-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

1800 Kios Pasar Sukaramai Pekanbaru Mogok

| Februari 12, 2015 WIB
-->
PEKANBARU -- Perselisihan antara pedagang Pasar Sukaramai dengan pihak Pengelola kembali terjadi akibat kebijakan pengelola menaikkan biaya service charge sebesar Rp5 ribu. Tak kurang 1.800 kios yang berada di pasar yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Makmur Papan Permata melakukan aksi tutup toko untuk memprotes kebijakan pengelola yang dinilai semena-mena, Senin (9/2).
Kemarahan para penghuni kios lantaran service charge yang dibayarkan selama ini tak diikuti dengan pelayanan yang memadai dari pengelola. Sudah lama pihak pedagang meminta adanya peningkatan pelayanan namun tak digubris.
Kemarahan tersebut, menurut salah seorang pedagang, lantaran selama ini service charge dan pembayaran tagihan listrik sudah mereka bayarkan melalui salah satu bank, namun prakteknya mereka kerap ditagih kembali. Hal tersebut membuat pedagang mempertanyakan bagaimana sebenarnya manajemen pembayaran yang diterapkan tapi akhirnya menimbulkan masalah.
"Kami sudah bayar melalui bank, transfer ke BCA, eh koq malah ditagih lagi. Kalau minta bukti pembayaran, ya kami banyak yang tak menyimpannya. Ini yang bikin kacau," keluh Efendi Ardi, salah seorang pedagang.Yang membuat pedagang meradang adalah kebijkan pengenaan denda Rp2d ribu jika pedagang telat membayar. Harusnya menurut pedagang ada toleransi atas keterlambatan pembayaran, mengingat kondisi pasar yang sepi transaksi.
Manajemen pembayaran yang dinilai kacau tersebut membuat pedagang meminta sistem pembayaran dikembalikan saja seperti sebelumnya yakni dengan penagihan kolektif.
Diantara sembilan tuntutan yang diajukan, pedagang menolak pembayaran tagihan melalui virtual account BCA dan sistem pembayaran service charge dan tagihan listrik kembali seperti semula. Tuntutan lainnya, pedaganga minta perbaikan sebagian eskaltor yang tak berfungsi, lahan parkir yang disewakan untuk tempat pameran fan diminta kembalikan fungsinya ke tempat semula. Konter yang sudah tidak digunakan agar dibuka agar tidak menganggu pemandangan, termasuk peningkatan layanan cleaning service.
Sementara itu Ketua Himpunan Pengurus Pedagang Plaza Sukaramai (HP3S), Ismet mengaku, pihaknya telah melayangkan surat undangan resmi untuk diadakan dialog pedagang dengan pengelola. Sayangnya undangan tersebut tak direspon pengelola.
"Sudah kita undang dialog. Kita menuntut janji ditepati, dan menolak kebijakan baru karena belum ada sosialisasi kepada pengurus pedagang," kata Ismet.
Dasta dari Perwakilan Manajemen Plaza Sukaramai mengatakan pihaknya benar sudah menerima surat dari perwakailan pedagang, namun belum bisa merealisasikan pertemuan karena tengah mencari waktu yang tepat.
"Kami sudah dapat undangan resmi itu hari Jumat, tapi belum bisa hadir. Soalnya saya akan sampaikan kepada manajemen dulu," katanya.
Mengenai service atau layanan balik dari pengelola disebutkan, menyangkut beberapa hal seperti kebersihan toilet, pendingin ruangan yang tidak maksimal serta pengaturan lorong yang tidak jalan.
"Mestinya kalau kewajiban pedagang ditambah, mereka (Pengelola-red) harus memberikan pelayanan yang lebih dong! Ini tidak, toilet kotor, AC tidak cukup membuat pedagang dan pengunjung kegerahan. Bagaimana orang mau datang ke sini? Mikir dong pengelolanya," omel Ita, pedagang lainnya. [eka]