Laporan Eka Satria, Pekanbaru
PEKANBARU – Berbagai persiapan jelang arus mudik lebaran 1434H-2013 ini terus digesa pihak Dnas Perhubungan, Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru. Untuk mendukung dan memperlancar arus mudik sekitar 2400 Unit angkutan Lebaran telah disiapkan.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kota Pekanbaru Dedi Gusriadi melalui Kabid Angkutan Darat Sunarko menyampaikan kesiapan pihaknya baik pada H-7 maupun saat arus balik pada H+7.
Sunarko merinci armada yang akan disiapkan untuk mudik tahun ini dimana terdapat i angkutan umum antar kota antar propinsi (AKAP) sebanyak 230 unit, angkutan umum antar kota dalam propinsi (AKDP) sejumlah 1.723 unit. Dukungan untuk itu juga ditambah angkutan sewa dan travel dalam Provinsi.
Mengingat jalur mudik bagi pemudik dari Pekanbaru tidak hanya melalui jalur darat, maka Dishub juga memaksimalkan ketersediaan sejumlah 19 unit kapal yang direncanakan akan dioperasikan membawa pemudik kebeberapa daerah dengan jurusan Bengkalis, Selat Panjang, Perawang dan Siak.
“ Untuk melancarkan proses arus mudik dan arus balik, Dishub juga bekerja sama dengan pihak TNI-Polri dengan total keseluruhan personil mencapai 228 oarang personil,” kata Sunarko.
Demi mengamankan dan memberi rasa aman bagi permudik beberpa posko juga disiapkan antara lain Posko angkutan lebaran Sungai Duku, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki dan Bandara Sultan Sarif Qasim II.
Sementara itu untuk proses pengamanan arus mudik di wilayah Riau, Polda Riau sendiri akan menurunkan dua pertiga dari seluruh personil polisi di yang berasal dari Polda, Polres dan Polsek.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono, usai rapat Operasi Ketupat 2013 di aula Bengkalis, Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru berberapa waktu lalumengatakan dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan arus mudik dan Idul Fitri 1434 H, Polda Riau mendirikan 80 pos pengamanan (Pospam) di seluruh daerah di Provinsi Riau. Berbeda dengan tahun-tahun lalu, tahun ini Polda Riau tak menempatkan penembak jitu di titik tertentu.
"Dengan adanya Operasi Ketupat dan Pospam itu kita tidak akan menurunkan sniper kecuali kalau memang mendesak. Personil yang kita turunkan sudah cukup untuk melakukan pengamanan," ujar Condro Kirono kepada wartawan. [eka satria *3]
PEKANBARU – Berbagai persiapan jelang arus mudik lebaran 1434H-2013 ini terus digesa pihak Dnas Perhubungan, Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru. Untuk mendukung dan memperlancar arus mudik sekitar 2400 Unit angkutan Lebaran telah disiapkan.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kota Pekanbaru Dedi Gusriadi melalui Kabid Angkutan Darat Sunarko menyampaikan kesiapan pihaknya baik pada H-7 maupun saat arus balik pada H+7.
Sunarko merinci armada yang akan disiapkan untuk mudik tahun ini dimana terdapat i angkutan umum antar kota antar propinsi (AKAP) sebanyak 230 unit, angkutan umum antar kota dalam propinsi (AKDP) sejumlah 1.723 unit. Dukungan untuk itu juga ditambah angkutan sewa dan travel dalam Provinsi.
Mengingat jalur mudik bagi pemudik dari Pekanbaru tidak hanya melalui jalur darat, maka Dishub juga memaksimalkan ketersediaan sejumlah 19 unit kapal yang direncanakan akan dioperasikan membawa pemudik kebeberapa daerah dengan jurusan Bengkalis, Selat Panjang, Perawang dan Siak.
“ Untuk melancarkan proses arus mudik dan arus balik, Dishub juga bekerja sama dengan pihak TNI-Polri dengan total keseluruhan personil mencapai 228 oarang personil,” kata Sunarko.
Demi mengamankan dan memberi rasa aman bagi permudik beberpa posko juga disiapkan antara lain Posko angkutan lebaran Sungai Duku, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki dan Bandara Sultan Sarif Qasim II.
Sementara itu untuk proses pengamanan arus mudik di wilayah Riau, Polda Riau sendiri akan menurunkan dua pertiga dari seluruh personil polisi di yang berasal dari Polda, Polres dan Polsek.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono, usai rapat Operasi Ketupat 2013 di aula Bengkalis, Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru berberapa waktu lalumengatakan dalam Operasi Ketupat untuk mengamankan arus mudik dan Idul Fitri 1434 H, Polda Riau mendirikan 80 pos pengamanan (Pospam) di seluruh daerah di Provinsi Riau. Berbeda dengan tahun-tahun lalu, tahun ini Polda Riau tak menempatkan penembak jitu di titik tertentu.
"Dengan adanya Operasi Ketupat dan Pospam itu kita tidak akan menurunkan sniper kecuali kalau memang mendesak. Personil yang kita turunkan sudah cukup untuk melakukan pengamanan," ujar Condro Kirono kepada wartawan. [eka satria *3]
