-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menabur Janji Kosong ke Pasar Tradisional

| Juni 23, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

PEKANBARU -- Pedagang di semua pasar tradisional memiliki magnet tersendiri bagi calon-calon Gubernur Riau. Sejumlah calon sudah berkunjung ke pasar tradisional atau yang dikenal dengan istilah blusukan. Pasar adalah tempat yang wajib dikunjungi dalam rangka sosialisasi dan kampanye.
HR Mambang Mit misalnya, saat masih berebut tiket Riau 1 bersama istri Hajah Maulida sudah mengunjungi Pasar Terapung yang terletak di tepi Sungai Indragiri, Kabupaten Inhil dan Pasar Minggu atau yang disebut juga pasar Tradisional Desa Pekanheran Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu beberapa waktu lalu.

Mendapat sambutan hangat dari para pedagang, Mambang Mit pun ditagih permintaan para pedagang agar kelak jika terpilih, Mambang Mit dapat membantu mereka terutama dalam permodalan. Mambang, yang akrab dengan sapaan Ayah tersebut hanya menjanjikan aspirasi pedagang akan menjadi bahan masukan pemerintah Provinsi Riau dalam membuat kebijakan dan program menyangkut pedagang pasar tradisional di tahun mendatang

Bakal calon gubernur Riau lainnya, Lukman Edy pun melirik pedagang di pasar tradisional sebagai lumbung suara. Diantaranya Lukman Edy mengunjung Pasar Pasar Ikan Senapelan yang dikenal sebagai Pasar Kodim dan pasar Lumpur, Taluk Kuantan. Bersama istri Gustini, mantan menteri PDT RI itu blusukan ke lorong-lorong pasar. Janji pun ditabur di tengah-tengah pedagang.

"Pasar tradisional ini miliknya masyarakat kecil, jadi harus dipelihara dan dibangun sehingga menjadi lebih nyaman. Tradisionalnya tetap dijaga, tapi fasilitas penunjangnya seperti jalan dan lapaknya dibuat rapi, bersih dan nayaman,” kata Lukman Edy yang juga menjadi pembina Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia itu.

Menyindir kepala daerah yang over memberi izin kepada pasar moderen, LE, demikian ia populer disebut, mengatakan ia lebih tertarik untuk membangun fasilitas pasar tradisional di Riau agar pasar tradisional terus eksis di tengah serbuan pasar modern yang bermunculan.

Tak mau ketinggalan, Calon Gubernur Riau asal PAN, Jon Erizal menelusuri Pasar Tradisional Panam, Selasa (29/1/). Ia mengatakan tetap menaruh perhatian serius terhadap nasib para pedagang pasar tradisional. Dikatakannya, saat ini, pasar tradisional harus bersaing ketat dengan supermarket dan minimarket yang terus menjamur karena kebijakan Wali Kota Pekanbaru yang kurang tepat.

Seperti biasa, pedagang menyambut hangat calon pemimpin mereka sembari meminta Jon Erizal agar bila nanti jadi Riau 1 benar-benar memperhatikan nasib pedagang di pasar tradisional yang ada di Pekanbaru.

"Saya tentu akan memberi perhatian yang serius agar pasar tradisional tetap bertahan dan mampu bersaing,'' ujar Jon sambil minum teh telur kegemarannya.

Meskipun kunjungan para calon gubernur tersebut terlihat disambut hangat, namun beberapa pedagang tidak begitu percaya apa yang dijanjikan kelak akan direalisasikan.

"Janjinya manis semua. Mau ini, mau bangun itu tapi biasanya jarang tuh dibuktikan. Rata-rata janji kosong saja," kata salah seorang pedagang di pasar Kodim, Dasril. Namun Dasril memaklumi bila calon pemimpin rata-rata memilih datang ke pasar-pasar karena lebih mudah meraih simpati pedagang.

Kekecewaan atas janji calon Wali Kota Pekanbaru. Firdaus MT saat masa kampanye Calon Wali Kota dulu masih dirasakan pedagang kaki lima Pasar Jongkok. Meski dibantah oleh Firdaus bahwa ia telah menabur janji, namun menurut PKL Pasar Jongkok, mereka tak mungkin lupa apa yang dijanjikan Firdaus.

"Begitulah pemimpin kita, kalau sudah dapat apa yang diinginkan lupa atau pura-pura lupa. Kalau Firdaus malah bilang tak pernah berjanji, padahal kita semua di Pasar Jongkok ingat semua omongannya dulu," kata Firmasyah, pedagang Pasar jongkok. ***