PEKANBARU -- Tak ada kegiatan yang melebihi kemeriahan peristiwa budaya yang melekat pada kegiatan ibadah ini di kota Pekanbaru sehari jelang berpuasa: Petang Megang. Sebuah tradisi lama menyambut bulan Ramadhan yang sempat hilang kemudian sejak enambelas tahun belakangan kembali menjelma menjadi peristiwa budaya yang laik jual.
Adalah Pemko Pekanbaru yang rupanya sangat berkepentingan ritual Petang Megang ini menjadi kegiatan tahunan. Agendanya, tentu saja membuat ritual Petang Megang menjadi tradisi yang bisa dimasukkan dalam kalender pariwisata. Apalagi oleh Pemerintah, pariswisata dewasa ini menjadi salah satu primadona setelah pajak dan minyak untuk mendatangkan keuntungan ekonomi.
Tak salah bila Pemko Pekanbaru mempersiapkan betul agar kegiatan Petang Megang yang dilaksanakan Selasa (9/7) yang dipusatkan di tepian sungai Siak, Jalan Kota Baru, tepatnya di bawah Jembatan Siak I (Leighton). Agenda acar sudah disiapkan dengan rapi.
Menurut Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Drs Azharisman Rozie MSi kepada Pekanbaru MX selurtuh rangkaian acara akan diawali dengan berziarah ke kompleks pemakaman
Senapelan. Komplek pemakaman Senapelan adalah lokasi dimana banyak tokoh penting Pekanbaru, Riau dan Melayu dimakamkan di sana.
"Sebelum acara, kita akan berziarah ke makam tokoh masyarakat yang telah berjasa dalam bidang dan profesinya masing-masing untuk membangun Kota Pekanbaru. Ziarah akan dimulai dari makam tokoh pendidikan, agama dan budayawan serta pemerintahan. Almarhum Abdullah Hasan tokoh Agama, almarhum Ilias Muhammad Ali mantan rektor Pertama IAIN. Almarhum Guru Sulaiman tokoh pendidikan dan almarhum mantan Walikota Pekanbaru pertama Datuk Ahmad," kata Haris Rozie menjelaskan.
Ziarah yang tak kalah penting kata Rozie adalah ziarah ke makam pendiri kota Pekanbaru di kompleks Mesjid Raya Pekanbaru usai shalat Ashar di Masjid Senapelan. Makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang lebih populer dengan sebutan Marhum Pekan terletak di sebelah kanan Masjid Raya Senapelan. . Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah adalah sultan kelima Kerajaan Siak Sri Inderapura (1780-1782 M).
Dari sana, Wali Kota bersama muspida dan seluruh masyarakat akan pawai arak-arakan menuju lokasi Petang Megang di tepian sungai Siak. Arak-arakan dengan berjalan kaki sekitar 1,6 kilometer itu dimeriahkan dengan iringan musik kompang (salah satu alat kesenian Melayu Riau). Dalam arak-arakan juga terdapat barisan ibu-ibu yang menjunjung pulut (kepok) yang diletakkan di atas talam atau bakiakan melalui jalan Kota Baru menuju ke jalan Merbau terus ke jalan Perdagangan dan berakhir persis di bawah jembatan siak I.
Ketua Panitia Petang Megang, Drs Dastrayani Bibra, M.Si mengatakan bahwa berbagai kegiatan sudah disiapkan di lokasi.
"Dalam acara petang megang ini di gelar acara penyiraman air limau kepada anak yatim tanda dimulainya balimau. Selain itu juga di gelar lomba menangkap itik yang di lepas di sungai Siak. Lima ratusan itik dilepas dan diberikan sebagai hadiah bagi masyarakat," terang Bibra yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru ini.[eka satria]foto: antarafoto
Adalah Pemko Pekanbaru yang rupanya sangat berkepentingan ritual Petang Megang ini menjadi kegiatan tahunan. Agendanya, tentu saja membuat ritual Petang Megang menjadi tradisi yang bisa dimasukkan dalam kalender pariwisata. Apalagi oleh Pemerintah, pariswisata dewasa ini menjadi salah satu primadona setelah pajak dan minyak untuk mendatangkan keuntungan ekonomi.
Tak salah bila Pemko Pekanbaru mempersiapkan betul agar kegiatan Petang Megang yang dilaksanakan Selasa (9/7) yang dipusatkan di tepian sungai Siak, Jalan Kota Baru, tepatnya di bawah Jembatan Siak I (Leighton). Agenda acar sudah disiapkan dengan rapi.
Menurut Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Drs Azharisman Rozie MSi kepada Pekanbaru MX selurtuh rangkaian acara akan diawali dengan berziarah ke kompleks pemakaman
Senapelan. Komplek pemakaman Senapelan adalah lokasi dimana banyak tokoh penting Pekanbaru, Riau dan Melayu dimakamkan di sana.
"Sebelum acara, kita akan berziarah ke makam tokoh masyarakat yang telah berjasa dalam bidang dan profesinya masing-masing untuk membangun Kota Pekanbaru. Ziarah akan dimulai dari makam tokoh pendidikan, agama dan budayawan serta pemerintahan. Almarhum Abdullah Hasan tokoh Agama, almarhum Ilias Muhammad Ali mantan rektor Pertama IAIN. Almarhum Guru Sulaiman tokoh pendidikan dan almarhum mantan Walikota Pekanbaru pertama Datuk Ahmad," kata Haris Rozie menjelaskan.
Ziarah yang tak kalah penting kata Rozie adalah ziarah ke makam pendiri kota Pekanbaru di kompleks Mesjid Raya Pekanbaru usai shalat Ashar di Masjid Senapelan. Makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang lebih populer dengan sebutan Marhum Pekan terletak di sebelah kanan Masjid Raya Senapelan. . Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah adalah sultan kelima Kerajaan Siak Sri Inderapura (1780-1782 M).
Dari sana, Wali Kota bersama muspida dan seluruh masyarakat akan pawai arak-arakan menuju lokasi Petang Megang di tepian sungai Siak. Arak-arakan dengan berjalan kaki sekitar 1,6 kilometer itu dimeriahkan dengan iringan musik kompang (salah satu alat kesenian Melayu Riau). Dalam arak-arakan juga terdapat barisan ibu-ibu yang menjunjung pulut (kepok) yang diletakkan di atas talam atau bakiakan melalui jalan Kota Baru menuju ke jalan Merbau terus ke jalan Perdagangan dan berakhir persis di bawah jembatan siak I.
Ketua Panitia Petang Megang, Drs Dastrayani Bibra, M.Si mengatakan bahwa berbagai kegiatan sudah disiapkan di lokasi.
"Dalam acara petang megang ini di gelar acara penyiraman air limau kepada anak yatim tanda dimulainya balimau. Selain itu juga di gelar lomba menangkap itik yang di lepas di sungai Siak. Lima ratusan itik dilepas dan diberikan sebagai hadiah bagi masyarakat," terang Bibra yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru ini.[eka satria]foto: antarafoto
