-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Buruh Migas Kembali Persoalkan Penyunatan Gaji

| Desember 10, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

RATUSAN buruh yang tergabung dalam Konfedarasi Serikat Buruh seluruh Indonesia (K-SBSI) Senin (9/12) pagi kembali berunjuk rasa menyuarakan aspirasi mereka di depan kantor Gubernur Riau di jalan Sudirman. Mereka berasal dari berbagai perusahaan yang bergerak di bidang migas.

Para pengujuk rasa yang datang menggunakan sepeda motor, mengkritik Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau yang mereka nilai tidak berpihak pada buruh.

"Sekarang terbukti Disnaker bukan lagi menjadi orang tua bagi buruh. Bahkan kami mencium adanya kongkalingkong antara Disnaker dan APINDO dengan memperkosa hak-hak buruh," teriak pengunjuk rasa.

Koordinator Wilayah Riau Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Patar Sitanggang mengatakan aksi demo buruh dipicu oleh tindakan perusahaan yang menyunat gaji mereka.

" Semua buruh yang ikut demo menuntut hak realisasi upah buruh sektor migas kena potong gajinya Rp600 ribu," ujar Patar geram.

Demo kali ini merupakan ketiga kalinya para buruh migas turun berunjuk rasa. Oktober lalu sempat menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke kantor SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara di Pekanbaru.

Mereka mengeluhkan tindakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang tidak kunjung membayar kekurangan rapel gaji sesuai Upah Minimum Sektor Migas Riau 2014 sejak Januari lalu. Para pendemo ini merupakan karyawan perusahaan subkontraktor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Aksi mogok para buruh rupanya berbuntut sanksi dari Chevron. Pada 2 Desember lalu pihak CPI, Apindo, perusahaan subkontraktor dan Disnakertrans Riau melakukan rapat soal aksi mogok kerja di SKK Migas itu. Dari sana Chevron kemudian memberikan sanksi penalti kepada sekitar tujuh perusahaan subkontraktor yang pekerjanya melakukan mogok kerja. Sanksi tersebut kemudian memicu reaksi para buruh, dimana para pendemo melakukan aksi demo yang berujung pengrusakan kantor Disnaker Riau, Rabu (4/12) lalu.

Aparat kepolisian dan pengamanan Kantor Gubernur menutup akses masuk dan berjaga-jaga di pintu pagar. Beruntung para buruh tidak menunjukkan kekerasan dalam aksi demo kali ini. Mereka kemudian berkumpul dan menunpahkan unek-unek mereka dengan berbagai ekspresi kesenian.

Wakil ketua SBSI Siak, Jhonson Tampubolon kepada PekanbaruMX mengatakan turunnya para buruh kali ini tidak saja sebagai solidaritas secara nasional tetapi juga secara khusus karena hak-hak buruh di Riau makin termarginalkan oleh kebijakan Disnaker Riau yang tak berpihak.

"Kita juga menuntut ke Polda agar kawan-kawan kita yang ditahan bisa dilepaskan," ujar Jhonson. Ratusan buruh tersebut hingga siang masih manunggu hasil pertemuan Koordinator Wilayah Riau Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Patar Sitanggang dengan Sekda Zaini Ismail. *** foto: riaupos.co
Powered by Telkomsel BlackBerry®