PEKANBARU – Pemko Pekanbaru akan melakukan suport terhadap pedagang pasar tradisional menghadapi bulan suci Ramadhan. Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung Dinas Pasar terus mengintensifkan tingkat kebersihan pasar termasuk meningkatkan keamanan lingkungan pasar.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan tahun ini kita yakin tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional makin tinggi. Karena itu saya harapkan teman-teman pedagang di pasar tradisional juga berupaya meningkatkan pelayanan yang baik . Jika pengunjung puas dengan pelayanan, tentu pasar tradisional akan semakin diminati,” ujar Wali Kota Firdaus MT kepada Pekanbaru MX melalui sambungan seluler, Sabtu (29/6).
Firdaus menuturkan sebulan sebelum bulan puasa biasanya sebagian besar pedagang sudah melakukan penyetokan barang. Penambahan stok dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, baik dari kota Pekanbaru maupaun dari luar kota. Pantauan di Pasar Pusat Sukaramai, terlihat kegiatan bongkar barang-barang kriman dari luar kota, terutama dari Tanah Abang, Pasar Cipulir Jakarta maupun dari Bukittinggi.
“Saya minta arus bongkar muat barang di areal pasar diperhatikan supaya tidak tersendat dan tidak menganggu pengunjung pasar. Karena saat-saat seperti sekarang intensitas bongkar muat agak tinggi,” saran Firdaus. Ia yakin pada bulan puasa tahun ini tingkat kunjungan warga akan meningkat
Menurut Firdaus dengan dibukanya koridor III – VII dengan 50 armada baru Transmetro diharapkan koneksi antar wilayah dan sejumlah pasar tradisional makin memberi kemudahan bagai masyarakat untuk datang ke Pasar yanga mereka inginkan.
“Sebagai Wali Kota tentu saya ingin semua teman-teman pedagang di pasar tradisional dapat menangguk rezeki yang lebih terutama dalam bulan puasa nanti. Itu juga harapan kita bersama. Mudah-mudahan dengan penambahan koridor baru Transmetro menjadi salah satu bentuk dukungan Pemko terhadap pasar tradisional,” kata Firdaus.
Ia mencontohkan, koridor 4A yang dimulai dari pasar Tangor melewati jalan Hangtuah, sampai ke Sudirman. setelah itu memutar di U-turn RRI. Penumpang kemudian bisa lanjut lagi ke jalan Sam Ratulangi tembus ke A Yani masuk ke jalan Riau terus ke jalan Panglima Undan masuk jalan Senapelan sampai ke Pasar Wisata atau Pasar Bawah.
Koridor lain menurut Firdaus , Koridor 6A memungkinkan masyarakat di daerah sekitar jalan Pasir Putih, Marpoyan dan Kubang bisa mengakses Pasar Pagi Arengka melalui Transmetro yang melewati Jalan Soekarno Hatta sampai ke Pasar Pagi Arengka.[eka satria]
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan tahun ini kita yakin tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional makin tinggi. Karena itu saya harapkan teman-teman pedagang di pasar tradisional juga berupaya meningkatkan pelayanan yang baik . Jika pengunjung puas dengan pelayanan, tentu pasar tradisional akan semakin diminati,” ujar Wali Kota Firdaus MT kepada Pekanbaru MX melalui sambungan seluler, Sabtu (29/6).
Firdaus menuturkan sebulan sebelum bulan puasa biasanya sebagian besar pedagang sudah melakukan penyetokan barang. Penambahan stok dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, baik dari kota Pekanbaru maupaun dari luar kota. Pantauan di Pasar Pusat Sukaramai, terlihat kegiatan bongkar barang-barang kriman dari luar kota, terutama dari Tanah Abang, Pasar Cipulir Jakarta maupun dari Bukittinggi.
“Saya minta arus bongkar muat barang di areal pasar diperhatikan supaya tidak tersendat dan tidak menganggu pengunjung pasar. Karena saat-saat seperti sekarang intensitas bongkar muat agak tinggi,” saran Firdaus. Ia yakin pada bulan puasa tahun ini tingkat kunjungan warga akan meningkat
Menurut Firdaus dengan dibukanya koridor III – VII dengan 50 armada baru Transmetro diharapkan koneksi antar wilayah dan sejumlah pasar tradisional makin memberi kemudahan bagai masyarakat untuk datang ke Pasar yanga mereka inginkan.
“Sebagai Wali Kota tentu saya ingin semua teman-teman pedagang di pasar tradisional dapat menangguk rezeki yang lebih terutama dalam bulan puasa nanti. Itu juga harapan kita bersama. Mudah-mudahan dengan penambahan koridor baru Transmetro menjadi salah satu bentuk dukungan Pemko terhadap pasar tradisional,” kata Firdaus.
Ia mencontohkan, koridor 4A yang dimulai dari pasar Tangor melewati jalan Hangtuah, sampai ke Sudirman. setelah itu memutar di U-turn RRI. Penumpang kemudian bisa lanjut lagi ke jalan Sam Ratulangi tembus ke A Yani masuk ke jalan Riau terus ke jalan Panglima Undan masuk jalan Senapelan sampai ke Pasar Wisata atau Pasar Bawah.
Koridor lain menurut Firdaus , Koridor 6A memungkinkan masyarakat di daerah sekitar jalan Pasir Putih, Marpoyan dan Kubang bisa mengakses Pasar Pagi Arengka melalui Transmetro yang melewati Jalan Soekarno Hatta sampai ke Pasar Pagi Arengka.[eka satria]
