-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasar Tradisional di Tiap Kecamatan Bukan Solusi

| Maret 25, 2013 WIB

PEKANBARU -- Prihatin dengan keberadaan pasar kaget yang berdampak buruk bagi pedagang pasar tradisional, Pemko Pekanbaru kembali mewacanakan pembangunan pasar di tiap kecamatan. Wali Kota Firdaus MT sudah menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Lurah mulai mengusahakan penyediaan lahan untuk pembangunan pasar tersebut.

Wali Kota mengakui pihak Pemko tidaklah menutup mata atas keluhan pedagang pasar yang selama ini meminta pasar kaget yang banyak tersebar di kota Pekanbaru untuk segera ditertibkan.

"Banyak pedagang pasar tradisional yang mengeluhkan omset mereka menurun akibat pasar kaget ini. Karena itu, kita mempunyai ide untuk membangun pasar di setiap kecamatan," jelas Firdaus MT kepada wartawan.

Bahkan menurut Firdaus MT, karena kondisi menurunnya omset, pedagang di pasar resmi bisa terpancing untuk ikut-ikutan berjualan di pasara kaget.
“Inilah yang akan kita antisipasi untuk mengatasi semakin maraknya keberadaan pasar kaget. Ini sudah sangat memprihatinkan, maka perlu kita lakukan langkah antisipasi, karena pasar kaget ini mematikan pedagang dipasar resmi,” ujar Firdaus. Meski demikian, Firdaus menegaskan bahwa Pemko tidak akan memaksakan pembangunan ini, tetapi jika lahannya ada maka akan dikaji kelayakannya.

Dukungan untuk pembangunan pasar di setiap kecamatan datang dari gedung DPRD Kota Pekanbaru. Anggota DPRD Pekanbaru, Nofrizal Ali Akbar menilai perlunya penyebaran pasar tradisional, salah satunya dengan pemerataan pada setiap kecamatan. Hal itu karena beberapa pasar yang ada saat ini tidak cukup memadai untuk diakses masyarakat.

“Pasar kaget bermunculan di mana-mana. Ini menjadi sinyal bagi Pemko Pekanbaru untuk memeratakan keberadaan pasar tradisional," kata Nofrizal dalam perbincangan di Gedung Dewan beberapa waktu lalu.

Dikatakan Nofrizal, jika Pemko tidak melengkapi pasar tradisional di setiap kecamatan yang ada di Pekanbaru, dampaknya yang bakal dihadapi adalah menjamurnya pasar kaget . Hal itu akan menjadi persoalan di kemudian hari. Bahkan saat ini pun sudah dikeluhkan pedagang pedagang tradisional.

Nofrizal juga meminta agar Pemko Pekanbaru beserta satuan kerja terkait harus mendata dahulu berapa jumlah pedagangnya, baik pedagang yang punya tempat, maupun pedagang yang tidak punya tempat. Kuantitas pedagang terlihat semakin tinggi karena mereka tergabung dalam kelompok-kelompok pasar sendiri. Pemko Pekanbaru belum mengetahui berapa jumlah pedagang yang ada di kota Pekanbaru.

Namun respon berbeda justru datang dari kalangan pedagang di pasar tradisional. Misalnya Tika, pedagang di pasar Sukaramai, menurutnya ide membangun pasar baru di setiap kecamatan bukanlah solusi yang tepat. Hal itu justru bisa berdampak pada pasar yang sudah ada. Sementara banyak kios kosong di pasar tradisional yang masih tersedia.
***