-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Grand Opening Pasar Jongkok Meriah

| Juni 23, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

PEKANBARU -- Grand Opening Pasar Jongkok Wisata Malam (PJWM) di Jalan SM Amin, Sabtu (22/6) berlangsung meriah dan antusias pengunjung membangkitkan harapan bagi pedagang kaki lima. Sejumlah acara ditaja pengurus PJWM diantaranya doa bersama, tausyiah dan hiburan musik.
Ketua Pembina PJWM, Ir Irwanto Msi mengatakan untuk tahap pertama pihaknya sudah bisa mengakomodasi 160 lapak pedagang. Seluruh lapak yang ditempati pedagang tersebut diperoleh masing-masing pedagang melalui undian sehingga tidak ada pedagang yang merasa dicurangi. Rencananya dalam waktu dekat pengurus PJWM akan menyiapkan sekitar 150 lapak lagi untuk bisa ditempati pedagang kaki lima.

"Setelah lokasi lama dilaran Wali Kota, kita tetap tak patah arang dan alhamdulillah bisa mendapatkan lahan di Jalan SM Amin. Sewanya pun masih bisa terjangkau sehingga kita tidak perlu menarik uang sewa yang sangat mahal seperti yang dipungut pengelola lahan di Jalan Purwodadi. kalau mereka pungut Rp 550 ribu perbulan, di sini kita hanya Rp 500 ribu pertahun. Motivasi kita bukan cari untung tapi betul-betul karena kepedulian pada nasib pedagang kaki lima,"
Dipilihnya nama Pasar Jongkok Wisata Malam menurut Irwanto karena selama ini pasar jongkok sudah familiar di kalangan wisatawan domestik yang pernah berkunjung ke kota Pekanbaru.
"Banyak wisatawan dan traveller yanag menuliskan pengalaman mereka berkunjung ke Pasar Jongkok Pekanbaru di beberapa media sosial. Karena itu kita harap Dinas Pariwisata bisa melihat komunitas Pasar Jongkok ini sebagai potensi yanga bisa dikembangkan, bukan digusur seperti perlakukan yang diterima PKL dari Wali Kota Pekanbaru," jelas Irwanto.
Yunis, salah seorang pedagang pakaian anak-anak mengaku optimis PJWM akan berkembang. Namun ia berharap Pemko Pekanbaru tidak lagi mengusik keberadaan mereka di tempat baru tersebut.
"Kalau diusik dan digusur lagi, itu namanya keterlaluan. Tapi kalau Wali Kota benar-benar mengaku pemimpin, seharusnya beliau datang meninjau kita di sini. Jangan nanti asal terima laporan yang negatif dari bawahannya. Pemimpin kan harusnya begitu. Iya kan?" tutur Yunis.***