-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Makin Parah, Kordinasi Pemko-Pemprov Minim

| Desember 08, 2013 WIB

Laporan Eka Satria, Pekanbaru

PENGHARGAAN sebagai peringkat ke-3 terbaik dalam kategori kota se-Indonesia dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU), Rabu (4/12) lalu menjadi ironis dengan kenyataan banjir yang terus menjadi masalah bagi Kota Pekanbaru. Pasalnya, warga terus mengeluhkan banjir yang tak juga teratasi oleh Pemko.

Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak pukul 03.30 WIB Jumat (6/12) dini hari hingga pagi telah menyebabkan titik banjir semakin bertambah. Simpang Tabek Gadang di Jalan HR Soebrantas Km 11.5 Panam merupakan kawasan terparah yang dilanda banjir. Akibat banjir juga mengakibatkan kemacetan di banyak ruas jalan seperti di Jalan Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta dan lainnya. Bahkan di sekitar Gading Marpoyan puluhan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang akan melewatai Jalan Soekarno-Hatta melalui Jalan Gading terpaksa berbalik arah mengambil jalan Pasir Putih.

SMP Negeri 21 Pekanbaru di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru misalnya, juga sudah sekian lama menjadi langganan banjir hingga mengganggu proses belajar mengajar. Namun perhatian Pemko masih terlihat minim.

Makin parahnya kondisi Kota Bertuah saat musim penghujan hingga kini belum berhasil diatasi Wali Kota Firdaus MT. Pemko hanya baru bisa mendata jumlah titik banjir yang ada melalui Dinas Pekerjaan Umum. Diketahui saat ini ada sekitar 127 titik banjir di Kota Pekanbaru, yang ditangani hanya 58 titik. Dengan demikian, masih ada 69 titik banjir yang belum disentuh.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pekanbaru, Azmi, salah satu penyebab terbesar yang menyebabkan banjir terjadi yakni pedagang yang berjualan di atas trotoar. “Mereka yang berjualan di atas trotoar pasti membuang sampah bekas dagangan ke parit. Itu yang membikin tersumbat dan ujung-ujungnya banjir," katanya, walaupun diakuinya minimnya drainase yang berfungsi baik juga menjadi salah satu kendala.

Begitupun soal keberadaan beberapa waduk seperti waduk Diponegoro, waduk Cipta Karya, Waduk Garuda Sakti, dan waduk di Stadion Rumbai menurut Azmi belum maksimal. Kedepannya perlu dibenahi dan menambah lagi waduk-waduk lainnya.

Anggota Komisi III Kota Pekanbaru Darnil mengkritik Dinas Pekerjaan Umum yang belum maksimal dalam penanganan masalah banjir ini. Banjir yang terjadi tidak hanya menganggu perekonomian tapi juga proses belajar-mengajar di banyak sekolah.

"Pemko melalui dinas terkait harus tanggap. Jika instansi terkait beralasan tidak memiliki anggaran, alasan tersebut tidak masuk akal karena alokasi anggaran untuk penanganan banjir ini cukup besar,” ungkap politisi Hanura tersebut.

Dalam APBD-P Tahun 2013 memang ada dialokasikan dana untuk program dari Dinas PU yakni membuat percontohan dan penataan drainase di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Riau. Walaupun pelaksanaan pembangunan fisiknya dimulai 2014 mendatang. Anggaran sebesar Rp10 miliar disiapkan untuk penataan drainase di dua ruas jalan protokol di Kota Pekanbaru itu

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD kota Pekanbaru, Tengku Azwendi menuding tak tuntasnya persoalan mengatas banjir ini karena tidak adanya koordinasi antara Pemko dan Pemprov, padahal masterplan untuk penanganan banjir ini telah tersedia.***
foto: utusanriau.com

-->