TERJADINYA insiden kecelakaan bus TMP maupun ketidaknyamanan pengguna jalan lainnya atas keberadaannya disebabkan hampir semua pegemudi TMP saat ini membutuhkan pelatihan khusus. Banyak pengguna jalan seperti pengemudi kendaraan roda empat dan sepeda motor yang mengeluhkan ketidaknyamanan saat beriringan dengan bus TMP.
"Seringkali mereka seenaknya berbelok, pindah jalur atau seperti sengaja makan jalan, kita sering jadi ragu-ragu mau menyalib tapi tidak dikasih jalan, padahal sudah kasih lampu sign dan klakson," tutur Adrian, seorang mahasiswa Universitas Islam Riau. Adrian merasakan seolah-olah para supir TMP itu menganggap mereka punya keistimewaan menggunakan jalan umum hingga terkesan seenaknya terhadap pengguna jalan lain.
"Mengemudikan Trans Metro itu tidak sama dengan mengemudikan bus umumnya. Harus ada pelatihan khusus, oleh karena itu seluruh pramudi harus terlebih dahulu menjalani pelatihan khusus lalu diberikan sertifikat tanda lulus. Barulah diperbolehkan mengemudikan Trans Metro," ungkap perwakilan awak Trans Metro Pekanbaru, Nassarudin.
Tak heran bila insiden tabrakan sudah terjadi akibat juru mudi tidak begitu cakap mengenal medana yang aharus dijalaninya. Insiden pertama terjadi di gerbang utama terminal antar kota antar provinsi (AKAP) Payung Sekaki. Bus TMP nomor polisi BM 7677 PU yang disupiri jurimudi baru, langsung menghantam tiang gapura .
Insiden juga pernah terjadi beberapa waktu kemudian. Nasib sial dialami bus TMP bernomor polisi BM 7680 TU. Bus Trans Metro tersebut menyerempet satu unit mobil truk tangki pengangkut Bahan Baar Minyak (BBM). Kala itu TMP bermaksud menurunkan penumpang di halte yang berada dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru. Semua kaca bagian samping kanan mobil pecah oleh gesekan keras pada body truk pengangkut BBM. ***
From: Eka Satria Taroesmantini Pekanbaru MX by BlackBerry®
"Seringkali mereka seenaknya berbelok, pindah jalur atau seperti sengaja makan jalan, kita sering jadi ragu-ragu mau menyalib tapi tidak dikasih jalan, padahal sudah kasih lampu sign dan klakson," tutur Adrian, seorang mahasiswa Universitas Islam Riau. Adrian merasakan seolah-olah para supir TMP itu menganggap mereka punya keistimewaan menggunakan jalan umum hingga terkesan seenaknya terhadap pengguna jalan lain.
"Mengemudikan Trans Metro itu tidak sama dengan mengemudikan bus umumnya. Harus ada pelatihan khusus, oleh karena itu seluruh pramudi harus terlebih dahulu menjalani pelatihan khusus lalu diberikan sertifikat tanda lulus. Barulah diperbolehkan mengemudikan Trans Metro," ungkap perwakilan awak Trans Metro Pekanbaru, Nassarudin.
Tak heran bila insiden tabrakan sudah terjadi akibat juru mudi tidak begitu cakap mengenal medana yang aharus dijalaninya. Insiden pertama terjadi di gerbang utama terminal antar kota antar provinsi (AKAP) Payung Sekaki. Bus TMP nomor polisi BM 7677 PU yang disupiri jurimudi baru, langsung menghantam tiang gapura .
Insiden juga pernah terjadi beberapa waktu kemudian. Nasib sial dialami bus TMP bernomor polisi BM 7680 TU. Bus Trans Metro tersebut menyerempet satu unit mobil truk tangki pengangkut Bahan Baar Minyak (BBM). Kala itu TMP bermaksud menurunkan penumpang di halte yang berada dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru. Semua kaca bagian samping kanan mobil pecah oleh gesekan keras pada body truk pengangkut BBM. ***
From: Eka Satria Taroesmantini Pekanbaru MX by BlackBerry®
