Laporan Eka Satria, Pekanbaru
PASANGAN Herman Abdullah-Agus Widayat kembali unggul dalam perolehan suara Pilgubri putaran kedua di Kota Pekanbaru. Unggul 60,19 persen dari rivalnya Annas Maamun-Arsyadyuliandi Rahman yang meraup 39,81 persen suara.
Rapat Pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pilgubri putaran kedua, Senin (2/12) di kantor KPU Kota Pekanbaru berlangsung lancar tanpa ada bantahan maupun protes dari kedua tim pasangan calon.
Ketua KPU Kota Pekanbaru yang ditemui usai pleno, mengakui terjadinya penurunan partisipasi pemilih yang cukup besar dalam putaran kedua ini. Namun ia tidak mau KPU Kota Pekanbaru disalahkan atas terjadinya penurunan jumlah pemilih.
"Dari sisi usaha sosialisasi kita sudah maksimal, bekerjasama dengan pemerintahan kota, NGO maupun kalangan kampus, Saya sendiri tidak paham bagaimana penurunan itu terjadi di kota Pekanbaru," jelas Rafizal.
Namun ia menyatakan sebenarnya fenomena penurunan pertisipasi pemilih putaran kedua sudah jadi fenomena secara nasional.
"Mungkin mereka tidak terdaftar atau tidak mendapat undangan. Atau barangkali masyarakat sudah jenuh," simpul Rafizal.
Perbandingan dengan saat Pemilihan Umum Walikota (Pilwako) Pekanbaru beberapa waktu lalu, tingkat partisipasi masyarakat hanya berkisar 51 persen. Sedangkan pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) partisipasi pemilih turun menjadi 48 persen. Sementara pada putaran pertama Pilgubri terjadi peningkatan sebesar tiga persen atau menjadi. 53,73 persen. Dan di putaran kedua warga kota Pekanbaru kembali kurang berminat ke TPS, hanya 47,06 persen warga yang datang mencoblos.
Tak ada Laporan Pelanggaran
Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru Budi Candra mengatakan hingga saat ini Panwaslu belum menerima satupun laporan adanya pelanggaran. Meski tidak ada laporan namun Budi meyakinkan bahwa Panwaslu tetap membuka diri bila ada hal-hal urgen yang dipermasalahkan terkait Pilgubri.
"Kami tidak mau dipersalahkan lantaran tidak ada laporan. Karena keberhasiilan kami tidak dinilai dari seberapa banyak laporan pelanggaran yang masuk," ujarnya.
Saksi Herman menerima
Berikut hasil lengkap perolehan suara kedua pasangan calon Pilgubri putaran kedua di 12 kecamatan yang ada di kota Pekanbaru.
Di Bukit Raya, HA unggul 17.548 suara dari pasangan AMAN yang memperoleh 11.930 suara. Di Marpoyan Damai AMAN yang dapat 14.565 suara harus mengakui keunggulan 22.225 suara yang direbut HA. Begitupun di Tenayan Raya, AMAN dapat 16.638 suara selisih jauh dari HA dengan 21.240 suara.
Kejar-kejaran terjadi di Payung Sekaki dimana HA meraup 14.307 dan AMAN membawa pulang 12.100 suarta. Begitupun di Senapelan HA mendapat 7.498 suara dan AMAN 5.765 suara.
Selisih yang tak begitu jauh juga terjadi di Kecamatan Sail, dimana HA dipercaya 4.130 pemilih sedangkan AMAN dicoblos 3.067 pemilih. Di Pekanbaru Kota AMAN tertinggal dengan perolehan 2.770 suara dibanding HA yang sukses mendapatkan kepercayaan 4.853 pemilih. Dan di kecamatan Sukajadi HA memperoleh 8.965 suara, sementara AMAN mengantongi 5.518 suara. Kondisi sebaliknya terjadi di Kecamatan Limapuluh, dimana AMAN mampu mencuri kemenangan tipis dengan perolehan 7.284 berselisih suara milik HA sebesar 6.723.
Selisih signifikan kedua rival ini terjadi di Rumbai Pesisir. HA jauh meninggalkan AMAN dengan 16.281 suara berbanding 7.046 suara milik Annas Maamun. Sementara di Kecamatan Rumbai HA dapat 11.690 dan AMAN mampu mendulang 7.289.
Herman Abdullah menancapkan kukunya cukup kuat di Kecamatan Tampan yang merupakan wilayah dengan pemilih terbanya. Di sini HA dicoblos 28.709 pemilih, jauh meninggalkan Gubernur Riau versi Quick Count, Annas Maamun dengan 14.272.
Uniknya, saksi dari pasangan Herman Abdullah ternyata menerima hasil rekapitulasi tanpa ada protes dan bantahan. Sementara seperti diketui Herman sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Ia meyakini banyak pelanggaran dan saat ini timnya tengah menunggu laporan lengkap tim pemenagan HA di tingkat bawah. ***
Powered by Telkomsel BlackBerry®
PASANGAN Herman Abdullah-Agus Widayat kembali unggul dalam perolehan suara Pilgubri putaran kedua di Kota Pekanbaru. Unggul 60,19 persen dari rivalnya Annas Maamun-Arsyadyuliandi Rahman yang meraup 39,81 persen suara.
