PEKANBARU – Kota Pekanbaru saat ini sudah berhak menyandang status sebagai kota metropolitan. Dengan demikian salah satu niat Wali Kota Firdaus MT yang hendak menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan sudah tercapai. Hebat, setidaknya Pak Wako boleh diacungkan jempol.
Tapi tunggu dulu. Benarkah Kota Pekanbaru saat ini sudah jadi Kota Metropolitan? Pakar Perkotaan dan Kewilayahan dari Universitas Islam Riau, Mardianto Manan punya pendapat lain.
“Salah satu syarat sebuah kota bisa dikatakan kota metropolitan memang dilihat dari jumlah penduduknya yakni berjumlah satu juta lebih. Dan saat ini menurut data terakhir jumlah tersebut sudah tercapai. Pekanbaru sudah masuk deretan Kota Metropolitan. Dari segi jumlah sudah metropolis, namun dari prasyarat lain belum. Faktor pentingnya adalah ketersediaan sistem transpoprtasi yang modern dan manusiawi,” ujar Mardianto panjang lebar.
Selain itu, sebuah kota metropolitan haruslah terdapat angkutan khusus metro. Yakni, angkutan publik masal yang cepat, murah, bersih, modern, terjadwal dengan disiplin waktu yang sangat tinggi (tepat waktu), serta diminati semua warga kota, terutama untuk menghubungkan kawasan up town (pinggiran kota) dan daerah permukiman dengan kawasan down town (pusat kota).
Sayangnya menurut Mardianto, kebijakan Pemko Pekanbaru dalam hal penyediaan transportasi massal belum maksimal hingga kini. Ia mencontohkan, manajemen transportasi masih semrawut. Penyediaan Transmetro yang biasa disebut Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) memiliki banyak persoalan, baik dari sisi kelayakan kondisi jalan maupun persoalan teknis pengadaan bus itu sendiri. Beberapa koridor yang diisi bus transmetro ternyata tak diminati warga kota. Bisa jadi penyebabnya karena tidak siapnya sosialisasi atau karena kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) masih jadi favorit warga.
Namun Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT menolak jika program Mass Rapid Transit yang secara harafiah berarti angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat , dikatakan gagal.
“Kalau ada orang yang menuding program bus Transmetro tak diperlukan dan yang dibuat ini telah gagal, anggapan itu sangat keliru. Sebagai kota besar dan metropolitan tanpa ada transportasi massal itu akan timpang,'' tegas Firdaus.
Menurut Firdaus, program bus Transmetro yang terus berjalan saat ini adalah bentuk kesiapan Pemko dalam perkembangan Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan. Meski diakui belum sempurna namun Pemko Pekanbaru terus mengupayakan penyempurnaan Transmetro.[eka satria]*3
BERITA LAINNYA
“Salah satu syarat sebuah kota bisa dikatakan kota metropolitan memang dilihat dari jumlah penduduknya yakni berjumlah satu juta lebih. Dan saat ini menurut data terakhir jumlah tersebut sudah tercapai. Pekanbaru sudah masuk deretan Kota Metropolitan. Dari segi jumlah sudah metropolis, namun dari prasyarat lain belum. Faktor pentingnya adalah ketersediaan sistem transpoprtasi yang modern dan manusiawi,” ujar Mardianto panjang lebar.
Selain itu, sebuah kota metropolitan haruslah terdapat angkutan khusus metro. Yakni, angkutan publik masal yang cepat, murah, bersih, modern, terjadwal dengan disiplin waktu yang sangat tinggi (tepat waktu), serta diminati semua warga kota, terutama untuk menghubungkan kawasan up town (pinggiran kota) dan daerah permukiman dengan kawasan down town (pusat kota).
Sayangnya menurut Mardianto, kebijakan Pemko Pekanbaru dalam hal penyediaan transportasi massal belum maksimal hingga kini. Ia mencontohkan, manajemen transportasi masih semrawut. Penyediaan Transmetro yang biasa disebut Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) memiliki banyak persoalan, baik dari sisi kelayakan kondisi jalan maupun persoalan teknis pengadaan bus itu sendiri. Beberapa koridor yang diisi bus transmetro ternyata tak diminati warga kota. Bisa jadi penyebabnya karena tidak siapnya sosialisasi atau karena kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) masih jadi favorit warga.
Namun Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT menolak jika program Mass Rapid Transit yang secara harafiah berarti angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat , dikatakan gagal.
“Kalau ada orang yang menuding program bus Transmetro tak diperlukan dan yang dibuat ini telah gagal, anggapan itu sangat keliru. Sebagai kota besar dan metropolitan tanpa ada transportasi massal itu akan timpang,'' tegas Firdaus.
Menurut Firdaus, program bus Transmetro yang terus berjalan saat ini adalah bentuk kesiapan Pemko dalam perkembangan Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan. Meski diakui belum sempurna namun Pemko Pekanbaru terus mengupayakan penyempurnaan Transmetro.[eka satria]*3
