Laporan Eka Satria,Pekanbaru
PEKANBARU -- Ketersediaan daging sapi di semua pasar tradisional hingga pekan terakhir Ramadan terpantau masih stabil dan tidak terjadi gejolak harga karena kelangkaan. Saat ini harga satu kilogram daging sapi masih berkisar antara Rp 90 ribu hingga Rp 94 ribu.
Hampir di semua los penjualan daging terlihat antusias warga yang berbelanja kebutuhan daging untuk lebaran. Meski selalu ramai, namun tidak terjadi antrian dalam pembelian.
"Lebaran tinggal beberapa hari lagi, sepekan ini akan selalu ramai oleh ibu-ibu yang belanja daging. Tapi jangan kuatir, stok aman. Kata orang dinas (dinas pertanian) untuk lebaran ini daging cukup," kata salah seorang pedagang daging di Pasar Palapa.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Sentot D Prayitno yang dihubungi, Senin (5/8) mengatakan saat ini dari data Distan, pemotongan sapi perhari sejak pekan terakhir bulan puasa mencapai 140 ekor sapi.
"Permintaan sapi sudah terlihat sejak pertengahan puasa. Pasokan daging sapi untuk konsumsi masyarakat Pekanbaru mencapai 25-35 persen. Hingga hari ke-19 jumlah sapi yang di potong perharinya mencapai 10 ton," jelasnya.
Distan sejak menjelang bulan puasa sudah menyediakan stok dan menyiapkan pemotongan sejumlah 1.650 ekor sapi. Dari jumlah itu sampai kini lebih dari separuhnya sudah disebar ke masyarakat dan sisanya sekitar 700 ekor masih tersedia untuk pemenuhan kebutuhan lebaran masyarakat kota Pekanbaru.
Sentot menghimbau agar amasyarakat tidak mencemaskan stok daging di pasaran. Begitu juaga mengenai harga masyarakat diminta hat-hati atau tidak terburu-buru membeli daginaag yang ditawarkan dengan harga tinggi. Perkiraan Distan, harga daginag hingga lebaran hanya berkisar antara Rp 90 ribu dan tak melebihi di atas Rp 100 ribu.
"Bila harga daging naik, itu tidak masuk akal.Jangan di beli, nanti menjelang siang juga turun. Kalau tidak laku maka mana mungkin mereka bertahan di harga tinggi," katanya memberi tips.
Sementara untuk menjaga dan melakukan pengawasan terhadap peredaran daging sapi ilegal di pasar, Dinas Peternakan Provinsi Riau terus antisipasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap daging sapi yang beredar di pasaran. Dinas Peternakan Riau mengantisipasi agar tidak tertularnya penyakit sapi gila atau antraks. Hal tersebut dilakukan karena Riau tidak mendapat tambahan kuota daging sapi impor, dikhawatirkan ada oknum yang mencoba memasukkan daging sapi ilegal yang tidak terjamin keamanannya. *3
PEKANBARU -- Ketersediaan daging sapi di semua pasar tradisional hingga pekan terakhir Ramadan terpantau masih stabil dan tidak terjadi gejolak harga karena kelangkaan. Saat ini harga satu kilogram daging sapi masih berkisar antara Rp 90 ribu hingga Rp 94 ribu.
Hampir di semua los penjualan daging terlihat antusias warga yang berbelanja kebutuhan daging untuk lebaran. Meski selalu ramai, namun tidak terjadi antrian dalam pembelian.
"Lebaran tinggal beberapa hari lagi, sepekan ini akan selalu ramai oleh ibu-ibu yang belanja daging. Tapi jangan kuatir, stok aman. Kata orang dinas (dinas pertanian) untuk lebaran ini daging cukup," kata salah seorang pedagang daging di Pasar Palapa.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Sentot D Prayitno yang dihubungi, Senin (5/8) mengatakan saat ini dari data Distan, pemotongan sapi perhari sejak pekan terakhir bulan puasa mencapai 140 ekor sapi.
"Permintaan sapi sudah terlihat sejak pertengahan puasa. Pasokan daging sapi untuk konsumsi masyarakat Pekanbaru mencapai 25-35 persen. Hingga hari ke-19 jumlah sapi yang di potong perharinya mencapai 10 ton," jelasnya.
Distan sejak menjelang bulan puasa sudah menyediakan stok dan menyiapkan pemotongan sejumlah 1.650 ekor sapi. Dari jumlah itu sampai kini lebih dari separuhnya sudah disebar ke masyarakat dan sisanya sekitar 700 ekor masih tersedia untuk pemenuhan kebutuhan lebaran masyarakat kota Pekanbaru.
Sentot menghimbau agar amasyarakat tidak mencemaskan stok daging di pasaran. Begitu juaga mengenai harga masyarakat diminta hat-hati atau tidak terburu-buru membeli daginaag yang ditawarkan dengan harga tinggi. Perkiraan Distan, harga daginag hingga lebaran hanya berkisar antara Rp 90 ribu dan tak melebihi di atas Rp 100 ribu.
"Bila harga daging naik, itu tidak masuk akal.Jangan di beli, nanti menjelang siang juga turun. Kalau tidak laku maka mana mungkin mereka bertahan di harga tinggi," katanya memberi tips.
Sementara untuk menjaga dan melakukan pengawasan terhadap peredaran daging sapi ilegal di pasar, Dinas Peternakan Provinsi Riau terus antisipasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap daging sapi yang beredar di pasaran. Dinas Peternakan Riau mengantisipasi agar tidak tertularnya penyakit sapi gila atau antraks. Hal tersebut dilakukan karena Riau tidak mendapat tambahan kuota daging sapi impor, dikhawatirkan ada oknum yang mencoba memasukkan daging sapi ilegal yang tidak terjamin keamanannya. *3