Rapat Pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pilgubri putaran kedua, Senin (2/12) di kantor KPU Kota Pekanbaru berlangsung lancar tanpa ada bantahan maupun protes dari kedua tim pasangan calon.
Ketua KPU Kota Pekanbaru yang ditemui usai pleno, mengakui terjadinya penurunan partisipasi pemilih yang cukup besar dalam putaran kedua ini. Namun ia tidak mau KPU Kota Pekanbaru disalahkan atas terjadinya penurunan jumlah pemilih.
"Dari sisi usaha sosialisasi kita sudah maksimal, bekerjasama dengan pemerintahan kota, NGO maupun kalangan kampus, Saya sendiri tidak paham bagaimana penurunan itu terjadi di kota Pekanbaru," jelas Rafizal.
Namun ia menyatakan sebenarnya fenomena penurunan pertisipasi pemilih putaran kedua sudah jadi fenomena secara nasional.
"Mungkin mereka tidak terdaftar atau tidak mendapat undangan. Atau barangkali masyarakat sudah jenuh," simpul Rafizal.
Perbandingan dengan saat Pemilihan Umum Walikota (Pilwako) Pekanbaru beberapa waktu lalu, tingkat partisipasi masyarakat hanya berkisar 51 persen. Sedangkan pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) partisipasi pemilih turun menjadi 48 persen. Sementara pada putaran pertama Pilgubri terjadi peningkatan sebesar tiga persen atau menjadi. 53,73 persen. Dan di putaran kedua warga kota Pekanbaru kembali kurang berminat ke TPS, hanya 47,06 persen warga yang datang mencoblos.
Tak ada Laporan Pelanggaran
Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru Budi Candra mengatakan hingga saat ini Panwaslu belum menerima satupun laporan adanya pelanggaran. Meski tidak ada laporan namun Budi meyakinkan bahwa Panwaslu tetap membuka diri bila ada hal-hal urgen yang dipermasalahkan terkait Pilgubri.
"Kami tidak mau dipersalahkan lantaran tidak ada laporan. Karena keberhasiilan kami tidak dinilai dari seberapa banyak laporan pelanggaran yang masuk," ujarnya.
Saksi Herman menerima
Berikut hasil lengkap perolehan suara kedua pasangan calon Pilgubri putaran kedua di 12 kecamatan yang ada di kota Pekanbaru.
Di Bukit Raya, HA unggul 17.548 suara dari pasangan AMAN yang memperoleh 11.930 suara. Di Marpoyan Damai AMAN yang dapat 14.565 suara harus mengakui keunggulan 22.225 suara yang direbut HA. Begitupun di Tenayan Raya, AMAN dapat 16.638 suara selisih jauh dari HA dengan 21.240 suara.
Kejar-kejaran terjadi di Payung Sekaki dimana HA meraup 14.307 dan AMAN membawa pulang 12.100 suarta. Begitupun di Senapelan HA mendapat 7.498 suara dan AMAN 5.765 suara.
Selisih yang tak begitu jauh juga terjadi di Kecamatan Sail, dimana HA dipercaya 4.130 pemilih sedangkan AMAN dicoblos 3.067 pemilih. Di Pekanbaru Kota AMAN tertinggal dengan perolehan 2.770 suara dibanding HA yang sukses mendapatkan kepercayaan 4.853 pemilih. Dan di kecamatan Sukajadi HA memperoleh 8.965 suara, sementara AMAN mengantongi 5.518 suara. Kondisi sebaliknya terjadi di Kecamatan Limapuluh, dimana AMAN mampu mencuri kemenangan tipis dengan perolehan 7.284 berselisih suara milik HA sebesar 6.723.
Selisih signifikan kedua rival ini terjadi di Rumbai Pesisir. HA jauh meninggalkan AMAN dengan 16.281 suara berbanding 7.046 suara milik Annas Maamun. Sementara di Kecamatan Rumbai HA dapat 11.690 dan AMAN mampu mendulang 7.289.
Herman Abdullah menancapkan kukunya cukup kuat di Kecamatan Tampan yang merupakan wilayah dengan pemilih terbanya. Di sini HA dicoblos 28.709 pemilih, jauh meninggalkan Gubernur Riau versi Quick Count, Annas Maamun dengan 14.272.
Uniknya, saksi dari pasangan Herman Abdullah ternyata menerima hasil rekapitulasi tanpa ada protes dan bantahan. Sementara seperti diketui Herman sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Ia meyakini banyak pelanggaran dan saat ini timnya tengah menunggu laporan lengkap tim pemenagan HA di tingkat bawah. ***
Powered by Telkomsel BlackBerry®
