-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Gading dan Pandau Resah Ada Geng Metal

| Desember 01, 2013 WIB
HEBOH adanya perkumpulan remaja diduga sempalan geng motor yang bernama “Geng Metal” di Gading Marpoyan, Siak Hulu, Kampar belum dapat dipastikan apakah ada atau tidak.

Hal itu dikatakan Kapolres Kampar, AKBP Ery Apriyono saat dikonfirmasi mengenai kebenaran adanya “Geng Metal” yang merekrut ABG untuk dijadikan penari striptease.

“Kita belum ada menerima laporan dari warga. Kita akan selidiki dulu dan akan segera kita minta Polsek setempat untuk mengumpulkan informasi itu," kata AKBP Ery. Ia meminta jika memang ada warga yang mengetahuai indikasi ke arah itu diminta segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Kayu Aro, Siak Hulu, Kabupaten Kampar Aiptu Nofrizal yang dikonfirmasi melalui Wakapospam Aiptu Tampubolon mengatakan isu yang beredar sejak empat hari itu belum ada laporan yang masuk ke pihaknya.

“Selama seminggu terakhir ini kita konsentrasi pada pengamanan pemilu. Tapi kalau ada informasi saya mohon masyarakat tidak ragu-ragu melaporkan kepada kami. Untuk informasi awal ini saya terimakasih, kita akan cari tahu,” ujarnya.

Dalam empat hari belakangan warga Gading Marpoyan dikejutkan oleh adanya isu perekrutan gadis-gadis ABG oleh kelompok berandalan remaja yang menamakan diri mereka “Geng Metal”. Cerita “Geng Metal” itu kini masih menjadi buah bibir di warga di Gading, Marpoyan dan Desa Pandau, Siak Hulu.

Salah seorang warga bernama Iwan, mengaku anak gadisnya nyaris menjadi korban “geng metal” tersebut. Modusnya adalah para pelajar wanita diajak ikut kelompok belajar di sebuah markas di sekitar belakang Kantor Pertanian di Jalan Kaharudin Nasution. Dari sana remaja-remaja usia SMP dan SMA diintimidasi untuk bergabung dengan geng metal. Tujuannya untuk disalurkan menjadi penari striptease hingga pekerja seks komersial (PSK)

“Pengakuan anak saya, dia diajak ikut gabung dengan grup ini, kalau anak saya tak mau maka disantet,” ucap Iwan, warga Gading Marpoyan.
Dari analisa Iwan, sesuai cerita anak gadisnya, geng metal tersebut muncul berbarengan dengan kehadiran musik underground yang selalu diadakan di Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru. Iwan meminta benar atau tidaknya keberadaan geng metal yang meresaahkan para orang tua itu haraus diselidiki agar masyarakata tidak resah. [eka satria]***

-->