KILAS RIAU, PEKANBARU -- Jumat dini hari sekitar pukul 03.05 WIB, Kepala SPK Polsek Pangkalan Kerinci, Aipda Dwi Purwanto dikejutkan oleh dering handphone dari seorang pedagang yang mangkal di depan lorong Mapolsek.
Si penelepon menyampaikan melihat ada sejumlah tahanan yang mencoba kabur dari samping Mapolsek.
''Ada sembilan tahanan kabur,'' kata si penelepon tersebut.
Aipda Dwi Purwanto langsung berlari ke arah lorong, yang berada di antara Polsek Pangkalan Kerinci dan Bank Mandiri. Sembari meminta personel jaga Bripka Ari Wahyudi dan Bripka Binton diminta mengecek ruang tahanan.
Tiba di depan lorong, Aipda Dwi Purwanto melihat para tahanan lari berhamburan ke arah Simpang Kualo, Pangkalan Kerinci. Dua personel Reskrim Bripka Fakhrizal dan Brigadir Arpan langsung mengejar.
Pencarian sembilan tahanan yang kabur membuahkan hasil sekitar pukul 05.35 WIB. Tahanan bernama Leo Chandra diamankan di depan RSUD Pangkalan Kerinci.
Dua personel yang melakukan pengecekan sel tahanan, melaporkan satu orang tidak ikut kabur dan melihat tembok yang dibobol.
Informasi yang beredar, identitas sembilan tahanan yang kabur adalah, Leo Candra kasus narkoba yang dapat diamankan.
Kemudian, Junaidi kasus narkotika, Riza Susila Saputra kasus pengancaman dan Bayu Tirta kasus pencurian.
Tahanan selanjutnya, atas nama Yogi Saputra dalam kasus penggelapan motor, Aldi Azhari kasus pencurian, Gidion Butar-Butar kasus pencurian, Horas Silalahi kasus pencurian. Terakhir, Agustiar kasus narkoba.
Kapolres Pelalawan, AKBP Hasyim Risahondua SIK, saat dikonfirmasi wartawan tidak menampik adanya sembilan tahanan Polsek Pangkalan Kerinci yang kabur.
''Iyah ini lagi kerja keras, Bro,'' kata Kapolres.
Namun mantan Kapolres Rokan Hulu (Rohul) ini meminta untuk bersabar agar beritanya tidak dipublish lebih dulu. Sayang, kabar tahanan kabur itu sudah menyebar kemana-mana. (HN)
Editor: Oce Satria
