PEKANBARU, KilaRiau - Dampak banjir di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau kian mengganggu aktivitas masyarakat. Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan Duri, Kabupaten Bengkalis, terputus. Jalur Riau-Sumatera Barat di Desa Merangin, Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, juga longsor hingga menyebabkan kemacetan total.
Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sontang-Duri sudah tergenang banjir sejak Selasa (3/12) lalu. Namun, pada Minggu (8/12), ketinggian air akibat meluapnya Sungai Rokan semakin parah hingga satu meter. Kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat pun tidak bisa melintasi jalan tersebut. Sedangkan sejumlah kendaraan berbadan besar seperti bus dan truk tronton nekad menerobos banjir.
Warga Dusun Titian Gading, Desa Sontang, Surya kepada Metro Riau mengatakan, agar bisa melewati jalur tersebut, kendaraan roda dua harus diangkut dengan jasa penyeberangan perahu khusus dengan membayar Rp50 ribu per sepeda motor. "Itu pun pemilik kendaraan tidak busa ikut naik perahu. Pemilik kendaraan harus menerobos banjir dengan jalan kaki," katanya.
Selain jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sontang-Duri, banjir juga memutus akses jalan warga di Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir. Genangan air mulai 25 centimeter hingga satu meter di badan jalan ini mengakibatkan warga tidak bisa menuju Desa Surau Munai dan DU SKPA Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo.
Banjir di Rohul tidak hanya memutus jalur transportasi, tapi juga merendam ratusan rumah penduduk di sejumlah wilayah. "Air terkadang surut, tapi kalau hujan, air Sungai Rokan langsung meluap dan banjir datang lagi. Rumah baru saja dibersihkan pada pagi hari, sorenya sudah banjir lagi," kata warga Desa Sontang, Suroso.
Ia mengungkapkan, tanaman sayuran dan perkebunan warga seperti kelapa sawit ikut terendam dengan ketinggian air sekitar sebetis orang dewasa. Sayuran dan kelapa sawit itu pun terancam gagal panen atau bahkan bisa mati sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul menyebutkan, banjir juga merendam 300 rumah di Dusun Pelanduk, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, 39 rumah di Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu dan 188 rumah di Dusun Tanjung Harapan, Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah.
"Di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah dan Desa Pematang Berangan, masih dilakukan pendataan oleh petugas BPBD Rohul," kata Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana di Pasirpangaraian, kemarin sore. Ia mengatakan, ketinggian air yang merendam pemukiman warga rata-rata 25 centimeter. Tetapi, di Dusun Pelanduk, ketinggian air mencapai satu meter.
Petugas BPBD Rohul sudah menurunkan dua perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir. Tenda pengungsian juga didirikan di Posko Banjir di kawasan Pujasera, Water Fron City, Kelurahan Pasir Pangaraian, atau tepian Sungai Batang Lubuh. Posko banjir tersebut siap menampung pengungsi jika terjadi banjir besar.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rohul, H Tengku Rafli Armien menyatakan hingga kini pihaknya baru menyalurkan bantuan paket sembako bagi korban banjir di Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu.
"Kita salurkan bantuan sembako untuk 39 KK (kepala keluarga) berupa beras 195 kilogram, mie instan 195 bungkus, lauk pauk 39 paket berisi; lima kaleng sarden, setengah liter minyak goreng, satu botol kecap dan satu botol saus," jelas Tengku Rafli.
Pemerintah desa atau pemerintah kecamatan lainnya yang juga kebanjiran, menurut Rafli, belum meminta bantuan. "Kalau ada permintaan, bantuan akan langsung kita drop," katanya.
Dinas Sosial Provinsi Riau telah mendirikan posko untuk menyikapi banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota. Menurut Kepala Seksi Penanggulangan Bantuan Bencana Alam, Aulia Ksatrial, permintaan bantuan terus berdatangan.
Dinsos Riau, katanya, masih memiliki paket bantuan sebanyak 5.000 paket buffer stock untuk kabupaten/kota. "Kita menunggu informasi akurat dan data valid dari pemerintah kabupaten/kota, jika kekurangan bantuan, kami siap menyalurkannya," katanya.
