MENGISI dan menikmati bulan suci Ramadhan bagi kaum muslim dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan aktifitas membaca kitab suci Al Qur’an sekaligus mengkhatamkannya, minimal hingga selesai Ramadhan.
Begitupun yang dilakukan oleh umumnya kader Partai Keadilan Sejahtera. Setiap kader PKS pada ramadhan kali ini, diberikan target khatam Al Qur-an minimal 3 kali untuk masing-masing kader. Muhammad Fadri AR, politisi PKS yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini juga melakukan hal yang sama setiap bulan Ramadhan.
Sayangnya karena lain dan suatu hal, target tersebut gagal ia penuhi sampai hari ke 10 puasa. Karena memulai di akhir Sya’ban, target 3 kali khatam agak sulit dicapai.
“Karena sampai hari ke 10 saya belum khatam (ataupun total 30 juz, karena memulai di akhir Sya'ban pada juz 27 dan di hari ke 10 belum selesai di juz 26) maka saya memberikan salah satu iqob atau sanksi bagi diri saya pribadi, sekaligus sebagai motivasi pribadi yaitu: memberikan apresiasi bagi 5 orang kawan-kawan di media sosial Facebook yang sudah selesai mengkhatamkan Al Qur-an pada 10 hari,” jelas Fadri.
Ia kemudian memberi hadiah berupa pulsa masing-masing bernilai Rp100 untuk 5 orang. Hadiah yang diumumkan saat magrib di hari ke 10 bulan Ramadhan tersebut memang akhirnya diikuti banyak orang, namun Fadri hanya memberi apresiasi berupa pulsa gratis untuk lima orang.
Cara unik dan kratif tersebut tentu saja patut diapresiasi, karena selain sebagai saluran silaturahmi, juga mampu memotivasi ummat membaca Al Qur’an.
Bulan puasa tak mengurangi semangatnya untuk tetap bekerja seperti biasa sebagai anggota dewan. Ia masih aktif memimpin rapat-rapat di Komisi III maupuna rapat pansus. Misalnya, baru-baru ini ia memimpin rapat Pansus DPRD Pekanbaru tentang revisi Perda SOTK Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain rutnitas di dewan, Fadri juga mengisi kegiatan Ramadhan dengan program berbagi ta’jil alias makanan berbuka puasa yang ditaja oleh DPC PKS Payung Sekaki Pekanbaru bersama caleg dan struktur DPC PKS di simpang Jl. Arengka. [eka satria*3]
Begitupun yang dilakukan oleh umumnya kader Partai Keadilan Sejahtera. Setiap kader PKS pada ramadhan kali ini, diberikan target khatam Al Qur-an minimal 3 kali untuk masing-masing kader. Muhammad Fadri AR, politisi PKS yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini juga melakukan hal yang sama setiap bulan Ramadhan.
Sayangnya karena lain dan suatu hal, target tersebut gagal ia penuhi sampai hari ke 10 puasa. Karena memulai di akhir Sya’ban, target 3 kali khatam agak sulit dicapai.
“Karena sampai hari ke 10 saya belum khatam (ataupun total 30 juz, karena memulai di akhir Sya'ban pada juz 27 dan di hari ke 10 belum selesai di juz 26) maka saya memberikan salah satu iqob atau sanksi bagi diri saya pribadi, sekaligus sebagai motivasi pribadi yaitu: memberikan apresiasi bagi 5 orang kawan-kawan di media sosial Facebook yang sudah selesai mengkhatamkan Al Qur-an pada 10 hari,” jelas Fadri.
Ia kemudian memberi hadiah berupa pulsa masing-masing bernilai Rp100 untuk 5 orang. Hadiah yang diumumkan saat magrib di hari ke 10 bulan Ramadhan tersebut memang akhirnya diikuti banyak orang, namun Fadri hanya memberi apresiasi berupa pulsa gratis untuk lima orang.
Cara unik dan kratif tersebut tentu saja patut diapresiasi, karena selain sebagai saluran silaturahmi, juga mampu memotivasi ummat membaca Al Qur’an.
Bulan puasa tak mengurangi semangatnya untuk tetap bekerja seperti biasa sebagai anggota dewan. Ia masih aktif memimpin rapat-rapat di Komisi III maupuna rapat pansus. Misalnya, baru-baru ini ia memimpin rapat Pansus DPRD Pekanbaru tentang revisi Perda SOTK Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain rutnitas di dewan, Fadri juga mengisi kegiatan Ramadhan dengan program berbagi ta’jil alias makanan berbuka puasa yang ditaja oleh DPC PKS Payung Sekaki Pekanbaru bersama caleg dan struktur DPC PKS di simpang Jl. Arengka. [eka satria*3]
