-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wawancara: Roni Amriel SH, Dewan Siap Pansuskan Byar-Pet

| Juli 11, 2013 WIB
Byar-pet alias listrik mati-hidup sesuka hati yang akhir-akhir terlalu sering dialami warga Pekanbaru membuat DPRD Kota Pekanbaru ikut bersuara mempertanyakan kinerja PLN. PLN sebagai satu-satunya penyedia layanan listrik komersial alias pemain tunggal di bisnis energi setrum ini seharusnya mampu menjawab keluhan warga.
Sayangnya sebagai produsen tunggal , PLN sudah tak terhitung kalinya mengabaikan hak konsumen. Seringnya listrik padam bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu membuat masyarakat gerah dan marah. Bahkan wakil rakyat di DPRD Kota Pekanbaru mengancam akan membuat Pansus Kelistrikan untuk merespon kinerja buruk PLN tersebut.

Roni Amriel SH, Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Pekanbaru salah satu anggota dewan yang kecewa dengan kinerja PLN. Melalui Komisi IV yang membidangi masalah energi dan sumber daya alam tersebut, Roni Amriel SH mengatakan dirinya sering menerima keluhan warga.

“Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak , saya pikir PLN harus betul-betul serius menanggapinya. Jangan mengabaikan hak warga sebagai konsumen PLN,” ujar Roni.

Roni Amriel tak keliru menyikapi kondisi kelistrikan yang belakangan ini menjadi sudah problem serius di tengah masyarakat. Apalagi di saat bulan puasa, banyak aktifitas masyarakat yang berlangsung di malam hari.
“Pemadaman yang sering dan berulang sangat merugikan masyarakat. Bayangkan, akibat listrik padam tiba-tiba dan berkali-kali dalam sehari, jelas akan membawa dampak buruk. Misalnya kerusakan alat-alat rumah tangga berupa alat elektonika. Apakah PLN bertanggung jawab terhadap kerusakan peralatan elektonik masyarakat akibat pemadaman bergilir tersebut?” kata Roni mempertanyakan.

“Malah sebaliknya giliran lampu mati, masyarakat tidak mendapatkan kompensasi apa-apa. Sebagai konsumen kan ada hak tertentu yang harus didapat akibat kerugian yang diderita karena pelayanan produsen yang tidak maksimal. Misalnya pemoton dan pembayaran rekening atau discount di tagihan berjalan,” tukuk politisi muda Golkar yang tengah bersinar ini.

Jika PLN terus mengabaikan apa yang menjadi keluhan warga sebagai konsumen, Roni Amriel memastikan pembentukan Pansus PLN tak dapat dihindarkan. Dan sebagai anggota komisi IV yang mengawal masalah ini, Roni mendukung dibentuknya Pansus PLN atau Pansus Kelistrikan tersebut.

“Masalah ini bukan persoalan sepele, karena akibat pemadaman listrik yang tidak pernah bisa diprediksi tersebut berimbas pada kehidupan perekonomian warga dan iklim investasi di Kota Pekanbaru. Pemadaman listrik PLN di sini semakin parah. Bahkan dalam sehari, PLN bisa melakukan pemadaman bergilir dua kali di lokasi yang sama,” ungkapnya.

Pemadaman juga berakibat pada kekacauan arus lalu lintas. Pasalnya, lampu pengatur lalu lintas (traffick light) juga turut mati. Misalnya yang terjadi di beberapa perempatan Jalan di Kecamatan Sukajadi. Arus lalu lintas semrawut karena para pengendara saling serobot hingga bersenggolan.

“Jadi, akibat yang ditimbulkan banyak sekali dan salinga berkait. Ini yang harus dipikirkan secara serious oleh PLN agar kedepannya bisa lebih maksimala mengatasi persoalan ketersediaan energi listrik di Pekanbaru,”

“Dalam Pansus PLN nanti jika memang mendesak dilakukan, Roni meminta semua pihak utamanya PLN mencari solusi pembangkit listrik . Jangan mengabaikan ide-ide soal sumber listrik dengan energi terbarukan, sehingga ke depan kita tidak terlalu tergantung pada energi yang sekarang,” tutur Roni Amriel SH.

Roni mernambahkan bahwa kedepan Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau sebaiknya membuka diri menawarkan peluang investasi dibidang energi listrik serta dukungan yg diperlukan investor baik soal peraturan serta kemudahan perizinan. Haruis diciptakan iklim investasi bidang energi listrik. [pewawancara: eka satria]