PEKANBARU -- Tak pilih-pilih, byar-pet alias listrik mati sesuka hati juga berakibat rusaknya sejumlah alat elektronik di gedung DPRD Kota Pekanbaru.
Kamis (19/9) salah seorang staf sekretariat dewan memperlihatkan bagaimana pemadaman listrik oleh PLN berakibat rusaknya lift dan genset yang ada di gedung dewan. Terjadi korsluiting
saat listrik mati dan genset kemudian dihidupkan, namun tak lama lift mendadak tak berfungsi sama sekali.
Untuk memperbaiki kerusakan lift pihak sekretariat harus mendatangkan teknisi khusus dari Medan karena di Riau tak ada teknisinya.
Sementara di kalangan masyarakat yang mengandalkan usahanya pada dukungan energi listrik seperti rental internet (warnet), rental games, penjahit pakaian dan pembuat makanan basah serta kue-kue, sangat dirugikan oleh pemadaman yang berulang setiap hari. Pemadaman pun dilakukan pada jam-jam produktif warga.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi bahkan meminta dengan tegas Manager PLN Area Kota Pekanbaru, Agus Sutjahjo bersedia mundur sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban.
Pekan depan Komisi IV berencana memanggil Agus Sutjahjo untuk hearing sekaligus mendesak yang bersangkutan mundur. Desaskan mundur tersebut sebenarnya sudah berulangkali disuaraan anggota dewan dan beberapa kelompok masyarakat serta mahasiswa. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda mundur dari manajemen PLN WRKR maupun Area Kota Pekanbaru.
"Kita minta PLN pusat mengganti manajemen PLN di Pekanbaru. Harus ada manajemen yang mampu bekerja dan menyelesaikan persoalan," ujar Sabarudi.
Sabarudi memberikan isyarat kepada pejabat di manajemen PLN Riau dan Pekanbaru bahwa seharusnya mereka malu bertahan pada jabatan yang mereka emban sekarang. Sementara kinerja mereka kian hari kian buruk.
"Mereka harus mundur!" tegasnya. *3
From: Eka Satria Taroesmantini Pekanbaru MX by BlackBerry®
Kamis (19/9) salah seorang staf sekretariat dewan memperlihatkan bagaimana pemadaman listrik oleh PLN berakibat rusaknya lift dan genset yang ada di gedung dewan. Terjadi korsluiting
saat listrik mati dan genset kemudian dihidupkan, namun tak lama lift mendadak tak berfungsi sama sekali.
Untuk memperbaiki kerusakan lift pihak sekretariat harus mendatangkan teknisi khusus dari Medan karena di Riau tak ada teknisinya.
Sementara di kalangan masyarakat yang mengandalkan usahanya pada dukungan energi listrik seperti rental internet (warnet), rental games, penjahit pakaian dan pembuat makanan basah serta kue-kue, sangat dirugikan oleh pemadaman yang berulang setiap hari. Pemadaman pun dilakukan pada jam-jam produktif warga.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi bahkan meminta dengan tegas Manager PLN Area Kota Pekanbaru, Agus Sutjahjo bersedia mundur sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban.
Pekan depan Komisi IV berencana memanggil Agus Sutjahjo untuk hearing sekaligus mendesak yang bersangkutan mundur. Desaskan mundur tersebut sebenarnya sudah berulangkali disuaraan anggota dewan dan beberapa kelompok masyarakat serta mahasiswa. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda mundur dari manajemen PLN WRKR maupun Area Kota Pekanbaru.
"Kita minta PLN pusat mengganti manajemen PLN di Pekanbaru. Harus ada manajemen yang mampu bekerja dan menyelesaikan persoalan," ujar Sabarudi.
Sabarudi memberikan isyarat kepada pejabat di manajemen PLN Riau dan Pekanbaru bahwa seharusnya mereka malu bertahan pada jabatan yang mereka emban sekarang. Sementara kinerja mereka kian hari kian buruk.
"Mereka harus mundur!" tegasnya. *3
From: Eka Satria Taroesmantini Pekanbaru MX by BlackBerry®
