-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Anton Medan Sentil Pejabat Riau Soal Karhutla

| Juli 31, 2013 WIB
PEKANBARU – Kebakaran hutan yang terjadi berulang kali di Riau merupakan bencana yang disebabkan kelalaian manusia dan khususnya karena tidak maksimalnya upaya pejabat di Riau mencegah berulangnya kebakaran tersebut. Ibarat keledai yang tak pernah mau belajar, jatuh pada lubang yang sama berkali-kali.

Demikian dikatakan Anton Medan alias Tan Kok Liong dalam sambutannnya sebagai Ketua Umum DPP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) saat pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Riau periode 2013-2018 dipimpin oleh Jailani Tang Ayong, Senin, (29/7) di Hotel Pangeran, Pekanbaru. Turut dilantik kepengurusan PITI Kota Pekanbaru, di bawah pimpinan Haji Muhammad Tohir (Acun).

Kepada pengurus PITI Riau, Anton Medan berharap kehadiran muslim Tionghoa dalam wadah PITI di Riau setidaknya dapat menjadi pendorong kemajuan Riau, ikut menciptakan generasi yang beraklakul kharimah dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam berbagai aktifitas. Sehingga kasus-kasus seperti narkoba, kriminalitas dan kebakaran hutan dapat dicegah.

PITI Riau Dikukuhkan

Pada bagian lain Anton Medan yang mantan residivis kakap dan sekarang berstatus kyai tersebut menginginkan peran serta etnis Tionghoa di Riau hendaknya semakin mencuat dan terlihat.

“Baik Tionghoa yang muslim maupun Tionghoa yang non muslim, saya harap ke depannya menunjukkan partisipasi aktifnya dlam kehidupan sosial, politik dan kemasyarakatan di Riau,” ungkapnya.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, Wagubri HR Mambang Mit, Ketua Kerapatan Adat Melayu dan LAM Riau Dr H Tennas Efendi dan Ketua Harian LAM RIau Al-Azhar dan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau Feng Sunyoto.

Ketua PITI Riau yang baru dilantik Jailani Tang Ayong mengatakan, misi yang diemban PITI Riau adalah seperti apa yang diisyaratkan DPP PITI yakni untuk mewujudkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin khususnya di Bumi Lancang Kuning.

“Kedepannya kita dari anggota dan pengurus PITI RIau akan saling bahu membahu dan bersinergi dengan Pemprov Riau, Kabupaten dan Kota serta komponen masyarakat lainnya untuk memberikan yang terbaik untuk Riau,” tutur Jailani Tang Ayong.

Sementara itu Wagubri HR Mambang Mit dalam sambutannya menyebut kehadiran PITI merupakan berkah bagi masyarakat Riau dan itu patut disyukuri dan didukung. Sebagai daerah yang terdiri dari setidak 34 etnis, masyarakat Riau selalu siap dengan keberagaman atau heterogenitas. Sejauh ini keharmonisan dari heterogenitas tersebut menurut Mambang Mit tetap terjaga. [eka satria]