PEKANBARU – Rencana Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjdar untuk memberlakukan tilang terhadap pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah ternyata berkait dengan upaya Pemko mengejar muatan bus Transmetro atau bus Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM).
Hal itu terungkap dari pernyataan Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Kota Pekanbaru, Dedi Gusriadi kepada Pekanbaru MX, di sela-sela Diskusi Publik Sektor Transportasi di Hotel Pangeran, Kamis (4/7) lalu.
“Saya tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan dan Polresta Pekanbaru mengupayakan agar pelajar diarahkan menggunakan jasa Bus Transmetro. Polresta akan merazia pelajar yang menggunakan sepeda motor dan ditilang karena memang dari segi umur mereka belum berhak,” jelas Dedi Gusriadi.
Adang Ginanjar sendiri belum lama ini menyatakan akan memberlakukan tilang terhadap demi tertib lalu lintas. Menurut Adang pelajar tidak diperbolehkan lagi mengendarai sepeda motor ke sekolah. Jika kedapatan maka pelajar yang melanggar akan ditilang.
"Karena pelajar ini kan belum punya SIM, masih di bawah umur. Kita koordinasi nanti dengan pihak sekolah dan orangtua murid," kata Adang.
Namun menurut Ilham (49) , salah seorang orangtua pelajar SMA, kalau tujuannya hanya untuk mengejar sewa Bus Transmetro ia menyayangkan.
“Masa Cuma buat nambah penumpang Transmetro anak kami dilarang bawa motor? Memangnya ada jaminan Transmetro bisa tepat waktu? Saya pikir tak semudah itu melarang anak sekolah bawa motor,” kata Ilham berpendapat..
Selain membidik pelajar, menurut Dedi Gusriadi Transmetro juga akan mengincar mahasiswa sebagai caloan penumpang potensial. Untuk itu pihaknya saat ini sudah mengadakan pendiriaan halte di dalam kawasan sejumlah kampus.[eka satria/ foto:lifestyle.kompasiana.com]*3
BERITA LAINNYA
“Saya tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan dan Polresta Pekanbaru mengupayakan agar pelajar diarahkan menggunakan jasa Bus Transmetro. Polresta akan merazia pelajar yang menggunakan sepeda motor dan ditilang karena memang dari segi umur mereka belum berhak,” jelas Dedi Gusriadi.
Adang Ginanjar sendiri belum lama ini menyatakan akan memberlakukan tilang terhadap demi tertib lalu lintas. Menurut Adang pelajar tidak diperbolehkan lagi mengendarai sepeda motor ke sekolah. Jika kedapatan maka pelajar yang melanggar akan ditilang.
"Karena pelajar ini kan belum punya SIM, masih di bawah umur. Kita koordinasi nanti dengan pihak sekolah dan orangtua murid," kata Adang.
Namun menurut Ilham (49) , salah seorang orangtua pelajar SMA, kalau tujuannya hanya untuk mengejar sewa Bus Transmetro ia menyayangkan.
“Masa Cuma buat nambah penumpang Transmetro anak kami dilarang bawa motor? Memangnya ada jaminan Transmetro bisa tepat waktu? Saya pikir tak semudah itu melarang anak sekolah bawa motor,” kata Ilham berpendapat..
Selain membidik pelajar, menurut Dedi Gusriadi Transmetro juga akan mengincar mahasiswa sebagai caloan penumpang potensial. Untuk itu pihaknya saat ini sudah mengadakan pendiriaan halte di dalam kawasan sejumlah kampus.[eka satria/ foto:lifestyle.kompasiana.com]*3
