-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lebaran 2013, Omset Pedagang Pasar Turun, Pasar Modern Naik

| Agustus 13, 2013 WIB
Laporan Eka Satria, Pekanbaru

TIDAK seperti yang diharapkan, omset pedagang pakaian di sejumlah toko dan pasar tradisional di Kota Pekanbaru, justru mengalami penurunan dalam momen hari raya Idul Fitri 1434 H. Diperkirakan penurunan omset bisa mencapai 25 hingga hingga 30 persen.

Turunnya daya beli masyarakat membeli pakaian baru bagi keluarga untuk Idul Fitri 1434 Hijriah ini menurut sejumlah pedagang di Pasar Sukaramai karena lebaran tahun ini bersamaan dengan momen tahun ajaran baru sekolah. Kenaikan BBM juga ikut memicu menurunnya daya beli.

"Bagi masyarakat golongan bawah BBM naik dan anak masuk sekolah itu mempengaruhi sangat keuangan keluarga. Mereka belanjanya ke sini. Sementara yang menengah dan atas kan sukanya ke mall. Biasanya yang dicari pakaian bermerek," kata Destiny, pedagang pakaian di Pasar Pusat Sukaramai.

“Kita yang di pasar tradisional ini kalah omset sama mall karena di sini jarang ada pakaian dengan brand terkenal. Biasanyanya pria lebih suka beli pakaian bermerek. Kalau di mall kan tiap-tiap merek punya outlet sendiri-sendiri,” ujarnya lagi. Dikatakan Destiny, untuk pakaian pria memang rata-rata penjualannya lebih tinggi di pasar modern. Sementara pasar tradisional lebih banyal dikunjungi kaum wanita.

Menurut perempuan yang sudah berjualan sejak 5 tahun lalu ini, pakaian wanita untuk lebaran biasanya tidak tergantung atau tidak melihat merek, tapi model. Apa-apa yang sekarang modelnya lagi tren biasanyai diminati. Di pasar tradisional pakaian wanita jauh lebih beragam. Meski demikian, kata Destiny, omset lebaran tahun ini berkurang dibanding tahun lalu.,

Ia sendiri merasakan penurunan omset pada momen lebaran tahun ini. Jika tahun lalu Destiny bisa meraup omset hingga Rp 50 juta sampai malam takbiran, kini diakuinya jauh berkurang dari angka tersebut.

Banyaknya kalangan masyarakat menengah atas memilih berbelanja di mall dan pusat perbelanjaan modern tergambar dari statemen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Riau melalui Dewan Penasehat APPBI Riau, Arcin Sainggana. Menurut Arcin, sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2013 omset pusat perbelanjaan di Pekanbaru mencapai ratusan miliar rupiah.

"Untuk satu pusat perbelanjaan saja, seperti Mal SKA, diperkirakan sepekan sebelum Lebaran sekitar Rp 25 miliar hingga Rp35 miliar. Jika ditotalkan dalam sebulan selama bulan puasa, bisa mencapai ratusan miliar rupiah," kata Dewan Penasehat APPBI Riau, Arcin Sainggana, kepada wartawan, Sabtu (10/8).

Kondisi yang sama juga terjadi pada pusat perbelanjaan lainnya, seperti Mal Pekanbaru, Mal Ciputra, Plaza Central, Plaza Senapelan, Mal MTC Giant, Plaza Citra dan Robinson. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan semua pusat pusat perbelanjaan mengalami peningkatan omset yang signifikan pada bulan puasa tahun ini..

Kondisi sebaliknya dialami para pedagang kaki lima di sejumlah lokasi. Pedagang pasar Senggol misalnya, karena musibah kebakaran yang melanda pada bulan puasa lalu menyebabkan para pedagang kehilangan momentum lebaran. Banyak pedagang yang kehilangan stok barang akibat ludes dilalap si jago merah..

Seperti dituturkan Imran, salah seorang pedagang Pasar Senggol, Panam yang hanya menjual sisa-sisa stok barang hingga malam takbiran.

"Saya hanya menghabiskan sisa barang. Daripada tidak jualan sama sekali, lebih ikut sampai malam takbiran.," ujarnya. Imran mengaku dirinya masih memiliki beban utang atas stok barang yang ikut terbakar. Bagaimanapun ia harus melunaskan hutang tersebut karena sudah berlangganan cukup lama.

Pedagang kaki lima di Pasar Jongkok di Jalan MS Amin juga mengaku penjualan selama bulan puasa hingga lebaran tahun ini mengalami penurunan yang cukup tajam. Bahkan banyak stok barang yang masih tersisa paska lebaran. Hal itu menurut pedagang di Pasar Jongkok karena lokasi yang mereka tempati saat ini masih dalam keadaan baru sejak tak diperbolehkan berjualan di Pasar Jongkok lama.***