau kepada masyarakat, masyarakat muslim khususnya untuk tetap waspada terhadap restoran-restoran yang tidak memiliki sertifikat halal. Karena tidak ada jaminan apakah yang dikonsumsi dari menu yang disajikan itu halal,” ujar Adurrahman kepada wartawan.
“Kita tentu berharap kepada pengusaha-pengusaha makanan ataupun minuman dan juga restoran agar mereka mau diaudit dan diterbitkan sertifikat halalnya,” tambah Adurrahman.
Himbauan serupa juga dilontarkan Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Azharisman Rozie mewakili Wali Kota Firdaus MT yang meminta pengusaha restoran dan cafe memiliki sertifikata kehalalan dari MUI.
“Pemko mengimbau kepada pemilik restoran, rumah makan dan usaha kuliner lainnya untuk dapat memberikan rasa aman bagi pembeli dengan memiliki sertifikat halal. Karena di Pekanbaru ini banyak masyarakat yang beragama Islam,” kata Rozie.
Ia menegaskan, Pemko akan segera mengeluarkan surat edaran kepada para pengusaha restoran, kafe dan usaha kuliner untuk segera merespon aturan yang sudah dibuat Pemko.
Seperti dirilis MUI melalui Direktur LPPOM MUI Riau, Sofia Anita, beberapa cafe dan restoran yang belum memiliki sertifikasi kehalalan diantaranya, Solaria, J.co Donuts and Coffe, Paparons Pizza, Bread Talk, Roti Boy, Baskin Robbin, De Coffe and Tea Leaf dan Starbucks.
Bahkan khusus menegenai Solaria, MUI melalui situs resminya mengatakan karena banyaknya pertanyaan datang dari masyarakat, MUI menyatakan belum memberikan sertifikat halal kepada restoran Solaria yang banyak bertebaran di pusat perbelanjaan.
MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan dan minuman. Begitu pun mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun.
"Sehingga, MUI tidak menjamin kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran Solaria," ungkap pengumuman resmi MUI
Rilis LPPOM MUI Riau tersebut cukup membuat sebagian masyarakat terkejut karena selama ini menganggap semua cafe dan restoran sudah terjamin kehalalannya. Seperti diuatarakan Dita, seorang mahasiswi yang mengaku beberapa kali datang ke Solaria.
“Waah, nggak nyangka juga ya. Kalau tahu dari dulu pasti nggak ke sana. Tapi mudah-mudahan makanan yang dijual halal deh, kan cuma nunggu sertifikasi MUI saja,” ujar Dita.
Manajer Operasional Solaria, Dedy Nugraha, Jumat 2 Agustus 2013, mengakui bahwa restorannya memang belum mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Namun, Dedy menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengurus sertifikasi halal itu sebagai jaminan kehalalan makanan dan minuman yang disajikan di restorannya. Solaria sudah merencanakan untuk mengajukan permohonan sertifikat halal itu kepada MUI pada pertengahan Agustus 2013. "Kami pasti akan mengurusnya ke MUI," ujar Dedy kepada VIVAnews. *3