-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Metropolitan Digesa, Pekanbaru Butuh Daerah Penyangga

| Juli 30, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

PEKANBARU -- Menyadari bahwa untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang madani tidak bisa dicapai sendiri, Pemko Pekanbaru menjalin kerjasama dengan daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru.

Wali Kota Firdaus MT mengakui, kerjasama dengan daerah sekitar yang disebut juga wilayah penyangga tersebut tak bisa diabaikan. Justru peran wilayah penyangga sangat besar untuk terus menggesa terwujudnya Kota Metropolitan yang madani.

“Untuk menuju Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan tidak bisa sendiri. Artinya pembangunan tidak bisa dipisahkan dengan daerah penyangga seperti Siak, Kampar dan Pelalawan,” jelas Firdaus usai menggelar Rapat Sinergisitas Pembangunan Kawasan Perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, akhir pekan lalu.

Meski dari segi jumlah penduduk Kota Pekanbaru sudah masuk kategori kota metropolitan yakni sekityar satu juta lebih, namun diakui Firdaus semua aspek pembangunan yang menjadi syarat kota Metropolitan harus digesa, seperti transportasi, ekonomi, tatanan kebersihan kota dan sebagainya.
“Kota kita sudah kota Metropolitan meski secara administrasi belum tercatat. Semua aspek harus dibenahi,” ujarnya. Karena itu menurut mantan Kadis PU Riau ini, perlu digagas kerjasama dengan semua kepala daerah di wilayah penyangga.

Tahap awal Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar mengawalinya dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) menyangkut payung hukum yang nanti akan diterjemahkan oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

“Saya berinisiatif menjadi inisiator dengan harapan kedepannya, ini juga akan menjadi berlanjut diikuti oleh semua SKPD terkait,” tambahnya

Saat ini kerjasama yang baru digagas bersama Pemkab Kampar adalah proyek pembangunan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang akan disepakati dibangun di wilayah Kampar. Firdaus mengakui Bupati Kampar Jeffry Nur sudah sepakat, bahkan Pemprov Riau yang juga hadir saat MoU ikut mensuport dan diharapkan bisa menjadi koorditor.

Jauh sebelumnya melalui sistem angkutan umum massal (SAUM) Transmetro, sudah dikembangkan sistem transportasi yang meliputi wilayah penyangga di daerah Kabupaten Kampar yakni mencakup Desa Pandau Jaya. ***