Menurut Aulia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menyiagakan dana sebesar Rp10 miliar sebagai dana tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam seperti banjir. Dinsos terus koordinasi dengan pihak terkait di kabupaten/kota untuk memantau perkembangan banjir [halloriau.com]
Jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sontang-Duri sudah tergenang banjir sejak Selasa (3/12) lalu. Namun, pada Minggu (8/12), ketinggian air akibat meluapnya Sungai Rokan semakin parah hingga satu meter. Kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat pun tidak bisa melintasi jalan tersebut. Sedangkan sejumlah kendaraan berbadan besar seperti bus dan truk tronton nekad menerobos banjir.
Warga Dusun Titian Gading, Desa Sontang, Surya kepada Metro Riau mengatakan, agar bisa melewati jalur tersebut, kendaraan roda dua harus diangkut dengan jasa penyeberangan perahu khusus dengan membayar Rp50 ribu per sepeda motor. "Itu pun pemilik kendaraan tidak busa ikut naik perahu. Pemilik kendaraan harus menerobos banjir dengan jalan kaki," katanya.
Selain jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sontang-Duri, banjir juga memutus akses jalan warga di Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir. Genangan air mulai 25 centimeter hingga satu meter di badan jalan ini mengakibatkan warga tidak bisa menuju Desa Surau Munai dan DU SKPA Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo.
Banjir di Rohul tidak hanya memutus jalur transportasi, tapi juga merendam ratusan rumah penduduk di sejumlah wilayah. "Air terkadang surut, tapi kalau hujan, air Sungai Rokan langsung meluap dan banjir datang lagi. Rumah baru saja dibersihkan pada pagi hari, sorenya sudah banjir lagi," kata warga Desa Sontang, Suroso.
Ia mengungkapkan, tanaman sayuran dan perkebunan warga seperti kelapa sawit ikut terendam dengan ketinggian air sekitar sebetis orang dewasa. Sayuran dan kelapa sawit itu pun terancam gagal panen atau bahkan bisa mati sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul menyebutkan, banjir juga merendam 300 rumah di Dusun Pelanduk, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, 39 rumah di Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu dan 188 rumah di Dusun Tanjung Harapan, Kelurahan Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah.
"Di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah dan Desa Pematang Berangan, masih dilakukan pendataan oleh petugas BPBD Rohul," kata Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana di Pasirpangaraian, kemarin sore. Ia mengatakan, ketinggian air yang merendam pemukiman warga rata-rata 25 centimeter. Tetapi, di Dusun Pelanduk, ketinggian air mencapai satu meter.
Petugas BPBD Rohul sudah menurunkan dua perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir. Tenda pengungsian juga didirikan di Posko Banjir di kawasan Pujasera, Water Fron City, Kelurahan Pasir Pangaraian, atau tepian Sungai Batang Lubuh. Posko banjir tersebut siap menampung pengungsi jika terjadi banjir besar.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rohul, H Tengku Rafli Armien menyatakan hingga kini pihaknya baru menyalurkan bantuan paket sembako bagi korban banjir di Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu.
"Kita salurkan bantuan sembako untuk 39 KK (kepala keluarga) berupa beras 195 kilogram, mie instan 195 bungkus, lauk pauk 39 paket berisi; lima kaleng sarden, setengah liter minyak goreng, satu botol kecap dan satu botol saus," jelas Tengku Rafli.
Pemerintah desa atau pemerintah kecamatan lainnya yang juga kebanjiran, menurut Rafli, belum meminta bantuan. "Kalau ada permintaan, bantuan akan langsung kita drop," katanya.
Dinas Sosial Provinsi Riau telah mendirikan posko untuk menyikapi banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota. Menurut Kepala Seksi Penanggulangan Bantuan Bencana Alam, Aulia Ksatrial, permintaan bantuan terus berdatangan.
Dinsos Riau, katanya, masih memiliki paket bantuan sebanyak 5.000 paket buffer stock untuk kabupaten/kota. "Kita menunggu informasi akurat dan data valid dari pemerintah kabupaten/kota, jika kekurangan bantuan, kami siap menyalurkannya," katanya.
Menurut Aulia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menyiagakan dana sebesar Rp10 miliar sebagai dana tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam seperti banjir. Dinsos terus koordinasi dengan pihak terkait di kabupaten/kota untuk memantau perkembangan banjir [halloriau.com]
