Laporan Eka Satria, Pekanbaru
PEKANBARU -- Tidak tertatanya jaringan bawah tanah terkait galian fiber optik (FO) oleh berbagai perusahaan di bidang IT membuat PD Pembangunan Pekanbaru berupaya merintis pengoperasian FO terintegrasi. Selama ini jaringan bawah tanah untuk FO sering dikeluhkan warga karena penggalian oleh masing-masing pengguna menganggu jalan yang sudah diaspal atau di trotoar.
Dirut PD Pembangunan Pekanbaru, Heri Susanto mengatakan pihaknya mengambil inisiatif membangun jaringan fiber optik bawah tanah agar bisa digunakan oleh seluruh operator seluler yang beroperasi di Kota Pekanbaru. Selain itu semua perusahaan yang bergerak di bidang IT bahkan perbankan juga bisa diharapkan bergabung menggunakan FO milik PD Pembangunan.
“Betul, saat ini sudah tertanam 100 persen jaringan pipa yang tersebar di 71 ruas jalan. Kira-kira sepanjanag 148 kilometer,” jelas Heri, Sabtu (3/8). Diperkirakan menurut Heri pada September mendatang jaringan FO bawah tanah tersebut sudah bisa beroperasi. Bahkan salah satu operator seluler sudah menyatakan keinginan menyewa jaringan FO milik PD Pembangunan.
Seperti diketahui selama ini sering terjadi penggalian jaringan bawah tanah termasuk fiber optik yang dilakukan masing-masing perusahaan di berbagai ruas jalan. Parahnya, penggalian dilakukan sesuka hati tanpa memperhatikan kenyamanan warga. Banyak bekas galian yang tidak ditimbun dengan baik sehingga memunculkan gundukan, bahkan ada bekas galian yang ditimbun sekedarnya sehingga rawan dilalui kendaraan.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah infrastruktur, Muhammad Sabarudi mengaku jengkel oleh pihak yang mengerjakan penggalian jaringan FO bawah tanah tersebut. Karena dilakukan seenaknya dan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Saya pribadi tak setuju ada penggalian-penggalian seperti itu. Hampir tiap tahun ada penggalian. Ini sangat mengganggu dan sangat riskan bagi pengguna jalan," kata Sabarudi. *3
PEKANBARU -- Tidak tertatanya jaringan bawah tanah terkait galian fiber optik (FO) oleh berbagai perusahaan di bidang IT membuat PD Pembangunan Pekanbaru berupaya merintis pengoperasian FO terintegrasi. Selama ini jaringan bawah tanah untuk FO sering dikeluhkan warga karena penggalian oleh masing-masing pengguna menganggu jalan yang sudah diaspal atau di trotoar.
Dirut PD Pembangunan Pekanbaru, Heri Susanto mengatakan pihaknya mengambil inisiatif membangun jaringan fiber optik bawah tanah agar bisa digunakan oleh seluruh operator seluler yang beroperasi di Kota Pekanbaru. Selain itu semua perusahaan yang bergerak di bidang IT bahkan perbankan juga bisa diharapkan bergabung menggunakan FO milik PD Pembangunan.
“Betul, saat ini sudah tertanam 100 persen jaringan pipa yang tersebar di 71 ruas jalan. Kira-kira sepanjanag 148 kilometer,” jelas Heri, Sabtu (3/8). Diperkirakan menurut Heri pada September mendatang jaringan FO bawah tanah tersebut sudah bisa beroperasi. Bahkan salah satu operator seluler sudah menyatakan keinginan menyewa jaringan FO milik PD Pembangunan.
Seperti diketahui selama ini sering terjadi penggalian jaringan bawah tanah termasuk fiber optik yang dilakukan masing-masing perusahaan di berbagai ruas jalan. Parahnya, penggalian dilakukan sesuka hati tanpa memperhatikan kenyamanan warga. Banyak bekas galian yang tidak ditimbun dengan baik sehingga memunculkan gundukan, bahkan ada bekas galian yang ditimbun sekedarnya sehingga rawan dilalui kendaraan.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah infrastruktur, Muhammad Sabarudi mengaku jengkel oleh pihak yang mengerjakan penggalian jaringan FO bawah tanah tersebut. Karena dilakukan seenaknya dan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
"Saya pribadi tak setuju ada penggalian-penggalian seperti itu. Hampir tiap tahun ada penggalian. Ini sangat mengganggu dan sangat riskan bagi pengguna jalan," kata Sabarudi. *3
